
Siapa yang tak kenal dengan AIM-64 Phoenix, rudal udara ke udara jarak jauh produksi Hughes Aircraft (sekarang – Raytheon) ini begitu fenomenal debutnya pada dekade 80/90-an. Rudal ini begitu spesial, lantaran hanya mampu diluncurkan dari jet tempur F-14 Tomcat. Punya bobot mencapai 470 kg, Phoenix menjadi salah satu rudal udara ke udara terberat dan tercepat yang pernah diciptakan. Bahkan nama Phoenix begitu harum, karena mampu menyabet air-to-air kills sampai 62 kali selama Perang Iran-Irak. (more…)

Serangkaian uji coba rudal hipersonik Rusia Avangard dan terakhir parade militer Cina yang menampilkan drone hipersonik pada Perayaan Hari Nasional Republik Rakyat Cina, 1 Oktober 2019, rupanya telah membuat Pemerintah Jepang gusar. Ditambah lagi ada kabar bahwa Korea Utara dengan dukungan Cina ikut mengembangkan rudal balistik hipersonik, Cina sendiri sudah aktif menggelar rudal balistik hipersonik, seperti Stonefish yang mampu mengancam kapal induk Amerika Serikat. (more…)

Bila 1 Oktober di Indonesia diperingati sebagai Hari Kesaktian Pancasila, maka di Cina 1 Oktober dirayakan sebagai Hari Nasional Republik Rakyat Cina, menyiratkan 70 tahun Partai Komunis berkuasa sejak 1949. Pada perayaan tahunan yang digelar di Beijing, sudah menjadi tradisi dipamerkan defile alutsista tercanggih dari militer Cina. Dan pada 1 Oktober 2019, dihadapan Presiden Cina Xi Jinping, publik dunia dikejutkan dengan ditampilkannya rudal balistik (nuklir) berkemampuan hipersonik DF-17. (more…)

Meski terdengar kurang realistis, nama sistem hanud Terminal High Altitude Area Defense (THAAD) besutan Lockheed Martin kerap disebut netizen bakal menjadi alutsista artileri pertahanan udara TNI di masa depan. Mampu melesat hingga ketinggian 150 km dengan kecepatan lebih dari Mach 8, menjadikan rudal THAAD menjadi ujung tombak Amerika Serikat untuk menangkal serangan rudal balistik sebelum mencapai atmosfer. (more…)