Ladeni Serangan Rudal Hipersonik Rusia, Ukraina Luncurkan Hingga 32 Rudal Hanud Patriot

Peluncuran senjata strategis seperti rudal balistik jarak menengah atau jauh punya beragam konsekuensi, selain daya hancur yang mengerikan bila disematkan hulu ledak nuklir, serangan rudal balistik jarak menengah alias intermediate-range ballistic missile (IRBM) seperti yang dilakukan Rusia ke kota Dnipro di Ukraina pada 21 November 2024, juga menelan biaya yang sangat besar.
Biaya peluncuran yang besar dari IRBM dan ICBM terbilang kompleks, salah satunya karena menggunakan tenologi tinggi dan wahana roket multi stage untuk membawa hulu ledak MIRV (Multiple Independently Targetable Reentry Vehicles) ke luar angkasa.
Dengan kecepatan hipersonik (fase terminal Mach 11), hanya butuh waktu lima menit bagi IRBM 9M729 Oreshnik (Kedr) sejak diluncurkan dari Kapustin Yar di wilayah Astrakhan, Rusia, sampai ke sasaran di Dnipro, Ukraina, yang berjarak sekitar 1.300 kilometer.Sebagai ilustrasi, peluncuran satu unit ICBM modern (seperti Minuteman III atau RS-28 Sarmat) dapat menelan biaya US$50 juta hingga US$70 juta. Dengan biaya sebesar itu, maka peluncuran rudal balistik ICBM harus diperhitungkan dengan sangat cermat.

Dengan melesat hipersonik dari luar angkasa, maka bakal sangat sulit untuk mencegat hulu ledak MIRV. Seperti 9M729 Oreshnik membawa MIRV dengan enam hulu ledak, yang mana tiap hulu ledak terdapat enam submunisi.
Lantaran MIRV sulit dicegat, maka Ukraina harus mengerahkan sistem pertahanan udara (hanud) andalan untuk menetralsir serangan dari Rusia, dan itu jelas sangat mahal.

Mengutip dari India.com (23/11/2024), disebut sistem hanud Ukraina telah meluncurkan hingga 32 rudal Patriot dalam menghadapi serangan rudal balistik Rusia pada 21 November lalu. Pada serangan balasan ke Ukraina pada 21 November 2024, Rusia tidak hanya meluncurkan 9M729 Oreshnik (Kedr), Rusia juga meluncurkan delapan rudal hipersonik Kh-47M2 Kinzhal dari pembom dan satu rudal hipersonik Tsirkon (Zircon) dari kapal perang. Ukraina mengklaim telah mencegat tujuh rudal Kinzhal, tetapi upaya tersebut terbukti mahal, karena 32 rudal Patriot diperlukan untuk melawan ancaman hipersonik ini.
Intersepsi yang berhasil memerlukan intelijen yang tepat, identifikasi yang cepat, dan penyebaran hampir semua 32 peluncur Patriot secara bersamaan. Meskipun demikian, rudal hipersonik terkadang dapat menghindari pertahanan udara karena kecepatan dan kemampuan manuvernya yang tinggi.
[the_ad id=”77299″]
Rudal pada sistem hanud Patriot memiliki harga yang bervariasi tergantung pada versi, kontrak, dan paket yang disertakan. Namun, untuk estimasi harga per unit rudal Patriot PAC-3 sekitar US$3 juta hingga US$4 juta per unit. Sedangkan, PAC-3 MSE (Missile Segment Enhancement), versi yang lebih canggih dengan jangkauan lebih jauh, diperkirakan sekitar US$4 juta hingga US$5 juta per rudal.
Dari ilustrasi biaya di atas, bisa dibayangkan berapa mahalnya harga yang harus ditanggung untuk melakukan serangan rudal balistik, dan juga juga betapa mahalnya biaya untuk menetralisir serangan dari angkasa tersebut. (Gilang Perdana)
Donatur Terancam ‘Tekor’, Ukraina Luncurkan 30 Rudal Hanud Patriot PAC-3 Hanya Dalam 120 Detik



Perang Ukro membuktikan iklan sista barat terlalu berlebihan, ternyata Patrio harus keroyokan nangkis Kadir, gak kena lagih, asem deh yg beli Patrio, mana mehongnya selangit😁
Ternyata juga perang ukraina jadi arena uji coba senjata aliansi barat melawan senjata rusia, iran, korut. Dan peluncuran 32 rudal patriot untuk menangkis rudal rusia kalau dirupiahkan angkanya di atas 2 triliun rupiah. Itu cukup membuat 2000 keluarga menjadi miliarder kalau dibagi-bagi, wah!
Oreshnik beneran membuat Ukraina bahkan NATO jadi keder. Ukraina i aratnya jadi lab percobaan efektifitas IRBM/ICBM/MIRV bagi Russia maupun efektifitas pencegahan bagi NATO. Seharusnya AS kirim THAAD juga buat memastikan apakah THAAD masih efektif?
Perlu d coba laser iron dome yg blum d coba olh israel
Berkali-kali saya klik yang muncul error 404. Kenapa sih? 🤔
Bendera Peru ‘Gantikan’ Posisi Bendera Merah Putih di Prototipe Jet Tempur KF-21 Boramae
16 hours ago
Indomiliter.com
Memang sudah di take down 🙂
Mungkin kah AS yang saat ini masih dipimpin Joe Biden (sebelum digantikan Donald Trump) akan meminjamkan rudal THAAD-nya lagi untuk Ukraina setelah Israel di bawah 10-year bilateral agreement antara AS dan Ukraina?
Hehehe….ayo bang Putin. Hajar terus jng kasih kendor. Baru kena sebiji oreshnik sdh keringat dingin paman kikuk tuh bang.
Jngkan cuma 2 battrey Patiot PAC 3 . Klo perlu siapkan lusinan battrey PAC3 pun bakal menghantam sasaran kosong semua klo lawan si Junior Oreshnik….hehehe
Kenapa gak dikirim tuh THAAD sekalian buat buktikan kemampuannya.? Kalo perlu 50 Battrey THAAD kirim ke Ukraina.. Paling banter jg cuma mampu menghajar drone seharga $ 20 RB doank, itupun dng peluncuran salvo….hehehe
Gitu kok mau nantang Bulava…..bakal dikacangin doank tuh. Spt biasa si gatol kena kacangin doank…..URAAA….bang Putin 💪