
Amerika Serikat (AS) terus menyediakan alutsista canggih dalam mendukung operasi pertahanan sekaligus di garis depan pertempuran Ukraina dengan Rusia. Terbaru, di bawah program Presidential Drawdown dan USAI, Negeri Paman Sam memasok radar anti-artileri AN/TPQ-49 Lightweight Counter Mortar Radar (LCMR). (more…)

Rudal yang satu ini bukan barang baru di arsenal Angkatan Udara Inggris dan Jerman, namun jadi barang baru baru dalam kancah perang di Ukraina. Pasalnya, Pemerintah Inggris telah mengkonfirmasi pengiriman rudal Brismstone anti ship dan anti armor ke Ukraina. (more…)

Sebagai bagian dari paket bantuan militer terbaru senilai £300 juta (US$374 juta) yang diumumkan Perdana Menteri Boris Johnson untuk Ukraina, Inggris akan mengirimkan sejumlah drone Malloy T150 ke Ukraina. Drone tersebut adalah buatan perusahaan Inggris Malloy Aeronautics dan saat ini digunakan oleh Royal Marines Inggris. (more…)

Peperangan acap kali menampilkan jenis senjata baru, termasuk di laga perang Ukraina. Di media sosial diberitakan bahwa pasukan Rusia menggunakan jenis ranjau anti personel terbaru, yang notabene belum pernah diungkapkan sebelumnya. Ranjau yang dimaksud adalah POM-3, produksi tahun 2021 yang dilengkapi seismik proximity fuze. (more…)

Peran drone tak bisa dilepaskan dari peperangan di Ukraina, selain masif diberitakan seputar aksi drone tempur Bayraktar TB2 dalam menggasak sasaran kendaraan tempur Rusia, rupanya ada jenis drone intai produksi dalam negeri yang berperan aktif dalam misi Intelligence, Surveillance and Reconnaissance (ISR). Drone yang dimaksud adalah Leleka 100 yang digunakan Angkatan Darat Ukraina. (more…)

Swedia rupanya mendobrak tradisi, dikenal sebagai negara yang menjunjung netralitas, namun pada konflik Rusia dan Ukraina, negara skandinavia itu telah memposisikan dirinya untuk mendukung penuh militer Ukraina. Perubahan arah politik Swedia ini pun banyak dikaitkan dengan beragam isu, seperti adanya ancaman dari Rusia kepada Swedia dan Finlandia, jika kedua negara netral itu bergabung ke NATO. (more…)

Selain pengiriman rudal anti tank FGM-148 Javelin, rupanya Washington masih melanjutkan pengiriman bantuan senjata untuk segmen senjata perorangan ke Ukraina. Jenis senjata yang dimaksud adalah M141 Bunker Defeat Munition (BDM). Wujudnya berupa senjata panggul, namun M141 bukanlah rudal, melainkan roket sekali pakai (sekali pakai) untuk menghancurkan sasaran berupa perkubuan atau bunker. (more…)

Selain FGM-148 Javelin, ada nama rudal anti tank yang belakangan ikut naik pamornya dalam ketegangan antara Ukraina dan Rusia. Bila sejumlah Javelin telah dipasok AS untuk muliter Ukraina, maka masih dalam konteks menghadapi potensi serangan dari Main Battle Tank (MBT) Rusia, maka Inggris diketahui juga mengirimkan bantuan rudal anti tank dalam jumlah besar ke Ukraina. (more…)

Setelah ada kabar bahwa Korps Marinir tak puas dengan performa ranpur (kendaraan tempur) amfibi BTR-4M, maka masa depan panser 8×8 besutan Ukraina ini menjadi tak jelas. Lima unit BTR-4M telah dikapalkan ke Indonesia untuk menjalani sesi uji fungsi, dan sedianya BTR-4M akan diakuisisi hingga jumlah 55 unit. Terlepas dari performa yang kurang optimal, tak lantas panser ini dianaktirikan, Komandan Korps Marinir (Dankormar) Mayjen TNI (Mar) Bambang Suswantono pada saat melakukan pengecekan BTR-4M di Kesatrian Marinir Hartono, Cilandak, Jakarta Selatan, Senin (17/4/2017), memerintahkan prajurit Resimen Kavaleri (Menkav) untuk senantiasa merawat kendaraan dan material tempur dengan baik. (more…)

Mengikuti jejak TNI AL, TNI AU juga melirik Ukraina sebagai salah satu negara pemasok untuk alutsista. Sayangnya akibat konflik yang berkecamuk, TNI AL lewat Kementerian Pertahanan kemudian membatalkan pesanan panser amfibi BTR-4. Tapi mungkin karena situasi kian kondusif, kini TNI AU tengah melirik berbagai produk militer dari Ukraina. Kabar ini datang dari Ukroboronprom, perusahaan plat merah di Ukraina yang bergerak di bidang pertahanan. (more…)