Duet Maut Korea-Perancis: Hanwha dan Thales Integrasikan Rudal Chunmoo ke Peluncur Modular X-Fire

Eurosatory 2026 menjadi saksi lahirnya kolaborasi strategis antara Hanwha Aerospace (Korea Selatan) dan Thales Group dari Perancis, yang secara resmi menandatangani MoU untuk memperkuat kerja sama di bidang sistem serangan presisi jarak jauh berbasis darat (land-based long-range precision strike).
Inti dari kesepakatan ini adalah komitmen kedua perusahaan untuk mengintegrasikan lini rudal kendali dari sistem MLRS K239 Chunmoo buatan Hanwha agar kompatibel dengan platform peluncur modular X-Fire besutan Thales. Kolaborasi ini tidak hanya mempererat hubungan Hanwha dengan industri pertahanan Perancis, tetapi juga melahirkan sebuah sistem artileri medan yang sangat fleksibel dan mematikan bagi pasar global.
Integrasi ini mencakup tiga jenis munisi kendali andalan Hanwha yang memiliki jangkauan berjenjang untuk memberikan fleksibilitas penuh di medan perang. Jenis pertama adalah roket kendali CGR-080 berkaliber 239 mm yang memiliki jangkauan taktis hingga 80 kilometer untuk menyasar target garis depan. Untuk penetrasi yang lebih dalam, integrasi ini mencakup rudal jarak menengah CTM-MR yang sanggup menghantam sasaran hingga jarak 160 kilometer.
Sementara untuk serangan strategis jarak jauh, platform ini akan dibekali rudal balistik taktis CTM-290 yang memiliki jangkauan maksimal hingga 290 kilometer dengan akurasi tinggi. Dengan perpaduan ketiga amunisi ini, operator pengguna peluncur X-Fire secara instan akan memiliki kemampuan serang presisi berlapis, mulai dari jarak pendek, menengah, hingga detasemen jarak jauh dalam satu ekosistem peluncur yang sama.
Thales confirme ce matin la compatibilité de son lanceur avec les munitions du Chunmoo de Hanwha Aerospace, une capacité que le groupe français avait brièvement évoquée lors de sa présentation du X-Fire plus tôt cette semaine :
– Le CGR080, une roquette guidée avec une portée… https://t.co/BGBQTm1mqr pic.twitter.com/NLajTH32ze— Clément Charpentreau (@CCharpentreau) June 19, 2026
Keunggulan utama dari proyek ini terletak pada platform peluncur itu sendiri, yaitu X-Fire ground-based launcher yang dikembangkan bersama oleh Thales dan Soframe. X-Fire didesain sejak awal dengan konsep arsitektur terbuka yang agnostik, artinya ia dirancang untuk dapat menembakkan berbagai jenis munisi jarak jauh tanpa terbatas pada satu pabrikan saja.
Fleksibilitas platform X-Fire ini terbukti andal setelah sukses menjalani uji coba penembakan demonstrasi pertamanya pada bulan Mei lalu. Ketika dikawinkan dengan pod amunisi Chunmoo yang bervariasi, X-Fire bertransformasi menjadi aset artileri yang sangat modular, mudah disesuaikan dengan kebutuhan doktrin pertempuran berbagai negara, serta memiliki mobilitas tinggi untuk menggelar taktik shoot-and-scoot guna menghindari serangan balasan musuh.
Thales has conducted the first successful firings of its X-Fire launcher, developed in collaboration with Soframe, designed to engage long-range land targets (FLP-t).
📸Thales pic.twitter.com/9uK8uFIXnT— Junsupreme (@RyszardJonski) May 27, 2026
Bagi Hanwha Aerospace, kerja sama ini menjadi jembatan emas untuk semakin menancapkan kuku bisnisnya di pasar Eropa, menyusul kesuksesan sistem Chunmoo yang sebelumnya telah diadopsi oleh Polandia sebagai Homar-K.
Sementara bagi Thales dan industri pertahanan Perancis, integrasi amunisi Korea Selatan yang sudah teruji dan siap diproduksi massal ini memberikan solusi instan yang sangat kompetitif untuk mengisi kekosongan sistem artileri roket jarak jauh Eropa yang saat ini permintaannya sedang melonjak tinggi. (Gilang Perdana)


