Setelah bertahun-tahun dibayangi oleh berbagai kendala teknis dan kegagalan uji coba yang dramatis, Moskow akhirnya mengumumkan keberhasilan krusial bagi masa depan kekuatan pencegah nuklirnya. Pada 12 Mei 2026, pejabat militer Rusia melaporkan bahwa rudal balistik antarbenua (ICBM) RS-28 Sarmat telah menjalani uji coba peluncuran yang dinyatakan sebagai “sukses tanpa syarat” oleh Presiden Vladimir Putin. (more…)
Kementerian Pertahanan Nasional (MND) Turki secara resmi mengungkap detail mengenai proyek rudal balistik jarak jauh terbarunya, Yildirimhan, yang menjadi tonggak sejarah baru dalam kemandirian alutsista negara tersebut. Menteri Pertahanan Turki, Yaşar Güler, menegaskan bahwa Yildirimhan merupakan sistem rudal berbahan bakar cair (liquid-fueled) pertama milik Turki yang mampu terbang dengan kecepatan hipersonik. (more…)
Industri pertahanan Turki kembali mencatatkan sejarah besar dengan memperkenalkan Yıldırımhan, rudal balistik antarbenua (Intercontinental Ballistic Missile/ICBM) pertama karya dalam negeri, pada hari Selasa di pameran pertahanan dan dirgantara SAHA EXPO 2026 yang berlangsung di Istanbul. (more…)
Peluncuran senjata strategis seperti rudal balistik jarak menengah atau jauh punya beragam konsekuensi, selain daya hancur yang mengerikan bila disematkan hulu ledak nuklir, serangan rudal balistik jarak menengah alias intermediate-range ballistic missile (IRBM) seperti yang dilakukan Rusia ke kota Dnipro di Ukraina pada 21 November 2024, juga menelan biaya yang sangat besar. (more…)
Serangan Rusia ke kota Dnipro di Ukraina paa 21 November lalu diklaim menggunakan intermediate-range ballistic missile (IRBM) 9M729 Oreshnik (Kedr), yakni varian rudal balistik antarbenua (ICBM) RS-26 Rubezh, telah membuka mata dunia tentang eksistensi jenis senjata super strategis jarak jauh, terlebih di dalamnya terdapat hulu ledak hipersonik MIRV (Multiple Independently Targetable Reentry Vehicles). (more…)
Guna mengurangi ‘kepanikan’ global dan agar tidak disebut melanggar perjanjian dalam Intermediate-Range Nuclear Forces (INF Treaty), maka satu hari setelah serangan rudal balistik hipersonik dengan MIRV (Multiple Independently Targetable Reentry Vehicles) ke kota Dnipro di Ukraina. Presiden Rusia Vladimir Putih menyatakan bahwa pihaknya tidak menggunakan rudal balistik antarbenua (ICBM), melainkan yang digunakan adalah rudal balistik jarak menengah atau intermediate-range ballistic missile (IRBM). (more…)
Lantaran tidak memuat hulu ledak nuklir, maka tidak ada kerusakan yang signikan dari serangan rudal balistik antarbenua (ICBM) Rusia ke Dnipro di Ukraina. Namun, serangan ‘uji coba’ Rusia itu telah menciptakan kekhawatiran besar, bukan hanya kepada Ukraina, tapi ke negara-negara Eropa dalam NATO, pasalnya serangan rudal balistik dengan MIRV (Multiple Independently Targetable Reentry Vehicles) untuk pertama kalinya telah membuat sistem pertahanan udara (hanud) kewalahan. (more…)
Merespon serangan Ukraina yang menggunakan rudal ATACMS dan Storm Shadow ke wilayah Kursk, Rusia, maka Moskow hari ini telah melancarkan serangan balasan. Berbeda dengan serangan balasan yang lazim didengar, serangan balasan Rusia ke Ukraina kali ini disebut menggunakan rudal balistik antarbenua (ICBM), meski tidak membawa hulu ledak nuklir, tapi ini pertama kalinya ICBM digunakan dalam peperangan di muka Bumi. (more…)
Selama ini Korea Utara kerap menggertak Korea Selatan, Amerika Serikat dan Jepang dengan kemampuan rudal balistik, khususnya rudal balistik antarbenua (ICBM) yang mampu melesat hipersonik dengan ukurannya yang jumbo. Meski tak segarang Korea Utara, Korea Selatan juga punya arsenal rudal balistik, termasuk yang diluncurkan dari kapal selam. (more…)
‘Menyambut’ kedatangan kapal selam nuklir Amerika Serikat pembawa rudal jelajah Tomahawk, USS Missouri SSN-780) – Virginia class di kota pelabuhan Busan (320 km dari Seoul), direspon Korea Utara untuk ketiga kalinya dalam tahun ini, melakukan uji coba peluncuran rudal balistik antarbenua – Intercontinental Ballistic Missile (ICBM) Hwasong-18 pada hari Senin, 18 Desember 2023. (more…)