
Di tengah kabar yang menyebut Cina menolak permintaan Israel untuk memasok senjata laser anti drone, ada berita terbaru dari Negeri Xi Jinping, yakni manufaktur senjata Norinco bakal memperkenalkan ranpur VN-22 6×6 dalam varian laser gun. Varian VN-22 terbaru ini diduga akan diperlihatkan ke publik saat pameran dirgantara dan militer Zhuhai Airshow 2024 (12 – 17 November 2024) di di Zhuhai, Guangdong. (more…)

Landing Platform Dock (LPD) Type 071 (Yuzhao class) diklaim sebagai bagian dari elemen kekuatan tempur amfibi Cina, yang ketika berbica tentang mimpi ekspansi Cina, maka nama kapal serbu amfibi berkapasitas besar ini akan menjadi tumpuan besar bagi Angkatan Laut Sang Naga. Dan belum lama ada kabar bahwa unsur senjata di LPD berbobot 25.000 ton ini bertambah, yakni dengan dipasangnya senjata laser. (more…)

Punya kemampuan menjatuhkan drone dengan biaya kurang dari £10 per tembakan, atau hanya sekitar Rp160.000, telah mendorong militer Inggris untuk serius mengaptasi senjata laser untuk misi anti drone, terlebih rangkaian uji coba DragonFire telah menuai sukses dalam beberapa kesempatan. (more…)

Tak mau kecolongan seperti insiden yang terjadi pada tahun 2022, yakni saat sekawanan (lima) drone intai dari Korea Utara berhasil terbang jauh memasuki kawasan Korea Selatan, maka Seoul belum lama ini telah mengumumkan rencana untuk mengerahkan senjata laser berbiaya murah tahun ini untuk menembak jatuh drone Korea Utara yang melintasi wilayah udaranya. (more…)

Perang yang berkobar di Ukraina, dan konflik bersenjata Israel versus Hamas di Timur Tengah, tak pelak mendorong perubahan strategi peperangan masa depan di Indo Pasifik. Sebut saja dalam konflik antara Taiwan dan Cina, kedua pihak membuat perubahan pada pola defensif dan ofensif yang kelak dijalankan. Dalam konteks defensif, maka Taiwan sebagai pihak yang bertahan, disebut bakal mengoptimalkan jenis senjata baru, yaitu senjata laser sebagai hanud titik (point defence). (more…)

Sistem hanud (pertahanan udara) berbasis laser DragonFire produksi Qinetiq yang telah dipesan oleh Australia, belum lama ini dikabarkan telah sukses diuji coba. Qinetiq, kontraktor pertahanan asal Inggris, yang juga dikenal sebagai pemasok target drone untuk Arhanud TNI AD, disebut telah berhasil menembakkan senjata laser berkekuatan tinggi terhadap sasaran udara untuk pertama kalinya. (more…)

Ketika Turki mencapai kemajuan dalam teknologi drone tempur (UCAV), seperti popularitas drone Bayraktar TB2 yang laris manis di pasar ekspor, maka Yunani sebagai negara yang berbatasan langsung dengan Turki, rupanya tidak senang dengan kehadiran Bayraktar TB2. Kerap berseteru soal perbatasan, mendorong inovator dari Yunani menciptakan Minotaur anti drone laser system, atau yang juga disebut sebagai “Bayraktar TB2 Killer.” (more…)

Israel paham bahwa serangan roket dalam jumlah besar yang diluncurkan dalam waktu singkat, sulit dibendung oleh sistem hanud Iron Dome. Tingkat keberhasilan Iron Dome sejatinya masih sangat baik, yakni 90 persen. Namun, selain kewalahan dalam menghadapi kuantitas serangan roket Hamas atau Hizbullah, menjadi perhatian adalah harga per unit rudal Tamir pada Iron Dome yang mencapai puluhan ribuan dollar, tidak imbang dengan harga roket Hamas yang ditaksir per unitnya hanya beberapa ratus dollar. (more…)

Salah satu tantangan dalam adopsi senjata laser adalah biaya yang relatif besar untuk melakukan tembakan, maklum tembakan senjata laser membutuhkan daya listrik yang besar. Lockheed Martin, sebagai salah satu manufaktur pertahanan yang konsisten mengembangkan senjata laser, telah melalukan uji coba sistem senjata laser yang terbilang murah. (more…)

Bagi Negeri Yahudi, lapisan terendah dari sistem pertahanan udara multi-tier Israel adalah Iron Dome dan sistem berbasis laser Iron Beam. Kemudian Tingkat menengah adalah sistem David’s Sling, yang dirancang untuk menembak jatuh proyektil jarak menengah. Sistem jarak terjauh adalah Arrow, yang dirancang untuk mencegat rudal balistik jarak jauh, dan sistem Patriot buatan AS, yang digunakan untuk menembak jatuh pesawat. (more…)