Resmi! Malaysia Kontrak 18 Unit SPH CAESAR 155mm Plus Alih Teknologi, Ikuti Langkah Indonesia

Eurosatory 2026 di Perancis menorehkan dinamika baru dalam konstelasi kekuatan artileri medan di kawasan Asia Tenggara. Pabrikan pertahanan raksasa Eropa, KNDS (KMW+Nexter Defense Systems), secara resmi mengumumkan bahwa Kementerian Pertahanan Malaysia telah menandatangani kontrak pengadaan awal untuk 18 unit Self-Propelled Howitzer (SPH) CAESAR 155mm pada Selasa, 16 Juni 2026.

Baca juga: Satu ‘Klub’ dengan Indonesia, Armenia Resmi Pamerkan SPH CAESAR 6×6 Perancis

Dengan penandatanganan kesepakatan bersejarah ini, Malaysia resmi bergabung dalam “klub eksklusif” global sebagai negara pengguna ke-15 sistem meriam legendaris di atas sasis truk tersebut. Di level regional, langkah Angkatan Darat Malaysia ini secara langsung mengikuti jejak strategis Indonesia (TNI AD) yang sudah jauh lebih awal mempercayakan lini pemukul taktisnya pada platform orisinal buatan Perancis ini.

Indonesia sendiri tercatat memiliki sejarah operasional yang panjang dengan SPH CAESAR. TNI AD pertama kali resmi memesan sistem SPH lincah ini pada tahun 2012 silam dengan kedatangan gelombang pertama yang memperkuat Batalyon Artileri Medan (Yonarmed) sejak tahun 2014. Melalui beberapa fase pengadaan bertahap yang membuktikan kepuasan tinggi terhadap performa alutsista ini, Indonesia kini mengoperasikan total 55 unit meriam CAESAR 155mm yang tersebar di sejumlah batalyon taktis tersebar.

Kehadiran armada CAESAR dalam jumlah masif di Indonesia tidak hanya mengubah doktrin artileri medan nasional dari sistem tarik konvensional menjadi serba lincah dan mandiri, melainkan juga memicu efek gentar (deterrence effect) yang disegani di kawasan regional sebelum akhirnya tetangga serumpun, Malaysia, memutuskan untuk mengadopsi platform yang sama demi modernisasi militernya.

Kontrak pengadaan 18 unit dalam konfigurasi satu resimen penuh untuk Malaysia ini membawa skema yang sangat strategis karena melibatkan kemitraan industri lokal bersama Advanced Defense System (ADS Sdn Bhd). Kesepakatan ini mencakup pemberian lisensi transfer teknologi (transfer of technology) serta proses perakitan akhir (local assembly) yang akan dilakukan langsung di dalam negeri Malaysia, selaras dengan Kebijakan Industri Pertahanan Nasional (NDIP) mereka guna membangun kemandirian pertahanan.

KNDS sendiri bukan nama baru bagi Kuala Lumpur, mengingat pada tahun 2018 kedua belah pihak telah sukses menggelar proyek serupa untuk perakitan lokal meriam tarik ringan 105LG. Dipilihnya CAESAR oleh Malaysia mempertegas status meriam ini sebagai referensi global artileri beroda ban yang telah teruji di berbagai perang intensitas tinggi di dunia dengan total pesanan global kini telah menembus 800 sistem.

Perancis Order 109 Unit Self Propelled Howitzer CAESAR MK II NG 6×6, Unit Perdana Dikirim Tahun 2026

Sebagai sistem artileri modern, CAESAR menawarkan kombinasi mobilitas taktis, kecepatan tembak, dan akurasi yang sulit ditandingi di kelasnya. Platform ini mampu menggelar simulasi tempur ekstrem dengan memuntahkan enam amunisi dalam waktu kurang dari satu menit pada jarak jangkau hingga 40 kilometer, sebelum kemudian berpindah posisi (shoot-and-scoot) hanya dalam waktu kurang dari dua setengah menit demi menghindari serangan balik musuh. (Gilang Perdana)

Tantang Dominasi CAESAR, Arab Saudi Luncurkan Self Propelled Howitzer 155mm di Sasis Tatra 8×8

One Comment

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *