
MBDA menggebrak panggung pameran dirgantara ILA Berlin 2026 dengan meluncurkan sistem pertahanan udara (hanud) hibrida yang diberi label DEFENDAIR-DEWS-L. Sistem ini dirancang khusus dengan pendekatan komprehensif untuk menghadapi ancaman kawanan drone yang kian meresahkan di medan perang modern. (more…)

Isu keamanan di kawasan Teluk kembali memanas seiring dengan langkah taktis Uni Emirat Arab (UEA) dalam memitigasi ancaman asimetris yang kian nyata terhadap infrastruktur sipil vital. Angkatan Bersenjata UEA kini dilaporkan resmi mengandalkan sistem pertahanan laser buatan Cina, Guangjian-21A atau Light Arrow-21A, untuk memproteksi Bandara Internasional Dubai dari potensi serangan one-way attack drone yang diluncurkan oleh Iran. (more…)

Perang adalah ‘laboratorium’ uji coba alutsista yang sebenarnya, dan laga di Ukraina adalah wilayah yang memikat untuk maksud tersebut. Terkait penggunaan jenis senjata baru, pihak Ukraina belum lama ini telah mengonfirmasi penggunaan senjata laser untuk mengeliminasi sasara berupa drone milik Rusia. (more…)

Pasukan Bela Diri Darat Jepang (JGSDF) atau Angkatan Darat Jepang mempersembahkan teknologi inovatif, yakni self propelled untuk peperangan elektronik (electronic warfare/EW) laser berdaya tinggi 10 kW. Dikembangkan oleh Badan Akuisisi Pertahanan Jepang, sistem laser canggih ini menandai kemajuan signifikan dalam kemampuan senjata berenergi terarah – directed-energy weapon (DEW) Jepang. (more…)

Perang yang berkobar di Ukraina, dan konflik bersenjata Israel versus Hamas di Timur Tengah, tak pelak mendorong perubahan strategi peperangan masa depan di Indo Pasifik. Sebut saja dalam konflik antara Taiwan dan Cina, kedua pihak membuat perubahan pada pola defensif dan ofensif yang kelak dijalankan. Dalam konteks defensif, maka Taiwan sebagai pihak yang bertahan, disebut bakal mengoptimalkan jenis senjata baru, yaitu senjata laser sebagai hanud titik (point defence). (more…)

Sistem hanud (pertahanan udara) berbasis laser DragonFire produksi Qinetiq yang telah dipesan oleh Australia, belum lama ini dikabarkan telah sukses diuji coba. Qinetiq, kontraktor pertahanan asal Inggris, yang juga dikenal sebagai pemasok target drone untuk Arhanud TNI AD, disebut telah berhasil menembakkan senjata laser berkekuatan tinggi terhadap sasaran udara untuk pertama kalinya. (more…)

Ketika Turki mencapai kemajuan dalam teknologi drone tempur (UCAV), seperti popularitas drone Bayraktar TB2 yang laris manis di pasar ekspor, maka Yunani sebagai negara yang berbatasan langsung dengan Turki, rupanya tidak senang dengan kehadiran Bayraktar TB2. Kerap berseteru soal perbatasan, mendorong inovator dari Yunani menciptakan Minotaur anti drone laser system, atau yang juga disebut sebagai “Bayraktar TB2 Killer.” (more…)

Israel paham bahwa serangan roket dalam jumlah besar yang diluncurkan dalam waktu singkat, sulit dibendung oleh sistem hanud Iron Dome. Tingkat keberhasilan Iron Dome sejatinya masih sangat baik, yakni 90 persen. Namun, selain kewalahan dalam menghadapi kuantitas serangan roket Hamas atau Hizbullah, menjadi perhatian adalah harga per unit rudal Tamir pada Iron Dome yang mencapai puluhan ribuan dollar, tidak imbang dengan harga roket Hamas yang ditaksir per unitnya hanya beberapa ratus dollar. (more…)

Salah satu tantangan dalam adopsi senjata laser adalah biaya yang relatif besar untuk melakukan tembakan, maklum tembakan senjata laser membutuhkan daya listrik yang besar. Lockheed Martin, sebagai salah satu manufaktur pertahanan yang konsisten mengembangkan senjata laser, telah melalukan uji coba sistem senjata laser yang terbilang murah. (more…)

Bagi Negeri Yahudi, lapisan terendah dari sistem pertahanan udara multi-tier Israel adalah Iron Dome dan sistem berbasis laser Iron Beam. Kemudian Tingkat menengah adalah sistem David’s Sling, yang dirancang untuk menembak jatuh proyektil jarak menengah. Sistem jarak terjauh adalah Arrow, yang dirancang untuk mencegat rudal balistik jarak jauh, dan sistem Patriot buatan AS, yang digunakan untuk menembak jatuh pesawat. (more…)