Pernah menjadi program andalan Kementerian Pertahanan RI yang melibatkan peran PT Pindad (lead integrator), PT Lundin Industry Invest, PT Len Industri dan PT Hariff, tank boat Antasena resmi diserahterimakan kepada Satuan Angkutan Perairan (Satangar) Pusbekangad TNI AD, pada 12 Januari 2023. Dan dua tahun berlalu, ada kabar terbaru bahwa tank boat Antasena kini telah beralih dari alutsista TNI AD ke TNI AL. (more…)
Satuan elit Grup 5 Kopassus TNI AD baru-baru ini memperkuat taringnya di bidang intelijen, pengawasan, dan pengintaian (ISR) dengan mengakuisisi drone canggih V-Bat buatan perusahaan teknologi asal Amerika Serikat, Shield AI. Langkah ini menempatkan Korps Baret Merah pada level baru dalam peperangan asimetris modern, di mana mobilitas tinggi dan kemampuan deteksi dini menjadi kunci kemenangan di lapangan. (more…)
Instalasi jembatan Bailey oleh personel Yon Zipur TNI AD
Medium Girder Bridge (MGB) punya keunggulan dalam fleksibilitas penggelaran, namun saat dituntut untuk menyeberangkan Main Battle Tank (MBT) Leopard 2A4 Ri yang bobotnya mencapai 62 ton, tentu menjadi sangat riskan, mengingat kapasitas MGB yang hanya 60 ton, alias untuk menghantarkan tank ringan dan sedang. (more…)
Setelah sebelumnya dipasang pada kendaraan tektis (rantis) lapis baja Turangga 4×4 milik Korpasgat (Korps Pasukan Gerak Cepat) – d./h Paskhas TNI AU, kini modul modul RCWS (Remote Control Weapon Station) buatan Turki, Aselsan SARP dipasang pada rantis J-Force 4×4 yang akan digunakan oleh Kopassus (Komando Pasukan Khusus) TNI AD. (more…)
Uji coba Steyr SK-105 di Kebumen, Agustus 1983 (foto repro Priyono Bitles Combat)
Pernah populer pada zamannya, ranpur jenis tank ringan buatan Austria ini kerap disebut sebagai ‘kembaran’ dari AMX-13 yang kondang sebagai produksi Perancis. Punya desain turret (kubah) osilasi, tak sedikit orang yang mengira SK-105 Kürassier produksi Steyr Daimler Puch AG, Austria, adalah AMX-13. Dan tahukah Anda, bahwa tank ringan dari Austria ini pernah menjajal beratnya medan di Indonesia pada awal dekade 80-an. (more…)
Sejak era MEF (Minimum Essential Force) tahap I, pengadaan alutsista di lini artileri medan TNI AD mendapat perhatian serius dari pemerintah. Lebih mengerucut lagi pada hadirnya SPH (Self Propelled Howitzer) jenis TRF-1 CAESAR kaliber 155 mm buatan Nexter GIAT, Perancis. Kemhan pun tak ‘pelit,’ 37 unit CAESAR resmi didatangkan ke Indonesia untuk memperkuat dua batalyon armed (artileri medan). (more…)
Bila TNI AD memiliki Dinas Pelayaran Angkatan Darat (Dislaikad) yang mengoperasikan berbagai jenis kapal, termasuk Landing Craft Utility (LCU), maka demikian pula dengan Japan Ground Self-Defense Force (JGSDF) atau Angkatan Darat Jepang, memiliki dinas sejenis yang Je LCU untuk mendukung operasi angkatan darat terutama dalam transportasi logistik, personel, dan alat tempur ke berbagai pulau. (more…)
Jankel LRPV (Long Range Patrol Vehicle) yang digunakan Kopassus terbilang jarang disebut dalam jagad rantis TNI. Kendaraan taktis berdesain tubular dengan rollbar ini tampilannya memang cenderung biasa-biasa saja. Tapi jangan salah kira, rantis 4×4 dengan mesin Toyota Hilux dan sasis dari Toyota Land Cruiser pickup ini adalah besutan Jankel Armouring Limited, produsen kendaraan militer dari Inggris. (more…)
Guna memenuhi elemen fire power dalam MEF (minimum essential force), satuan Artileri Medan TNI AD pada tahun 2014 mendapat sejumlah perkuatan alutsista, selain ASTROS II MK6 Self Propelled MLRS, lalu di lini meriam ada TRF-1 CAESAR Self Propelled Howitzer 155 mm yang berkaliber besar. di periode tersebut TNI AD juga mendapatkan 54 pucuk meriam KH-178 kaliber 105 mm dari Korea Selatan untuk melengkapi 3 batalyon (more…)
Prabowo Subianto dan Wiranto mengendarai Flyer 4×4, (Agustus 1997)
Sebagai unit tempur elit dengan kemampuan penyerbuan cepat, wajar bila Kopassus (Komando Pasukan Khusus) TNI AD memiliki beragam kendaraan taktis (rantis). Sebagaimana pasukan khusus kelas dunia, pola gerakan Kopassus jelas beda dengan pasukan reguler, Kopassus lebih mengedepankan assault dengan unit pasukan berjumlah personel sedikit tapi mematikan. Untuk menunjang misi tersebut rantis yang dipunyai korps baret merah ini ukurannya relatif kecil. (more…)