KD Raja Muda Nala (2502), yakni unit kedua dari fregat Maharaja Lela class akhirnya diluncurkan pada tanggal 9 Mei 2025, menyiratkan waktu yang panjang dalam pembangunan kapal perang, yang mana peletakan lunas KD Raja Muda Nala dilakukan pada 28 Februari 2017. Disebut juga sebagai Littoral Combat Ship (LSC) dari basis korvet Gowind class, KD Raja Muda Nala diluncurkan di galangan kapal Lumut. (more…)
Didera beragam masalah, fregat atau LCS (Littoral Combat Ship) kebanggaan Angkatan Laut Malaysia, Maharaja Lela 2501 rencananya baru akan komisioning pada tahun 2026. Terlepas masalah yang menerpa, Maharaja Lela class sejatinya adalah kapal kombatan canggih dengan desain mengacu pada desain korvet Gowind 2500 dari Naval Group. Dan tahukah Anda, bahwa fregat Maharaja Lela class ternyata punya kesamaan jenis radar utama dengan fregat RE Martadinata class TNI AL. (more…)
Meski telah memiliki sistem rudal hanud berlapis yang terbilang unggul, namun India rupanya kepincut dengan rudal Starstreak buatan Thales UK (Inggris). Dari pameran dirgantara Aero India 2025, India diwartakan segera akan mengikuti langkah Indonesia dan Malaysia, yakni sebagai pengguna rudal hanud MANPADS (Man Portable Air Defence Systems) tercepat di dunia, Starstreak HVM (High Velocity Missile). (more…)
Bersamaan dengan momen merapatnya kapal induk Charles de Gaulle di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), Menteri Pertahanan (Menhan) Perancis, Sebastien Lecornu, turut melakukan lawatan kerja ke Indonesia. Dan pada tanggal 31 Januari 2025, Lecornu menemui Presiden Prabowo Subianto di Hambalang, Bogor, yang mana setelah diskusi ada momen menarik berupa penyerahan kenang-kenangan dari Lecornu ke Prabowo. (more…)
Sebagai bagian dari modernisasi alutsista, pada tahun ini TNI AU akan menerima 25 unit radar pertahanan udara. Persisnya 12 unit radar akan menggantikan radar eksisting, sedangkan 13 unit radar lainnya akan ditempatkan di lokasi baru. Nah, salah dua di antara lokasi baru yang dimaksud adalah di Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan dan di Banjarmasin, Kalimantan Selatan. (more…)
Thales mengumumkan telah melengkapi pod penargetan udara jarak jauh Thales TALIOS (TArgeting Long-range Identification Optronic System) dengan fitur kecerdasan buatan (AI) untuk menyempurnakan pesawat tempur Dassault Rafale. (more…)
Dengan bobot direntang 8.000 sampai 10.000 ton, Multi-Role Combat Vessel (MRCV) untuk Angkatan Laut Singapura (RSN) yang saat ini sedang dibangun oleh ST Engineering Marine, bakal menjelma sebagai kapal perang terbesar di Asia Tenggara, yakni dengan jadwal penyerahan unit perdana pada tahun 2028. Bukan hanya menjadi kapal kombatan terbesar, tapi MRCV juga bakal jadi kapal perang permukaan dengan persenjataan paling canggih di kawasan. (more…)
Airbus Helicopters dan mitranya telah melakukan demonstrasi skala penuh sistem kerja sama wahana berawak-nirawak atau manned-unmanned teaming (MUM-T) system yang dikembangkan sebagai bagian dari proyek yang didanai oleh Uni Eropa dan diberi nama kode MUSHER. (more…)
Lantaran bakal dihuni oleh petinggi negeri ini, maka sistem pertahanan udara pada Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara di Kalimantan Timur akam menjadi prioritas. Sebut saja tentang radar, Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI lewat akun X (d/h Twitter) menyebut bahwa sistem hanud IKN Nusantara akan di-cover oleh radar Ground Control Interception (GCI) Thales GM403, yang notabene akan menjadi radar tercanggih di arsenal Koopsudnas (Komando Operasional Udara Nasional). (more…)
Meski kurang publikasi, ada kabar yang lumayan membanggakan terkait alutsista buatan dalam negeri, yakni rantis serbu lapis baja P6-ATAV (All Terrain Assault Vehicle) produksi PT SSE (Surya Sentra Ekajaya), ikut dipamerkan dalam pameran pertahanan Eurosatory 2024 yang dihelat di Paris, Perancis (17 – 21 Juni 2024). Dalam foto yang beredar di media sosial, P6-ATAV V3 4×4 tampil di Paris lengkap dengan turret RCWS untuk senapan mesin berat kaliber 12,7 mm. (more…)