Hanya 9 Bulan Pengembangan, MBDA Sukses Uji Tembak Rudal Jarak Jauh CROSSBOW Berjarak 800 Km

Pabrikan rudal terkemuka Eropa, MBDA, secara resmi mengumumkan keberhasilan uji penembakan perdana (first live-firing) dari sistem senjata serangan dalam berbasis darat (ground-launched deep strike system) terbaru mereka, CROSSBOW OWE Heavy. Pengumuman bersejarah ini disampaikan langsung dalam ajang pameran pertahanan bergengsi Eurosatory 2026 di Paris pada Senin (22/6/2026).

Baca juga: Mediterania Memanas: Rudal Jelajah Gezgin Lahir, Yunani Ketar-ketir Lihat ‘Tomahawk’ Versi Turki

Keberhasilan uji coba ini menjadi pembuktian atas sebuah rekor komisioning yang luar biasa dalam sejarah industri militer modern, di mana MBDA mampu merampungkan dan membawa senjata strategis berdaya jangkau raksasa ini dari tahap coretan desain awal di atas kertas hingga demonstrasi penembakan langsung di lapangan hanya dalam waktu kurang dari sembilan bulan saja.

Berdasarkan data teknis resmi yang dirilis MBDA, CROSSBOW OWE Heavy merupakan platform senjata kelas berat yang mengisi celah kosong antara sistem artileri roket jarak pendek dan rudal jelajah premium yang mahal. Senjata ini memiliki dimensi panjang sekitar 5,3 meter, bentang sayap 3 meter, dan bobot total mencapai 750 kilogram. Dirancang untuk melesat pada kecepatan subsonik, CROSSBOW dibekali ruang muatan modular (modular payload bay) yang mampu menggotong hulu ledak seberat 300 kilogram.

Kapasitas hulu ledak yang masif ini memungkinkan integrasi berbagai paket misi, mulai dari hulu ledak fragmentasi-ledakan tunggal untuk menghancurkan pangkalan udara, depo logistik, dan situs radar, hingga hulu ledak penetrator berdaya jebol tinggi untuk menghancurkan bunker komando yang diperkuat, atau bahkan membawa muatan non-kinetik untuk misi peperangan elektronika (jamming).

Sistem pemandu dan navigasi menjadi keunggulan paling krusial bagi senjata yang dirancang untuk terbang sejauh 800 kilometer lebih ini. Untuk menembus wilayah udara yang dilindungi sistem peperangan elektronika (EW) super ketat seperti yang digunakan Rusia, CROSSBOW tidak bergantung pada navigasi satelit semata. Senjata ini mengadopsi sistem pemandu berlapis yang menggabungkan kecerdasan buatan berbasis citra visual (AI image-based navigation), sistem inersial (INS), GNSS dengan fitur anti-jamming, serta sensor terminal pada fase akhir penerbangan.

Arsitektur navigasi canggih yang dibenamkan memastikan CROSSBOW tetap mampu menghantam target statis bernilai tinggi di pangkalan belakang musuh dengan tingkat akurasi yang sangat tinggi, meskipun sinyal satelit di area pertempuran sengaja diacak (spoofing/jamming).

Dari sisi operasional dan platform peluncuran, CROSSBOW dirancang khusus untuk doktrin unit tembak yang tersebar (dispersed firing units) demi menjamin keselamatan kru. Sistem ini diluncurkan dari bagian belakang kendaraan taktis truk standar yang menggunakan kontainer peluncur tersamar (kontainer ISO 20 kaki) yang memuat satu atau dua pod peluncuran.

Penggunaan kontainer truk sipil standar ini sangat cerdas secara taktis, karena membuat unit peluncur CROSSBOW sangat sulit dideteksi, diklasifikasikan, atau ditargetkan oleh intelijen musuh dibandingkan kendaraan pembawa rudal militer yang mencolok. Unit artileri korps dapat bergerak bebas menyusuri jalan raya, bersembunyi di area industri, melepaskan tembakan maut ke jantung pertahanan musuh sejauh 800 km, lalu segera berpindah tempat (shoot-and-scoot).

Kehadiran CROSSBOW memantapkan portofolio deep strike MBDA yang kini mencakup artileri roket THUNDART (jarak 150 km) hingga Land Cruise Missile (LCM) untuk jarak di atas 1.000 km. Proyek CROSSBOW diproyeksikan mulai memasuki tahap produksi massal pada akhir tahun 2026 ini, sebagai bagian dari target besar MBDA untuk menggenjot output produksi hingga 40 persen.

Bagi angkatan darat di Eropa dan sekutu NATO, CROSSBOW menawarkan solusi realistis untuk menghancurkan infrastruktur strategis musuh dalam jumlah besar (skala industri) tanpa harus menghabiskan stok rudal jelajah canggih mereka yang sangat mahal dan langka. (Bayu Pamungkas)

Krisis Tomahawk AS Jadi Berkah, MBDA Tawarkan Rudal Jelajah 1.400 Km ke Eropa

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *