DGA Rampungkan Upgrade Mirage 2000D Terakhir: Napas Baru Sang Penempur Serang Darat Perancis

Direktorat Jenderal Persenjataan Perancis (DGA) secara resmi telah menyerahkan unit ke-50 sekaligus jet tempur terakhir yang menerima program modernisasi paruh waktu atau Mid-Life Upgrade (RMV) kepada Angkatan Udara dan Antariksa Perancis pada 16 Juni lalu.

Baca juga: Disiapkan Beroperasi Hingga 2035, Angkatan Udara Perancis Tempatkan Mirage 2000D RMV di Djibouti

Program modernisasi berskala besar ini merupakan hasil kolaborasi strategis antara pabrikan Dassault Aviation—yang bertugas memproduksi paket kit modifikasi serta merenovasi dua unit pesawat pertama sebagai purwarupa—dengan Dinas Industri Aeronautika Perancis (SIAé) yang kemudian mengeksekusi skala peningkatan massal pada 50 unit armada operasional berikutnya.

Diluncurkan sejak tahun 2015, program peningkatan RMV ini sengaja dirancang untuk memperpanjang masa bakti operasional Mirage 2000D melampaui tahun 2030, sekaligus mengadaptasi kemampuan taktis pesawat legendaris ini agar tetap relevan dan mematikan di tengah sengitnya dinamika medan perang modern.

Melalui program RMV ini, Mirage 2000D yang mempertahankan konfigurasi dua kursi (tandem seat) kini mengusung sejumlah keunggulan taktis baru yang jauh lebih superior dibandingkan versi standarnya saat pertama kali dinas pada dekade 1990-an. Penggunaan sistem dua awak depan-belakang ini menjadi keunggulan tersendiri dalam membagi beban kerja yang tinggi di medan tempur, di mana pilot di kursi depan fokus pada manuver terbang sementara Navigator Officer Weapons Systems (NOSA) di kursi belakang mengendalikan sistem persenjataan darat.

Peningkatan paling krusial terletak pada integrasi persenjataan baru, termasuk pemasangan pod kanon eksternal kaliber 30 mm untuk misi serangan darat jarak dekat, serta penggantian rudal udara-ke-udara jarak pendek uzur MAGIC II dengan rudal modern MICA IR (Infrared) yang berpemandu infra merah. Selain itu, peremajaan total pada aspek avionik dan sistem elektronik di dalam kokpit ganda ini membuat jet tempur tersebut memiliki efisiensi tinggi dalam melancarkan serangan udara-ke-darat presisi serta melaksanakan misi pengumpulan intelijen taktis di wilayah musuh yang dijaga ketat.

Mirage 2000D merupakan varian spesialis serang darat dalam segala cuaca (all-weather ground attack) yang dikembangkan dari basis Mirage 2000N (varian penyerang nuklir). Memiliki desain sayap delta yang ikonik, pesawat ini ditenagai oleh satu mesin turbofan SNECMA M53-P2 yang mampu menghasilkan gaya dorong hingga 21.400 pon dengan afterburner, memungkinkan pesawat melesat hingga kecepatan maksimum Mach 2,2 di ruang udara tinggi.

Dengan bobot tinggal landas maksimum mencapai 17 ton, Mirage 2000D memiliki sembilan titik cantelan senjata (hardpoints) yang mampu mengusung beban eksternal hingga 6,3 ton, termasuk bom pintar berpemandu laser seri Paveway, rudal jelajah siluman SCALP-EG, hingga pod penargetan canggih seperti DAMOCLES atau TALIOS untuk memandu amunisi presisi di malam hari.

Sejak jalur produksinya dibuka hingga akhirnya dihentikan pada tahun 2007, Dassault Aviation tercatat telah memproduksi total 601 unit dari seluruh keluarga besar varian Mirage 2000 (termasuk varian latih, interseptor, dan serang). Khusus untuk varian Mirage 2000D sendiri, sebanyak 86 unit diproduksi eksklusif untuk memenuhi kebutuhan domestik militer Perancis.

Hingga saat ini, jet tempur multiperan Mirage 2000 secara global dioperasikan oleh sejumlah negara di berbagai kawasan, di antaranya adalah Perancis sebagai pengguna utama, Yunani, UEA, Taiwan, Mesir, Peru, India, dan Qatar, yang menjadikannya salah satu jet tempur delta paling sukses dan paling diandalkan di dunia dalam sejarah kedirgantaraan modern. (Gilang Perdana)

Pernah ‘Dilirik’ Panglima TNI, Armada Mirage 2000-9 Uni Emirat Arab Kini Telah Terjual ke Maroko

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *