
Bicara tentang Howitzer, maka nama Nexter dari Perancis tak bisa dikesampingkan, maklum manufaktur meriam papan atas ini menjadi pemasok utama sistem Howitzer Tarik (Towed Howitzer) dan Howitzer Swa Gerak (Self Propelled Howitzer) di arsenal Artileri Medan TNI. Terkhusus di kaliber besar (155 mm), produk Nexter yang cukup kondang adalah TRF-1 CAESAR (Camion Equipe’ d’un Syste’me d’ ARtillerie), yang kini jadi andalan Batalyon Artileri Medan (YonArmed) Kostrad. (more…)

Mistral Coordination Post (MCP) dikenal sebagai sistem mobile radar bagi satuan tembak (satbak) rudal Mistral. MCP punya peran sebagai wahana surveillance, command dan control dari baterai Mistral yang tersebar di sekitaran obyek pengamanan. Meski wujudnya hanya berupa kontainer kecil dalam platform truk Unimog, namun MCP dilengkapi radar X band yang mampu melakukan target detection, identification dan tracking pada sasaran sejauh 30.000 meter dengan ketinggian 4.000 meter. (more…)

Bila Satuan Artileri Medan (Armed) TNI AD masih dalam tahap rencana untuk mendatangkan Howitzer LG-1 MKIII kaliber 105 mm, maka masih dalam jenis alutsista yang sama, diwartakan bahwa negara tetangga Malaysia malah sudah melakukan penandatanganan pembelian LG-1 MKIII untuk kebutuhan angkatan darat, lebih tepatnya untuk mengisi arsenal di 1st Royal Artillery Regiment (Para) of the 10th Parachute Brigade, unit tempur reaksi cepat yang mengandalkan operasi lintas udara (linud). (more…)

Setelah perhelatan HUT TNI Ke-72, 5 Oktober 2017 di Cilegon, Merak, praktis kabar tentang medium tank Kaplan MT, atau di Indonesia kondang dengan label “Harimau Hitam,” tak lagi banyak terdengar. Saat HUT TNI Ke-72, satu unit Harimau Hitam yang dikirim dari Turki tampil membetot perhatian banyak kalangan. Meski belum meraih kontrak pengadaan dari Kementerian Pertahanan (Kemhan), namun ada kabar baik tentang kelanjutan program tank yang digarap bersama antara PT Pindad dan FNSS Savunma Sistemleri. (more…)

Tak sampai lima bulan setelah pengiriman gelombang pertama pada 18 Desember 2017, kini seluruh pesanan AH-64E Apache Guardian untuk Puspenerbad TNI AD telah tiba di Lanud Ahmad Yani, Semarang. Berbeda dengan pengiriman gelombang pertama yang menggunakan jasa pesawat angkut C-17A Globemaster III, maka pada gelombang kedua pengiriman yang terdiri dari lima helikopter justru menggunakan jasa kapal kargo. (more…)

Sampai saat ini NC-212 Aviocar masih menempati posisi sebagai produk terlaris PT Dirgantara Indonesia, dengan total unit yang telah dibuat mencapai 105 pesawat untuk pasar domestik dan ekspor. Dan diantara pemesan dari dalam negeri, tiga matra TNI dan Polri telah menjadikan sosok NC-212 sebagai standar pesawat angkut ringan, tak kurang pesanan dari Kementerian Pertahanan (Kemhan) untuk TNI sudah mencapai 33 unit. (more…)

Meski proses pengadaan CH-47F Chinook untuk Puspenerbad terus berjalan, namun ternyata pengadaan helikopter angkut berat dari negara rival Amerika Serikat, yakni Rusia tak lantas surut. Kabar rencana pembelian helikopter Mil Mi-26 sudah terdengar sejak pertengahan tahun 2016, dan justru kini ada kabar mengejutkan, bahwa rencananya Mi-26 akan mulai memperkuat Puspenerbad pada periode 2018 – 2019. (more…)

Potensi terjadinya missed target dalam sesi uji tembak rudal hanud (pertahanan udara) tentu sudah diperhitungkan. Maklum missed target bisa disebabkan beragam faktor, mulai dari kondisi cuaca, sistem pemandu rudal yang mungkin bermasalah, target drone yang kelewat lincah, atau kekeliruan dari operator. Missed target pun menjadi momok bagi segala jenis rudal, tak pandang itu rudal baru atau lama. (more…)

Rantis (kendaraan taktis) asal Spanyol ini memang terlihat sangar, namun sejatinya tak ada yang terlalu unik bila disandingkan dengan rantis Sherpa Light Scout buatan Renault atau Komodo 4×4 produksi PT Pindad. Namun kendaraan yang disebut VAMTAC (Vehículo de Alta Movilidad Táctico) 4×4 atau High Mobility Tactical Vehicle produksi URO Vehículos Especiales (UROVESA) ini memang ‘harus’ melenggang masuk ke arsenal rantis TNI AD, pasalnya VAMTAC menjadi bagian dari sistem ForceShield rudal Starstreak untuk Arhanud TNI AD. (more…)

Rasanya tak salah bila ada yang menyebut Indonesia menjadi ‘surganya’ rudal MANPADS (Man Portable Air Defense System), pasalnya jenis rudal ber-genre SHORAD (Short Range Air Defence) ini cukup banyak jenisnya, sebut saja ada Strela, Grom, Mistral, RBS-70, Chiron, QW-3, dan yang paling baru Starstreak dari Inggris. Ditengah mendamba kedatangan medium SAM yang tak kunjung tiba, peran MANPADS memang punya porsi tersendiri dalam strategi Arhanud ketiga matra TNI.
(more…)