Fleet 2026: Rusia Pamerkan Amur-1650, Kapal Selam Non Nuklir dengan VLS dan Rudal Supersonik BrahMos

Raksasa galangan kapal Rusia, United Shipbuilding Corporation (USC), meluncurkan inovasi mematikan terbaru dalam pameran pertahanan maritim internasional Fleet 2026 di St. Petersburg. Dalam ajang bergengsi tersebut, USC memamerkan maket dari kapal selam diesel elektrik generasi terbaru, Amur-1650 (Proyek 677E), yang kini tampil jauh lebih garang berkat integrasi sistem peluncur vertikal (Vertical Launch System/VLS).

Kehadiran konfigurasi VLS ini menjadi daya tarik utama karena memungkinkan kapal selam non-nuklir tersebut menggotong rudal jelajah jelajah anti-kapal permukaan dan serang darat dalam jumlah masif, termasuk rudal jelajah supersonik hasil kerja sama Rusia-India, BrahMos.

Amur-1650 merupakan varian ekspor yang dikembangkan secara saksama oleh biro desain ternama, Rubin Design Bureau, berdasarkan platform kapal selam Lada class (Proyek 677) milik Angkatan Laut Rusia. Keunggulan mutlak yang ditawarkan oleh versi modifikasi dengan modul VLS di Fleet 2026 ini adalah kapasitas muatan persenjataannya yang luar biasa masif.

Pihak USC menyatakan bahwa Amur-1650 memiliki salah satu kompartemen persenjataan terbesar di dunia untuk kategori kapal selam konvensional (non nuklir), dengan kemampuan membawa hingga 28 unit senjata. Di dalam kompartemen peluncur vertikalnya, kapal selam ini dapat dikonfigurasikan secara fleksibel untuk menembakkan rudal jelajah berpemandu presisi seri Club-S (varian ekspor dari Kalibr) atau rudal jelajah supersonik BrahMos yang terkenal memiliki kecepatan tinggi dan sulit dicegat oleh sistem pertahanan udara kapal perang modern.

Untuk mendukung kemampuan tempur, Rubin Design Bureau membekali Amur-1650 dengan teknologi siluman (stealth) tingkat tinggi yang membuatnya dijuluki sebagai “Black Hole” di bawah air. Lambung kapal selam ini dilapisi oleh material khusus anechoic coating generasi terbaru yang mampu menyerap gelombang sonar aktif musuh sekaligus meredam kebisingan internal kapal.

Amur-1650 memiliki panjang total sekitar 66,8 meter, diameter lambung 7,1 meter, dan bobot selam (displacement) di kisaran 1.765 ton. Kapal selam ini mampu menyelam hingga kedalaman operasional 250 meter dengan kedalaman maksimal mencapai 300 meter, serta dapat melesat dengan kecepatan senyap hingga 21 knot saat menyelam.

Selain daya pukul yang mengerikan dan fitur siluman, keunggulan teknis lain yang diintegrasikan ke dalam platform Amur-1650 adalah opsi adopsi sistem propulsi independen udara (Air-Independent Propulsion/AIP) berbasis sel bahan bakar hidrogen-oksigen (hydrogen-oxygen fuel cells).

Keberadaan teknologi AIP ini memungkinkan kapal selam untuk beroperasi dan berpatroli di dalam air selama berhari-hari—bahkan hingga beberapa minggu—tanpa perlu sering naik ke permukaan (snorkeling) hanya untuk mengisi ulang baterai. Hal ini secara drastis meminimalkan risiko deteksi oleh radar pesawat patroli maritim atau satelit intai lawan, sekaligus meningkatkan ketahanan operasional (endurance) kapal selam di bawah air hingga total 45 hari dengan jumlah awak yang sangat efisien, yakni hanya 35 personel berkat otomatisasi sistem manajemen tempur yang tinggi.

Langkah USC menampilkan maket operasional Amur-1650 dengan kemampuan membawa rudal BrahMos di ajang Fleet 2026 dinilai sebagai strategi pemasaran yang sangat cerdas untuk membidik pasar ekspor di kawasan Asia-Pasifik dan Timur Tengah, khususnya negara-negara seperti India yang sudah lama mengoperasikan rudal supersonik tersebut.

Kombinasi antara sasis kapal selam yang senyap, daya jelajah tinggi berkat teknologi AIP, serta kemampuan meluncurkan rudal jelajah jarak jauh secara vertikal dari bawah air, menjadikan Amur-1650 sebagai aset pertahanan asimetris yang sangat ideal bagi negara-negara yang ingin membangun kekuatan deteren maritim yang disegani di kawasan regional mereka. (Gilang Perdana)

Gap Filler Monster Bawah Laut: Rekam Jejak Tradisi Sewa Kapal Selam di Dunia Militer

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *