
Komando Pertahanan Udara dan Rudal Angkatan Darat Amerika Serikat (US Army Space and Missile Defense Command) mengonfirmasi bahwa jajarannya telah menembak jatuh lebih dari 1.400 rudal dan drone buatan Iran dalam dua konflik besar terakhir di Timur Tengah. Pencapaian ini menandai keterlibatan US Army dalam pertempuran pertahanan udara dan rudal terbesar dan paling intensif sepanjang sejarah militer modern Amerika Serikat. (more…)

Ketegangan geopolitik antara Iran dan Ukraina sempat berada di titik kritis sebelum akhirnya mereda lewat jalur diplomasi. Menyusul insiden penyerangan kapal kargo Iran Anna di Laut Kaspia oleh militer Ukraina pada 25 Juli 2026—yang kemudian diklarifikasi oleh Kiev sebagai sebuah kekeliruan sasaran—Teheran rupanya sempat menyelesaikan persiapan operasional militer untuk melancarkan serangan balasan langsung ke wilayah Ukraina. (more…)

Perang skala besar dan konfrontasi sengit di Timur Tengah, khususnya pasca-eskalasi dengan Iran, memberikan pukulan telak bagi persediaan sistem pertahanan udara Amerika Serikat. Laporan terbaru mengungkapkan bahwa stok rudal pencegat (interceptor) Patriot milik Angkatan Darat AS mengalami penurunan tajam hingga 65 persen. (more…)

Sebuah fakta sejarah dari dinamika geopolitik dan pengadaan alutsista di kawasan Indo-Pasifik kembali menjadi sorotan yang sangat menarik untuk dicermati. Korea Selatan, yang selama ini dikenal luas sebagai sekutu ring satu Amerika Serikat dan benteng utama kekuatan pro Barat di Asia Timur, ternyata memiliki riwayat rahasia di mana mereka nyaris memboyong sistem rudal pertahanan udara (hanud) jarak jauh legendaris buatan Rusia, S-300. (more…)

Konsisten dalam menghadirkan rantis (kendaraan taktis) lapis baja Patriot 4×4 di beberapa kali ajang Indo Defence, ada kabar terbaru dari Excalibur Army, perusahaan pertahanan asal Ceko yang merupakan menjadi bagian CSG Group, dalam siaran pers menyebut telah mengamankan kontrak di Asia Tenggara untuk pengiriman lebih dari 100 unit rantis Patriot dalam berbagai konfigurasi. (more…)

Dalam respons langsung terhadap meningkatnya ketegangan global, khususnya lonjakan permintaan dari negara-negara Eropa dan konflik yang berlanjut di Ukraina, Boeing telah mengambil langkah strategis besar dengan melipatgandakan kapasitas produksi komponen kunci rudal pertahanan udara Patriot PAC-3. (more…)

Meski berstatus sebagai sekutu Amerika Serikat, Israel secara diplomatis berusaha netral pada apa apun yang terkait konflik antara Rusia dan Ukraina. Bahkan di awal perang Ukraina (2022), guna menjaga hubungan baik dengan Rusia, Israel melarang penjualan sistem penyadapan ponsel, Pegasus, kepada Ukraina. (more…)

Sebagai serangan balasan dari Operasi Midnight Hammer yang menargetkan fasilitas nuklir Iran di Fordow dan Natanz, maka Iran menggelar “Operation Bashayer al-Fath” atau dalam bahasa Inggris disebut “Glad Tidings of Victory”. Operasi ini diluncurkan pada 23 Juni 2025 dengan menargetkan Pangkalan Udara Al Udeid di Qatar, dilaporkan ada 14 rudal balistik jarak pendek dan menengah yang diluncurkan Iran. (more…)

Peluncuran senjata strategis seperti rudal balistik jarak menengah atau jauh punya beragam konsekuensi, selain daya hancur yang mengerikan bila disematkan hulu ledak nuklir, serangan rudal balistik jarak menengah alias intermediate-range ballistic missile (IRBM) seperti yang dilakukan Rusia ke kota Dnipro di Ukraina pada 21 November 2024, juga menelan biaya yang sangat besar. (more…)

Imbas dari keputusan Presiden Joe Biden yang ‘jor-joran’ memasok sistem rudal hanud MIM-104 Patriot ke Ukraina, berimbas pada menipisnya stok Patriot di dalam negeri. Yang unik, kini Jepang sebagai sekutu ring satu di kawasan Indo Pasifik, telah menyetujui untuk memasok rudal Patriot ke Amerika Serikat, yang notabene adalah negara asli pembuat Patriot. (more…)