Kemampuan sejumlah jet tempur elite dunia seperti F-22 Raptor, Chengdu J-20, Sukhoi Su-57 hingga F-15EX untuk melenggang mulus di lapisan stratosfer di atas ketinggian 60.000 kaki membawa dimensi baru dalam taktik pertempuran udara modern. Berada di “atap langit” memberikan keuntungan kinematik yang luar biasa karena minimnya hambatan udara. (more…)
Kemampuan Lockheed Martin F-22 Raptor dalam menguasai lapisan stratosfer di atas ketinggian 60.000 kaki (lebih dari 18 kilometer) memang kerap mengundang decak kagum. Namun, di panggung geopolitik dirgantara global, sang pemangsa udara asal Amerika Serikat ini ternyata tidak sendirian. (more…)
Mayoritas jet tempur generasi keempat dan kelima dirancang untuk beroperasi secara optimal pada ketinggian di bawah 50.000 kaki (sekitar 15 kilometer). Namun, ada satu penempur yang mampu melenggang dengan sangat mudah di lapisan stratosfer ekstrem, menembus ketinggian di atas 60.000 kaki (lebih dari 18 kilometer). Pesawat tersebut adalah Lockheed Martin F-22 Raptor milik Angkatan Udara AS (USAF). (more…)
Di tengah perlombaan adopsi teknologi jet tempur generasi kelima yang belum sepenuhnya merata di tingkat global, jagat dirgantara militer kembali dihangatkan mengenai proyek jet tempur generasi keenam Rusia, Mikoyan MiG-41. (more…)
Rusia dilaporkan tengah mengembangkan platform multifungsi tanpa awak – drone (UAV) stratosfer yang diberi nama “Predator”. Drone yang masuk kategori HALE (High Altitude Long Endurance) ini, dirancang untuk menjalankan misi jangka panjang di ketinggian ekstrem dan diproyeksikan mampu menggantikan beberapa fungsi sistem satelit serta sistem berbasis darat. (more…)
Saat era Perang Dingin, Amerika Serikat dengan Lockheed Skunk Works begitu populer dengan aset strategis berupa pesawat intai legendaris U-2 Dragon Lady. Mampu terbang hingga ketinggian 24.000 meter, menjadikan U-2 ‘rajanya’ pesawat yang mampu terbang di ketinggian stratosfer. Meski tak bisa menyamai, namun Uni Soviet pernah meracang pesawat dengan kemampuan serupa U-2, yang disebut Myasishchev M-55 (kode NATO – Mystic-B). (more…)
Tak banyak jet tempur yang mampu beroperasi di ketinggian stratosfer, dan salah satu yang mumpuni untuk terbang di atas 10.000 meter adalah MiG-31K Foxhound milik Angkatan Udara Rusia. Seperti belum lama ini dikabarkan MiG-31K dikerahkan untuk terbang sampai ke orbit rendah Bumi (low Earth orbit) untuk misi mencegat pesawat lawan di wilayah perbatasan. (more…)
Tanda kemenangan (victory marking) pada jet tempur yang pernah terlibat dalam operasi tempur, tentu sudah lazim diperlihatkan sebagai wujud prestasi, seperti victory marking jumlah jet tempur lawan yang berhasil dijatuhkan, atau berapa bom/rudal yang pernah dilepaskan. Nah, bagi F-22 Raptor, baru pada 4 Februari 2023, pertama kalinya jet tempur stealth twin engine itu berhasil menembak jatuh sasaran di udara dalam operasi yang sebenarnya. (more…)
Sebuah balon ketinggian yang diduga milik Cina melayang di atas Billings, Montana pada Rabu, 1 Februari 2023. (Larry Mayer/The Billings Gazette via AP)
Keparnoan alias kecemasan Amerika Serikat pada aktivitas intelijen Cina sudah lazim kita dengar, namun kecemasan bertambah saat diketahui adanya aksi intelijen Cina di wilayah daratan Amerika Serikat (US Soil), setelah sebelumnya mengendus aksi spy Beijing lewat jaringan BTS 5G Huawei dan drone komersial produksi DJI, kini ada kabar terbaru, yakni dugaan balon mata-mata milik Cina telah melintasi wilayah teritorial AS. (more…)
High Altitude Platform Station (HAPS) atau di Indonesia akrab disebut Wahaha Dirgantara Super, telah digadang sebagai instrumen strategis multifungsi, dimana kegunaannya dapat berperan penting dalam lingkup komunikasi sipil dan militer. Bila di Indonesia HAPS baru sebatas wacana, maka Departemen Pertahanan Australia pada 9 Juni lalu merilis, bahwa pihaknya telah sukses meluncurkan apa yang disebut sebagai high altitude balloon ke ketinggian stratosfer. (more…)