Dipamerkan di Indo Defence 2024, Inilah Rabdan 8×8, Ranpur Amfibi dari Negeri Gurun dengan Turret BMP-3

Ranpur (kendaraan tempur) asal Uni Emirat Arab (UEA) ini belum lama diulas, yakni pada bulan April lalu. Namun, Rabdan 8×8 kembali menarik dikupas kembali, setelah untuk pertama kalinya Rabdan 8×8 diboyong ke Indonesia untuk meramaikan pameran pertahanan Indo Defence 2024 (11 – 14 Juni 2025) di Jakarta International Expo, Kemayoran.

Baca juga: Rabdan 8×8 – Ranpur Lapis Baja Produksi UEA dengan Turret Comotan dari BMP-3

Dari visual, nampak jelas Rabdan 8×8 dipersiapkan sebagai ranpur dengan kemampuan amfibi, hal ini terlihat dari adanya wave defeletor untuk memecah dan menahan gelombang pada bagian depan, plus dua bilah propeller di bagian belakang. Padahal ranpur ini dirancang untuk medan operasi gurun, yang tak terlalu membutuhkan kemampuan amfibi, namun adanya dua elemen tersebut, menjadikan Rabdan 8×8 potensial untuk ditawarkan ke Indonesia, semisal kepada Korps Marinir.

Dirasa potensial digunakan Korps Marinir, lantaran senjata pada Rabdan 8×8 identik dengan rampur BMP-3F, yakni turret Rabdan 8×8 mencomot turret BMP-3F, sehingga bakal familier digunakan oleh prajurut Korps Baret Ungu. Latar pengembangan Rabdan 8×8 tak terlepas dari UEA yang mengoperasikan sekitar 600 unit BMP-3 yang diterima antara 1992 dan 2000.

Meskipun BMP-3 memiliki persenjataan yang kuat, kendaraan ini adalah platform beroda rantai yang kurang sesuai dengan kebutuhan mobilitas UEA.

Dengan mencomot turret BMP-3, maka Rabdan punya daya gempur yang memadukan kinerja meriam 100 mm yang mampu menembakkan rudal anti-tank 9M117, kanonkoaksial 30 mm, dan senapan mesin 7,62 mm. Rabdan 8×8 menjadi kendaraan pertama yang mengintegrasikan sistem senjata remote EOS R800, menunjukkan komitmen Al Jasoor dalam mengadopsi teknologi mutakhir untuk meningkatkan kapabilitas tempur

Rabdan 8×8 adalah kendaraan tempur infanteri amfibi generasi yang dikembangkan oleh Al Jasoor, produsen kendaraan militer berbasis di UEA. Ranpur ini dirancang untuk memberikan keunggulan operasional di darat dan air, serta mampu beradaptasi dengan berbagai kebutuhan misi.

Rabdan 8×8 punya bobot sampai 30 ton dan mampu mengangkut hingga 12 personel, termasuk kru. Dapur pacunya mengadalkan mesin diesel 6 silinder turbocharged berdaya 600 hp. Menggunakan transmisi otomatis dengan 6 gigi maju dan 1 gigi mundur, Rabdan punya kecepatan maksimum 105 km per jam dan jarak tempur sampai 700 km dalam sekali pengisian bahan bakar.

Rabdan dirancang untuk perlindungan balistik hingga Level 4 STANAG 4569 yang mampu menahan tembakan langsung peluru kaliber 14,5 mm API dari jarak 200 meter. Kabin kru dan kompartemen pasukan menggunakan baja komposit serta desain V-hull untuk meningkatkan ketahanan.

[the_ad id=”77299″]

Sesuai dengan STANAG 4569 Level 4a dan 4b, Rabdan 8×8 dapat menahan ledakan ranjau darat seberat 10 kg TNT di bawah roda (4a) dan ledakan yang sama di bawah lambung (4b)

Pengembangan Rabdan 8×8 merupakan hasil kolaborasi antara Otokar, perusahaan pertahanan asal Turki, dan Al Jasoor dari UEA. Kolaborasi ini menghasilkan kendaraan yang disesuaikan dengan kebutuhan Angkatan Bersenjata UEA, dengan memadukan teknologi dan keahlian dari kedua negara. (Gilang Perdana)

https://www.indomiliter.com/modifikasi-ala-uea-ranpur-amfibi-ifv-bmp-3-dipasangi-turret-dvk-30-buatan-slovakia/

2 Comments