Pelajaran dari kasus yang dialami Angkatan Laut Thailand dalam mengoperasikan HTMS Chakri Naruebet, menyiratkan bahwa memiliki kapal induk hanyalah langkah awal. Tantangan sebenarnya adalah pada biaya operasional, logistik, pemeliharaan, dan kesiapan awak kapal, yang sering kali jauh lebih besar daripada biaya pembelian. (more…)
Meksi umumnya mendapat sambutan positif dari netizen, namun, rencana akuisisi eks kapal induk Angkatan Laut Italia yang telah dipensiunkan (ITS Giuseppe Garibaldi) untuk TNI AL, turut memicu pro dan kontra di masyarakat. Terlepas dari keunggulan strategis atas kepemilikan kapal induk, pengoperasian kapal induk bisa menjadi sumber masalah bila tak dicermati dengan baik. (more…)
Penandatanganan akuisisi kapal selam S26T oleh Laksamana Jirapol Wongwit, KSAL Thailand di kantor pusat China Shipbuilding and Offshore International di Beijing, pada 16 September 2025.
Jelang pengunduran diri pada bulan Juni lalu, Menteri Pertahanan Thailand, Phumtham Wechayachai menyetujui kesepakatan pengadaan kapal selam diesel listrik berteknologi AIP S26T Yuan class dari Cina yang telah lama tertunda, khususnya setelah kapal selam yang dipesan tidak bisa menggunakan mesin buatan Jerman. (more…)
Sempat dikira Barracuda, kendaraan taktis (rantis) lapis baja milik Korps Brimob yang menabrak dan melindas pengemudi Ojol (Ojek Online) dalam aksi demonstrasi di Pejompongan, Jakarta, pada kamis malam, 29 Agustus 2025, teridentifikasi dari jenis Rimueng. Tak asing dengan identitas ke-Indonesiaan, nama Rimueng diambil dari bahasa Aceh, yang berarti ‘Harimau’. (more…)
Meski belum ada bukti penggunaan howitzer ini dalam konflik bersenjata antara Thailand dan Kamboja, namun, nama M-71 Soltam sempat diperbincangkan, lantaran dikabarkan siap digelar oleh satuan artileri medan Angkatan Darat Thailand. Bukan jenis alutsista baru, tapi debut M-71 Soltam menarik untuk dicermati, khususnya howitzer tarik (towed howitzer) kaliber 155 mm ini telah dioperasikan empat negara di Asia Tenggara. (more…)
Setelah kabar pelibatan untuk pertama kalinya jet tempur Gripen dalam operasi militer ofensif ke basis pasukan Kamboja di perbatasan, kini ada kabar anyar seputar eksistensi pesawat tempur buatan Swedia ini. Melanjutkan rencana sebelumnya, Angkatan Udara Thailand (RTAF) pada tanggal 4 Agustus 2025, secara resmi memilih Gripen E/F sebagai pengganti F‑16 usang mereka. (more…)
Bersama dengan jet tempur Gripen, F-16 Fighting Falcon juga dikerahkan Angkatan Udara Thailand untuk melancarkan serangan presisi ke basis militer Kamboja di perbatasan. Dan terkait serangan udara dari F-16, kabar beredar mengindikasikan penggunaan bom pintar (smart bomb) buatan LIG Nex1, KGGB (Korean GPS-Guided Bomb). (more…)
Meski pernah diikutsertakan dalam operasi militer Unified Protector di Libya pada tahun 2011, namun, baru pada 26 Juli 2025, jet tempur produksi Saab, Swedia, JAS 39 Gripen, dikerahkan dalam operasi militer ofensif. (more…)
Ibarat promosi alutsista baru, Angkatan Darat Thailand mengerahkan jenis senjata artileri terbaru dalam perang di perbatasan untuk menggempur posisi pasukan Kamboja. Yang dimaksud adalah M758 self propelled howitzer (SPH) atau Autonomous Truck-Mounted Guns (ATMG) kaliber 155 mm yang penggelarannya telah diposting secara luas di media sosial. (more…)
Aksi baku hancur masih berlangsung antara militer Thailand dan Kamboja di wilayah perbatasan, setelah terekspos pengerahan Main Battle Tank (MBT) dan beragam jenis artileri berat, ada strategi baru dari militer Thailand yang merilis video serangan udara menggunakan wahana drone copter untuk melepaskan amunisi secara presisi ke pos dan depo amunisi pasukan Kamboja. (more…)