Atasi Ancaman Drone, Thales Luncurkan Sistem Hanud RapidStriker Berbasis Rantis Sherpa Light 4×4

Dinamika pertempuran modern di Ukraina dan Timur Tengah telah membuktikan bahwa ancaman drone dan helikopter di garis depan membutuhkan respons pertahanan udara yang cepat, fleksibel, dan berbiaya efisien. Merespons tantangan tersebut, Thales Group meluncurkan inovasi terbarunya yang diberi label RapidStriker pada ajang pameran pertahanan Eurosatory 2026 di Paris.
Baca juga: PARADE Rapid Eagle – Drone ‘Ringkus’ Drone dengan Teknik Jaring
Sistem ini diperkenalkan sebagai kemampuan pertahanan udara bergerak (mobile air defence) generasi baru yang dirancang secara khusus untuk mendeteksi, melacak, mengidentifikasi, hingga menetralisir kawanan drone kecil (counter-UAS) serta helikopter musuh dalam satu arsitektur pertahanan yang berlapis dan terintegrasi.
Keunggulan Thales RapidStriker terletak pada konsep desainnya yang mengusung arsitektur “plug-and-fight” (pasang dan tempur). Pendekatan modular ini memungkinkan seluruh sistem menara (turret) RapidStriker dipasang dengan sangat mudah di berbagai platform kendaraan taktis bergerak milik pasukan garis depan maupun dikerahkan secara statis untuk melindungi situs-situs bernilai strategis tinggi.
Pada debut perdananya di Eurosatory 2026, Thales mendemonstrasikan fleksibilitas sistem ini dengan mengintegrasikannya secara penuh di atas kendaraan taktis (rantis) lapis baja Sherpa Light 4×4 buatan Arquus, Perancis. Kombinasi ini memberikan keuntungan taktis yang luar biasa bagi komandan di lapangan, karena sistem perisai udara titik ini dapat bergerak lincah menembus medan berat (off-road) dan siap dipindahkan sesuai koridor ancaman yang dinamis tanpa memerlukan proses instalasi lapangan yang rumit.
At the Eurosatory 2026 exhibition, Thales showcased RapidStriker, a complete system for countering drone threats.
RapidStriker is a new generation of mobile air defence capability against drones and helicopters.
RapidStriker implements a combination of complementary weaponry,… pic.twitter.com/SzeVaxk1LF
— 𝔗𝔥𝔢 𝕯𝔢𝔞𝔡 𝕯𝔦𝔰𝔱𝔯𝔦𝔠𝔱△ 🇬🇪🇺🇦🇺🇲🇬🇷 (@TheDeadDistrict) June 17, 2026
Dari sisi spesifikasi teknis dan daya hancur, RapidStriker mengimplementasikan kombinasi persenjataan komplementer yang sangat mematikan di kelasnya dengan mengandalkan peluncur roket ganda di atas modul menaranya. Sistem ini dibekali dengan kemampuan untuk memuntahkan roket kaliber 68mm dan 70mm, baik dalam varian konvensional tanpa pemandu (unguided) untuk menciptakan tirai tembakan masif, maupun varian berpemandu laser (guided) untuk mengunci target tunggal secara presisi tinggi.
Tidak hanya itu, guna memberikan perlindungan berlapis, menara modular RapidStriker pada sasis Sherpa Light ini juga turut mengintegrasikan stasiun senjata kendali jarak jauh (Remote Weapon Station/RCWS) berupa senapan mesin terintegrasi. Kehadiran RCWS sekunder ini berfungsi sebagai perisai pamungkas untuk merontokkan mikro drone FPV pada jarak sangat dekat sekaligus sebagai sistem pertahanan diri kru rantis terhadap ancaman infanteri darat.
Drones are reshaping the battlefield. Counter-drone capabilities must evolve at the same pace.
To address the rise in asymmetric threats, Thales is enhancing its #ForceShield offering with a new ultra-mobile capability: #RapidStriker.https://t.co/u6KVfkL7lt pic.twitter.com/C10XHBAiwj
— Thales Group (@thalesgroup) June 17, 2026
🇫🇷 Thales launched RapidStriker counter-drone system at Eurosatory 2026. @thalesgroup
RapidStriker is a new generation of mobile air defence capability against drones and helicopters. It combines 360°detection, automated fire control and drone neutralisation and implements a… pic.twitter.com/P8hnJ52HWp
— DefPost (@defpostmedia) June 16, 2026
Penggunaan kombinasi roket berpemandu dan senapan mesin otomatis ini memberikan keunggulan ekonomis yang signifikan bagi kru rantis Sherpa Light, karena biaya operasional per intersepsi (cost-per-kill) menjadi jauh lebih murah dan taktis di medan laga.
Dukungan sistem penginderaan internal yang terintegrasi pada modul menara RapidStriker memungkinkannya mengemban misi secara mandiri dari fase deteksi dini hingga eksekusi tembakan penghancuran. Mengandalkan sensor optronik canggih dan radar pelacak modular beresolusi tinggi, RapidStriker mampu mengendus keberadaan mikro drone yang memiliki jejak radar sangat kecil dari jarak aman sebelum merontokkannya secara instan.
Setelah Simbad-RC, Kini MBDA Luncurkan Atlas-RC untuk Sistem Rudal Hanud VSHORAD Mistral
Kehadiran inovasi terbaru dari Thales yang dipadukan dengan mobilitas tinggi rantis Sherpa Light 4×4 di Eurosatory 2026 ini diproyeksikan akan menjadi standar baru dalam doktrin pertahanan udara taktis jarak dekat (VSHORAD) global, sekaligus menjadi solusi ideal bagi angkatan bersenjata modern yang tengah mencari perisai tangguh namun ekonomis dalam menghadapi perang hibrida abad ke-21. (Bayu Pamungkas)
Masuk Dinas Tempur, Inilah Zubr: Sistem Anti Drone Otomatis dengan 4 Senapan Mesin PKT 7,62mm


