Kekuatan pemukul TNI AL kini memasuki babak baru yang lebih gahar. Bertempat di galangan kapal Muggiano, La Spezia, Italia, Satuan Kapal Eskorta (Satkor) TNI AL secara resmi telah menerima unit kedua kapal kombatan serbaguna PPA (Pattugliatore Polivalente d’Altura) class. Kapal perang canggih ini resmi menyandang nama KRI Prabu Siliwangi 321 dalam upacara serah terima yang berlangsung khidmat pada Senin, 22 Desember 2025. (more…)
Bertempat di galangan kapal Fincantieri di Muggiano, La Spezia, Italia, pada tanggal 2 Juli 2025, telah dilangsungkan upacara serah terima (delivery ceremony) atas fregat PPA MPCS (Multipurpose Combat Ship) KRI Brawijaya 320, yakni dari pihak Fincantieri kepada TNI AL. Dengan upacara penyerahan ini, maka kapal kombatan yang akan menjadi flahgship TNI AL ini rencananya akan dilayarkan dan tiba di Indonesia pada bulan September mendatang. (more…)
Setelah pendanaan tuntas dengan meraih pinjaman dana dari BNP Paribas, maka persiapan pengiriman dua unit kapal perang frigat PPA (Pattugliatore Polivalente d’Altura) Paolo Thaon di Revel class, untuk TNI AL dapat segera berjalan. Dan belum lama ini beredar foto yang sebelumnya dikira ‘editan’, yaitu perubahan nama pada frigat PPA Paolo Thaon di Revel class, dari yang sebelumnya adalah nama kapal perang Angkatan Laut Italia, kini sudah dicat dengan nama kapal perang TNI AL. (more…)
Setelah meluncurkan OPV 90M KRI Raja Haji Fisabilillah 391 pada tanggal 18 September lalu, maka pada hari ini, Jumat, 20 September 2024, galangan swasta nasional PT Daya Radar Utama (DRU) kembali meluncurkan unit kedua OPV 90 pesanan Kementerian Pertahanan (Kemhan) untuk kebutuhan Satuan Kapal Eskorta (Satkor) TNI AL. OPV 90 kedua yang diluncurkan hari ini adalah KRI Lukas Rumkorem 392. (more…)
Setelah tahapan pemotongan plat baja pertama (first steel cutting) pada 26 Agustus 2021, PT Daya Radar Utama (DRU) pada hari ini, 18 September meresmikan peluncuran Kapal perang jenis Offshore Patrol Vessel (OPV) 90M pesanan Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI. Upacara peluncuran kapal kombatan untuk Satuan Kapal Eskorta (Satkor) TNI AL ini dilakukan di fasilitas PT DRU di Lampung. (more…)
Terbilang cepat, sejak prosesi pemberian nama kapal (shipnaming) KRI Bung Karno 369 pada 20 Juni 2022, maka Rabu 19 April 2023, korvet kepresidenan KRI Bung Karno 369 telah resmi diluncurkan oleh KSAL Laksamana TNI Muhammad Ali di galangan pembuat, PT Karimun Anugrah Sejati di Tanjung Uncang Batam, Kepulauan Riau (Kepri). (more…)
Satuan Kapal Eskorta (Satkor) yang terdiri dari elemen frigat dan korvet adalah kunci utama dalam sruktur armada TNI AL. Dengan bekal persenjataan yang modern, sistem komunikasi elektronik dan navigasi ikut menjadi tumpuan dalam keberhasilan operasi di lautan. Dan setelah beberapa waktu lalu beberapa korvet mendapat instalasi Satcom Ku-Band, kini jajaran armada Satkor tengah menguji coba aplikasi yang disebut Geographic Reporting Information Management System (GRIMS) di Tactical Operation Centre Satkor Koarmada II, Surabaya. (more…)
Seperti diwartakan sebelumnya, bahwa Thales kembali memasang dua perangkat elektronik di PKR (Perusak Kawal Rudal) Martadinata Class. Yang dipasang adalah Scorpion 2 dan Vigile 100 radar electronic countermeasure. Keduanya digadang untuk mempersiapkan Martadinata Class untuk tangguh dalam menghadapi peperangan elektronika di lautan. Namun yang menarik, ternyata Scorpion 2 bukan ‘barang’ baru lagi untuk TNI AL, setidaknya sudah ada dua jenis korvet yang sudah mengadopsi Scorpion 2. (more…)
Setelah resmi diluncurkan pada 18 Januari lalu dengan pengukuhan nama sebagai KRI Raden Eddy (RE) Martadinata 331, PKR (Perusak Kawal Rudal) SIGMA Class 10514 pesanan pertama Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI ini dijadwalkan akan diserahterimakan ke penggunanya, yakni Satuan Kapal Eskorta (Satkor) TNI AL pada bulan Januari 2017.
Secara kodrat, korvet Parchim TNI AL punya kemampuan melaksanakan misi AKS (Anti Kapal Selam). Bila dijabarkan lebih detail, tugas korvet buatan Jerman Timur ini tak sekedar memburu, melainkan juga menghancurkan target bawah air. Maka tak heran korvet ini dibekali torpedo, bom laut (depth charge), roket anti kapal selam RBU-6000, dan tentunya perangkat sonar. Namun, musibah yang menimpa KRI Pati Unus 384 di Perairan Belawan sontak mengagetkan kita tentang sosok pemburu kapal selam era Perang Dingin ini.