Tag: SAAB

Saab: Satu Tahun Setelah Kontrak, Jet Tempur Gripen Sudah Bisa Dikirim ke Indonesia

Farnborough-maquete-Gripen-foto-10-Saab

Saat muncul kabar KnAAPO baru dapat memenuhi pesanan Sukhoi Su-35 Indonesia mulai tahun 2018, publik di Tanah Air jadi terhenyak, sebab deployment jet tempur multirole asal Rusia ini bakal membutuhkan waktu yang amat panjang. Di tahun 2018, KnAAPO pun hanya bisa mengirim dua unit Su-35 ke Indonesia. Sehingga bila kontrak dan sistem pembayaran lancar, total 10 unit Su-35 baru akan diterima lengkap pada tahun 2020 – 2022. Sebuah rentang waktu menunggu yang lumayan panjang.
(more…)

AT-4: Senjata Anti Tank Disposable Penggasak Perkubuan Lawan

7

Namanya lumayan kondang dalam jagad senjata penghancur perkubuan dan anti tank, battle proven dalam Perang Teluk dan Perang Afghanistan, inilah AT-4 buatan Saab Bofors Dynamics, Swedia. Tercatat ada 15 negara yang mengoperasikan AT-4. Di Indonesia, sosok AT-4 sempat jadi bahan perbincangan di kalangan pemerhati militer, pasalnya situs Wikipedia menyebut senjata disposable ini telah digunakan TNI. Tapi benarkah Indonesia telah memiliki AT-4? Ataukah hanya isu?
(more…)

RBS-70 NG: Menjajal Simulator Rudal Hanud Supersonic Berpemandu Laser

Penulis dengan simulator RBS 70 NG
Penulis dengan simulator RBS 70 NG

Rudal MANPADS (Man Portable Air Defense System) Saab RBS-70 NG memang tak masuk dalam arsenal Arhanud TNI AD. Namun harus diakui, turunan versi lama RBS-70 hingga kini masih jadi poros kekuatan hanud di Tanah Air, bahkan TNI AD pun telah melakukan upaya upgrade pada stok rudal RBS-70 MK2. Dan dalam kesempatan istimewa, Indomiliter.com berkesempatan menjajal simulator RBS-70 NG saat ajang Singapore Air Show 2016 lalu. Fleksibilitas dan kecepatan deployment menjadi ciri khas rudal buatan Saab Bofors Dynamics, Swedia ini. (more…)

Gelar Satu Skadron Gripen Ke Pangkalan Aju, TNI AU Hanya Butuh Satu C-130 Hercules

Gripen-1

Sebelum bicara taktik dalam keunggulan pertempuran udara, maka lebih dulu harus dipersiapkan urusan logistik secara matang. Tanpa management logistik yang memadai, secanggih apa pun alutsista tak akan menghasilkan output yang efektif saat digunakan. Indonesia dengan wilayah udara yang amat luas, punya pengalaman panjang dalam men-deploy kekuatan udara dari pangkalan utama (home base) ke pangkalan aju. (more…)

Perkuat Surveillance di Perbatasan, Menhan Pesan Drone Rajawali 330

P_20160216_143512

Koleksi drone alias UAV (Unmanned Aerial Vehicle) pesanan untuk TNI dari Kementerian Pertahanan bakal tambah beragam lagi, setelah ada Wulung dan Aerostar, Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu mengungkapkan bahwa pihaknya akan menambah empat unit drone Rajawali 330 produksi PT Bhinneka Dwi Persada (BDP). Sama halnya dengan Wulung dan Aerostar, Rajawali juga mengusung mesin tunggal propeller dengan dimensi yang lebih kecil.

(more…)

GlobalEye: Sistem Radar AEW&C Multimode dengan Extended Range dari Saab

GlobalEye

Pasar pesawat intai maritim di Indonesia masih terbuka lebar, khususnya sebagai calon pengganti Boeing 737 Surveillance Patmar (Patroli Maritim) Skadron Udara 5 TNI AU yang kondang dengan radar SLAMMR (Side Looking Airborne Multi Mission Radar). Mengingat tiga unit Boeing 737 Patmar TNI AU sudah digunakan sejak tahun 1982, maka dirasa perlu untuk mengganti sistem radar airborne yang mumpuni berbekal teknologi AEW&C (Airborne Early Warning & Control) terbaru. (more…)

Melihat Skema Combat Radius (Calon) Jet Tempur Baru TNI AU

SEA-Aust-Map-2JA

Disamping kecanggihan sistem navigasi, kecepatan maksimum, dan dukungan persenjataan, faktor combat radius adalah elemen penting dalam pemilihan tipe jet tempur baru TNI AU. Dengan kondisi geografis Indonesia yang begitu luas, maka jangkauan kemampuan terbang dan combat radius begitu vital dicermati. Dengan combat radius yang maksimal, maka kehadiran kekuatan udara dapat menjangkau hotspot secara optimal. Tak pelak urusan combat radius menjadi bagian dari efek deteren dari kekuatan udara. (more…)

Saab Double Eagle MKIII: Robot Pendeteksi dan Penghancur Ranjau Laut

MDS-cover

Di bulan Februari lalu, pimpinan TNI AL pernah mengungkapkan rencana untuk memensiunkan kapal penyapu ranjau jenis Tripartite Class, KRI Pulau Rengat 711 dan KRI Pulau Rupat 712. Jadi pertanyaan bagi banyak orang, pasalnya Tripartite Class adalah kapal penyapu ranjau andalan Satran (Satuan Kapal Ranjau) TNI AL saat ini. Memang usianya pengadiannya sudah 28 tahun, tapi secara teknologi Tripartite Class masih jauh lebih maju dan modern ketimbang kapal penyapu ranjau eks Jerman Timur, Kondor Class. (more…)

Saab Dukung Implementasi Data Link dan Interoperability di Lingkup Kodal TNI

P_20151110_162221

Interoperability menjadi kata yang kerap mudah diucapkan dalam bahasan dunia militer. Indikator kemajuan militer suatu negara, salah satunya dapat diukur dari kemampuan membangun data link dan interoperability diantara perangkat alutsista yang dioperasikan. Tapi faktanya, mewujudkan interoperability adalah sebuah tantangan besar, terlebih bila sedari awal perangkat yang digunakan berasal dari beberapa vendor berbeda. Hal inilah yang menjadi pekerjaan rumah bagi TNI untuk bisa dicarikan solusinya. (more…)

USV SAM-3: Drone Laut Penyapu Ranjau Yang Battle Proven

sam3-explosion

Belum lama berselang, pihak Saab Kockums mengadakan presentasi di Mabes TNI AL tentang solusi teknologi penyapu ranjau. Penawaran alutsista penyapu ranjau asal Swedia ini tentu karena ada peluang, pasalnya TNI AL memang punya niatan memensiunkan kapal penyapu ranjau Tripartite Class (KRI Pulau Rengat 712 dan KRI Pulau Rupat 712). Sebagai gantinya TNI AL berencana membeli dua unit kapal penyapu ranjau baru. (more…)