
Anda masih ingat dengan teknologi radar fire finder yang dikembangkan oleh Armed TNI AD? Meski masih dalam tahap prototipe, namun rintisan teknologi pelacakan asal arah dan posisi tembakan terus dikembangkan lebih lanjut, meski bukan berbasis radar, Dislitbangad dan ITB mengembangkan apa yang disebut Sapta Pangrungu, kemudian TNI AL lewat Dislitbangal juga menelurkan apa yang disebut Gun Fire Locator. (more…)

Lama tak terdengar kabarnya, ditambah beragam program pengadaan alutsista baru, beberapa orang mengira kendaraaan tempur produksi dalam negeri ini sudah tak lagi dioperasikan. Namun update dari situs kostrad.mil.id (20/9/2018), menjelaskan ranpur yang disebut sebagai APR-1V1 buatan PT Pindad ini masih terus digunakan sampai saat ini. (more…)

Potensi ancaman dari drone diprediksi akan terus meningkat di masa mendatang, khususnya dalam dinamika operasi anti terorisme, maka tak heran beragam sistem untuk meng-counter drone/UAV (Unmanned Aerial Vehicle) jadi ramai ditawarkan. Umumnya yang selama ini santer diwartakan adalah produk atau solusi lansiran Amerika Serikat atau yang berstandar NATO lainnya. Padahal dari warung sebelah, Rusia, meski tak terlalu terdengar suaranya, juga telah punya produk andalan untuk menangkal drone. (more…)

Sekitar Agustus tahun lalu, tersiar kabar bahwa Puspenerbad TNI AD akan mendapatkan pengadaan helikopter angkut berat Mil Mi-26 dari Rusia. Malah disebutkan yang akan didatangkan adalah varian Mi-26T2, salah satu varian terbaru dari keluarga helikopter Mi-26 hasil rancangan Mil Moscow Helicopter Plant, salah satu divisi Russian Helicopters. Kisaran pengadaan pun disebut antara periode 2018 – 2019. (more…)

Setelah tiga bulan melewati serangkaian tahapan uji coba yang terdiri dari mine blast test, uji dinamis dan uji daya gempur, dan hasilnya dinyatakan memuaskan oleh PT Pindad dan FNSS Savunma Sistemleri (FNSS), maka selanjutnya tahapan yang harus dijalankan adalan proses produksi. Tentu dalam tahap ini, semua berpulang pada order dari pihak pemesan. Selain PT Pindad yang mengharapkan adanya pesanan setidaknya 100 unit medium tank dari Kementerian Pertahanan untuk Kavaleri TNI AD, nyatanya pihak Turki juga punya tanggapan tersendiri. (more…)

Sistem hanud titik berbasis MANPADS (Man Portable Air Defence System) menawarkan keunggulan pada sisi fleksibilitas deployment dan biaya operasional. Sementara, minusnya basis MANPADS mentok pada doktrin SHORAD (Short Range Air Defence). Rudal-rudal di kelas MANPADS memang punya kecepatan supersonic, namun jarak jangkau yang ditawarkan terbatas, bahkan cenderung diklasifikasikan sebagai VSHORAD (Very Short Range Air Defence). (more…)

Tanpa banyak publikasi, TNI AD lewat Politeknik Kodiklatad telah mengembangkan teknologi ban tanpa udara atau airless tire. Pengembangan ban unik ini didasari atas kebanyakan ranpur dan rantis TNI AD masih menggunakan ban dengan bantalan udara, baik ban konvensional maupun tipe ban run flat tire. Dalam dinamika pertempuran, sudah barang tentu model ban dengan bantalan udara akan mengundang kerawanan dalam operasi. (more…)

Ada yang berdeda dari peran drone copter ini, wujudnya memang sebuah hexa copter biasa dengan enam unit vertical propeller. Namun rancangan drone berwarna hijau tua ini cukup mengerikan, pasalnya wahana yang disebut Rotary Wing UAV ini digadang mampu menghancurkan kendaraan tempur lapis baja ringan. (more…)

Untuk melengkapi persenjataan lini pasukan khusus, corner shot jelas bukan barang baru lagi, guna menghadapi Pertempuran Jarak Dekat (PJD) atau CQB (Close Quarter Battle), beberapa satuan elite TNI sudah mengadopsi corner shot. Namun corner shot dalam label “CornerShot” yang digunakan TNI saat ini masih buatan luar negeri. Berangkat dari kebutuhan operasi PJD, Politeknik Kodiklatad TNI AD di Malang, telah merilis corner shot pistol yang dibuat berdasarkan penelitian dan produksi internal. (more…)

Menyandang sebutan sebagai “Flying IFV (Infantry Fighting Vehicle),” rasanya nama Mil Mi-35P sudah sangat lekat dalam jagad alutsista di Tanah Air. Sejak memperkuat Puspenerbad pada tahun 2010, Mi-35P menandai era baru kesenjataan helikopter militer di Indonesia. Lewat Mi-35P mulai diperkenalkan penggunaan rudal (AT-9 Spiral-2). Di era sebelumnya, jenis heli kombatan TNI AD paling banter hanya dipersenjatai kombinasi kanon, SMB (senapan mesin berat) dan roket FFAR. (more…)