Dassault vs Airbus Memanas lagi, Eric Trappier Sebut Airbus Berusaha Tendang Perancis dari Proyek Eurodrone

Dinamika industri pertahanan Eropa kembali diguncang oleh perselisihan antara dua raksasa dirgantara utamanya. CEO Dassault Aviation, Eric Trappier, secara terbuka mengonfirmasi adanya keretakan baru dengan Airbus terkait proyek pesawat tanpa awak multinasional, Eurodrone.

Baca juga: Drama Panjang Berakhir, Jerman dan Perancis Resmi Batalkan Proyek Jet Tempur FCAS Senilai 100 Miliar Euro

Ketegangan ini memperpanjang daftar perselisihan kedua pihak setelah sebelumnya proyek jet tempur masa depan Eropa juga sempat berada di ujung tanduk. Melansir laporan Reuters, Eric Trappier mengungkapkan di hadapan Komite Senat Perancis bahwa Airbus selaku kontraktor utama secara sepihak mencoba mengeluarkan Dassault dari program Eurodrone.

“Bagi kami ini sangat sederhana. Airbus meminta kami untuk keluar,” ujar Trappier saat ditanya mengenai status proyek drone pengintai yang terus mengalami keterlambatan tersebut.

Trappier menambahkan bahwa pihak Dassault tidak menerima keputusan tersebut dan saat ini tengah melakukan diskusi mendalam mengenai alasan di balik upaya eksklusi ini. Akibat perselisihan yang meruncing, hubungan kerja sama di tingkat program saat ini dilaporkan telah terputus sepenuhnya.

Pecah Kongsi dari FCAS, Jerman Bentuk ‘Team Gen 6’ Demi Amankan Jet Tempur Generasi Keenam Mandiri

Eurodrone merupakan proyek Medium-Altitude Long-Endurance (MALE) UAV yang dikembangkan bersama oleh Perancis, Jerman, Italia, dan Spanyol sebagai tandingan bagi dominasi MQ-9 Reaper buatan Amerika Serikat. Sumber yang mengetahui masalah ini menyebutkan bahwa friksi terbaru ini dipicu oleh pengurangan porsi kerja (share of work) bagi Dassault, menyusul keputusan pemerintah Perancis untuk menunda atau mengurangi volume pembelian drone tersebut.

Mengekor Krisis Jet Tempur FCAS
Keretakan dalam proyek Eurodrone ini seolah menjadi dejavu dari konflik berkepanjangan yang terjadi pada program Future Combat Air System (FCAS) atau Système de Combat Aérien du Futur (SCAF). Seperti yang pernah diulas dalam artikel FCAS Kolaps, Dassault Buka Peluang Perancis Gandeng Mitra Luar Eropa Demi Jet Tempur Masa Depan, ego dan perebutan dominasi teknologi antara Dassault (mewakili Perancis) dan Airbus (mewakili Jerman) telah lama menjadi duri dalam daging bagi integrasi pertahanan Eropa.

FCAS Kolaps: Dassault Buka Peluang Perancis Gandeng Mitra Luar Eropa Demi Jet Tempur Masa Depan

Dalam proyek FCAS, Dassault bersikeras mempertahankan kendali penuh atas arsitektur jet tempur utama (Next-Generation Fighter/NGF), sementara Airbus menuntut porsi yang lebih setara. Ketika jalan buntu tak terhindarkan, Dassault bahkan sempat bersiap dengan ‘Rencana B’, termasuk membuka peluang bagi Perancis untuk meninggalkan konsorsium Eropa dan mencari mitra strategis di luar benua demi kelangsungan jet tempur masa depannya.

Kini, dengan munculnya friksi baru di program Eurodrone, ambisi Eropa untuk mewujudkan kemandirian strategis di sektor alutsista udara kembali menghadapi ujian berat. Hubungan yang rusak di tingkat program membuat masa depan Eurodrone kian diselimuti ketidakpastian.

Molor dari Jadwal, Airbus Baru Umumkan Desain Eurodrone Tuntaskan Tahap “Tinjauan Desain Awal”

Menariknya, di tengah memanasnya hubungan domestik dengan Dassault di Eropa, Airbus tampaknya tidak ingin kehilangan momentum untuk memasarkan platform Eurodrone ke pasar global. Airbus terus bermanuver mencari mitra baru di luar kawasan untuk memperluas cakupan operasional drone MALE ini.

Langkah taktis Airbus ini sejalan dengan laporan yang pernah dirilis mengenai bagaimana Airbus dan Kawasaki Jajaki Pengembangan U950 Eurodrone Varian Anti-Kapal Selam untuk Jepang. Di saat kemitraannya dengan Dassault di Paris sedang membara, Airbus justru memperkuat jembatan kolaborasi ke Asia Timur dengan menggandeng Kawasaki Heavy Industries (KHI) untuk merancang varian Eurodrone berkemampuan khusus Anti-Submarine Warfare (ASW) berkode U950.

Situasi ini memunculkan lanskap yang kontradiktif: di satu sisi, konsorsium inti di Eropa terancam pecah akibat konflik internal share of work, namun di sisi lain, platform Eurodrone itu sendiri sedang coba ditransformasikan menjadi komoditas ekspor kelas berat yang menyasar kebutuhan taktis negara-negara sekutu di Indo Pasifik. (Bayu Pamungkas)

Airbus dan Kawasaki Jajaki Pengembangan U950 Eurodrone Varian Anti Kapal Selam untuk Jepang

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *