Mengenal LPD BAP Pisco: Varian Makassar Class Andalan Peru yang Unjuk Gigi di RIMPAC 2026

Latihan laut multilateral terbesar di dunia, Rim of the Pacific (RIMPAC) 2026, kembali digelar di perairan Hawaii dan sekitaran California Selatan, Amerika Serikat. Latihan berkala berskala masif yang dijadwalkan berlangsung dari akhir Juni hingga awal Agustus 2026 ini menyajikan dinamika yang cukup unik bagi delegasi Indonesia.

Baca juga: Mengenal UHAC: Ransus Amfibi Berantai Busa Milik USMC yang Berakhir Jadi Artefak Riset

Pada edisi kali ini, TNI AL memutuskan untuk tidak mengirimkan unsur kapal perang (KRI), melainkan hanya menerjunkan kontingen kecil prajurit Korps Marinir untuk bergabung dalam berbagai skenario latihan tempur. Kendati absennya armada kapal berbendera Merah Putih sepanjang latihan bergengsi ini, aroma dan jejak industri pertahanan Indonesia tetap terasa sangat kental di Samudra Pasifik.

Kehadiran BAP Pisco (AMP-156), kapal perang jenis Landing Platform Dock (LPD) andalan Angkatan Laut Peru (Marina de Guerra del Perú), menjadi pusat perhatian karena kapal pendarat ini dibangun berdasarkan cetak biru (blueprint) dari Makassar class.

Walau menyandang nama Makassar, namun desain LPD ini sepenuhnya dirancang oleh Daesun Shipbuilding & Engineering, Busan, Korea Selatan. Label Makassar class dinobatkan karena kapal perdana di kelas ini adalah KRI Makassar 590.

Proses pembangunan BAP Pisco sendiri dilakukan secara mandiri oleh galangan kapal domestik Peru, SIMA (Servicio Industrial de la Marina) di kota Callao. Pemotongan lunas pertama (keel laying) dilaksanakan pada bulan Maret 2013, disusul dengan proses peluncuran ke air (launching) pada April 2017, hingga akhirnya resmi masuk ke jajaran kedinasan aktif Angkatan Laut Peru pada bulan Juli 2018.

Melalui proyek ini, militer Peru tidak hanya mendapatkan armada taktis baru untuk memperkuat jajaran korps amfibi mereka, tetapi juga berhasil menyerap ilmu rekayasa perkapalan modern dari teknisi galangan kapal asal Surabaya.

BAP Pisco menawarkan fleksibilitas tinggi yang sangat ideal untuk misi tempur maupun operasi kemanusiaan (Military Operations Other Than War/MOOTW). Kapal dengan bobot mati sekitar 11.394 ton ini memiliki panjang total (LOA) 122 meter, lebar 22 meter, dan draf 4,9 meter. Ditenagai oleh sistem propulsi kombinasi diesel yang andal, kapal ini mampu melaju hingga kecepatan maksimum 16 knot dengan jarak jelajah operasional mencapai 14.000 mil laut.

Keunggulan utama dari desain Makassar class yang diadopsinya terletak pada kapasitas angkutnya yang masif; BAP Pisco dilengkapi dengan well deck yang luas di bagian buritan untuk menampung dua unit kapal pendarat jenis LCU (Landing Craft Utility) berukuran 23 meter, serta dek kendaraan yang sanggup membawa hingga 14 unit kendaraan tempur lapis baja sekelas LAV-II. Di atas dek penerbangan (flight deck), tersedia ruang yang cukup luas untuk mengoperasikan dua helikopter ukuran sedang sekelas Sikorsky UH-60 Black Hawk sekaligus.

Meskipun secara garis besar mengadopsi DNA Makassar class yang dioperasikan oleh TNI AL, BAP Pisco memiliki sejumlah perbedaan signifikan yang disesuaikan dengan doktrin militer Amerika Latin. Perbedaan paling mencolok terletak pada konfigurasi suprastruktur dan sistem persenjataan yang jauh lebih berat dan modern.

LPD Terbesar di Asia Tenggara: HTMS Chang 792 Telah Dilayarkan dari Cina ke Thailand

Jika mayoritas Makassar class milik Indonesia dipersenjatai secara minimalis sebagai kapal angkut logistik murni, BAP Pisco dirancang sebagai kapal komando amfibi garda depan yang dilengkapi dengan sistem manajemen tempur (Combat Management System) lokal buatan SIMA bernama Varayoc. Untuk pertahanan diri, kapal Peru ini dilengkapi dengan meriam utama 40 mm, sistem senjata kendali jarak jauh (RCWS) 30 mm, serta beberapa senapan mesin berat 12,7 mm yang terintegrasi dengan sensor optronik canggih.

Modifikasi lokal tersebut membuat varian Peru tampil lebih agresif dan mandiri dalam menghadapi ancaman asimetris di laut lepas, sekaligus membuktikan fleksibilitas desain kapal buatan PT PAL Indonesia yang sangat adaptif terhadap kebutuhan pasar global di panggung latihan dunia. (Bayu Pamungkas)

BAP Pisco: LPD Makassar Class Made In Peru

2 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *