Terapkan Sensor Ketat, Angkatan Udara Rusia Terima Batch Baru Jet Tempur Su-35S Flanker-E

Di tengah tekanan blokade ekonomi dan sanksi berlapis dari negara-negara Barat, industri penerbangan militer Rusia kembali membuktikan ritme produksinya secara konsisten. United Aircraft Corporation (UAC) dilaporkan telah resmi menyerahkan batch kedua jet tempur multiperan Su-35S Flanker-E kepada Kementerian Pertahanan Rusia, yang dialokasikan khusus untuk memperkuat Angkatan Udara Rusia (VKS) pada tahun anggaran 2026.
Meskipun pihak pabrikan tidak merilis secara mendetail berapa jumlah pasti jet tempur yang diserahkan dalam kloter ini, analisis visual dari rekaman video dan foto-foto resmi yang dirilis oleh UAC mengindikasikan setidaknya ada 2 hingga kemungkinan 4 unit pesawat baru yang siap dioperasikan.
Penyerahan kloter kedua ini dilakukan hanya berselang satu bulan setelah VKS menerima pengiriman batch pertama pada April lalu, menegaskan pola pengiriman berkala dalam jumlah kecil namun konsisten guna menambal kerugian materiil akibat perang yang berkecamuk di Ukraina.
Satu hal yang menarik perhatian para pengamat militer dari rilis pengiriman terbaru ini adalah penerapan prosedur keamanan informasi (Operational Security atau OPSEC) yang sangat ketat oleh Kremlin. Dalam potongan gambar (stills) video resmi UAC, angka nomor lambung taktis (Bort Number) dua digit yang terletak di bagian samping hidung pesawat tampak sengaja dikaburkan menggunakan efek blur berwarna abu-abu.
⚡🇷🇺 Russia receives new Su-35 fighter jets
Rostec has delivered a new batch of Su-35 multirole fighter jets to the Russian military, boosting its air combat capability.
The aircraft are designed for air superiority and precision strike missions. pic.twitter.com/6l6cWhwrPu
— Defence Index (@Defence_Index) May 26, 2026
Moskow sengaja menyembunyikan identitas digital ini guna mencegah intelijen Barat melacak asal skadron maupun lokasi pangkalan udara tujuan jet tempur tersebut. Kendati demikian, analisis celah sensor visual dan pendaran piksel warna mengindikasikan bahwa pesawat-pesawat baru ini menggunakan nomor lambung berwarna biru (blue bort numbers), kode warna khas VKS yang biasa dilekatkan pada armada baru yang keluar dari pabrik KnAAZ (Komsomolsk-on-Amur) atau dialokasikan untuk pusat pelatihan konversi pilot sebelum diterjunkan ke front pertempuran. Sementara itu, nomor identitas berukuran kecil berwarna hitam yang tercetak permanen di bagian bawah panel sayap dipastikan tetap standar pabrikan sebagai nomor registrasi sipil.
Meskipun rantai pasokan komponen elektronik mereka terus diganggu oleh sanksi internasional, Kremlin terbukti masih mampu menjaga keberlanjutan lini produksi jet tempur generasi 4++ (Plus-Plus) andalan mereka tersebut. Pola pengiriman yang stabil di awal tahun ini diperkirakan sengaja dikejar untuk menyamai ritme produksi sepanjang tahun 2025 lalu, di mana industri pertahanan Rusia mampu menghasilkan total sekitar 15 hingga 18 jet tempur per tahun.
1/UAC delivered a batch of new production Su-35S multirole fighters to the Russian MoD (specifically, to the VKS). This is the second Su-35S batch delivered in 2026. The number of aircraft in this batch is not specified; pics & video released by UAC show at least 2 (possibly 4.). pic.twitter.com/FLLbL3OmTE
— Guy Plopsky (@GuyPlopsky) May 26, 2026
Penguatan armada ini menjadi sangat vital bagi VKS, mengingat Su-35S merupakan tulang punggung udara utama Moskow dalam mengemban misi supremasi udara, melakukan intersepsi pesawat musuh, memburu kawanan drone intai, hingga melancarkan serangan presisi ke darat dengan mengandalkan radar pasif Irbis-E dan mesin berteknologi thrust-vectoring (AL-41F1S).
Di sisi lain, keberhasilan menjaga stabilitas produksi ini juga dimanfaatkan oleh Kremlin untuk mempertahankan posisi tawar Rusia di pasar ekspor senjata global, seiring dengan masih berjalannya negosiasi kontrak dengan beberapa negara mitra strategis di luar kawasan. (Gilang Perdana)


