
Nun jauh di Timur Tengah, Yordania yang dikenal sebagai salah satu negara sabahat Indonesia, punya kisah sukses tersendiri dalam pengembangan alutsista produksi dalam negeri. Berangkat dari eskalasi yang terjadi di negara tetangganya, menjadikan sosok Negeri Raja Abdullah II ini harus kreatif untuk kemandirian industri alutsista, terutama dalam menghadapi peperangan lawan tank dan kendaraan lapis baja yang suatu waktu dapat meletus di perbatasan. (more…)

Sebagian dari netizen di Tanah Air mungkin telah mengenal AV8 Gempita 8×8 sebagai panser IFV (Infantry Fighting Vehicle) tercanggih kedua di Asia Tenggara. Panser produksi FNSS Savunma Sistemleri, Turki, yang lisensi produksinya telah didapatkan Malaysia, memang utamanya dipersenjatai kanon M242 Bushmaster kaliber 25 mm. Namun ada kabar belum lama ini bahwa panser dengan kubah Sharpshooter ini telah ditambahkan persenjataannya dengan rudal anti tank ZT35 Ingwe buatan Denel Dynamics, Arfika Selatan. (more…)

Sampai saat ini belum pernah terdengar kabar bila rudal anti tank AT-5 Spandrel pernah diuji tembak oleh Korps Marinir, padahal inilah salah rudal anti tank pertama yang dimiliki TNI. Bahkan sampai saat ini sosok peluncurnya selalu terlihat terpasang pada bagian atas kubah ranpur BVP-2. Entah apakah saat ini rudalnya masih dalam kondisi aktif atau tidak, namun AT-5 Spandrel tetaplah jenis rudal yang menarik, lantaran rudal yang dirilis di era Uni Soviet ini punya sifat kebal di jamming. (more…)

Saat kami menurunkan artikel tentang rontoknya MBT (Main Battle Tank) Leopard 2A4 Turki oleh rudal TOW 2 di Al Bab, Suriah, beberapa pembaca Indomiliter.com di kolom komentar menanyakan tentang sistem pemandu BGM-71 TOW 2 yang mengacu pada SACLOS (Semi Automatic Command to Line-of-Sight) dengan wire guided. Ya dengan wire guided artinya rudal dipandu lewat media kabel. Kedengarannya terasa janggal, bagaimana mungkin rudal yang meluncur 300 meter per detik dan melesat sampai ribuan meter namun dipasangi untaian kabel. (more…)

Keperkasaan MBT (Main Battle Tank) Leopard 2A4 mungkin tak usah diragukan lagi, bahkan tank asal Jerman dengan bobot 60-tonan ini juga telah menjadi ikon kekuatan Kavaleri TNI AD. Namun berita dari Timur Tengah beberapa hari lalu seolah ‘menodai’ keangkeran Sang Leopard. Pangkal musababnya adalah rontoknya 10 unit Leopard 2A4 AD Turki oleh senjata anti tank/ATGM (Anti Tank Guided Missile) yang dioperasikan militan ISIS di daerah Al Bab, Suriah. (more…)

Meski pengadaannya berjalan lambat, adopsi rudal anti tank dalam beberapa tahun belakangan mulai menjadi perhatian untuk unit tempur di darat. Sebut saja infanteri TNI AD kini telah mengoperasikan rudal anti tank Saab NLAW dan FGM-148 Javelin. Sementara Marinir TNI AL sejak kedatangan ranpur IFV (Infantry Fighting Vehicle) BVP-2 mulai mengoperasikan rudal anti tank AT-5 Spandrel. Dan di era IFV terbaru BMP-3F, Kavaleri Marinir pun menggunakan 9M117M1 Arkan.
(more…)

Rudal anti tank yang mampu diluncurkan dari helikopter masih jadi barang langka bagi militer Indonesia. Satu-satunya yang ada yakni AT-9 milik Puspenerbad TNI AD yang dipasang pada heli serbu Mil Mi-35P Hind buatan Rusia. Namun, jika tak ada pergeseran jadwal, bersama dengan datangnya pesanan delapan unit AH-64E Apache Guardian pada tahun 2017, maka Indonesia akan mengoperasikan rudal AGM-114R3 Hellfire, rudal taktis udara ke permukaan, yang salah satu perannya sebagai tank killer. (more…)

Buat Russian Fans Boy pastinya mahfum dengan sosok rantis satu ini. Selain lekat dengan sentuhan memori era orde lama, rantis jip GAZ-69 punya arti tersendiri bagi perkembangan kendaraan off road 4×4 di Tanah Air. Meski sudah lama pensiun dari kedinasan, hingga kini GAZ-69 terbilang laris sebagai memorabilia. Debutnya tak sebatas sebagai rantis angkut personel, di negeri asalnya GAZ-69 bahkan dirancang sebagai platform peluncur rudal anti tank. (more…)

Setelah melewati seleksi yang melibatkan CMI (Cockerill Maintenance & Ingenierie SA Defense) dari Belgia, OTO Melara dari Italia, dan Denel Land System dari Afrika Selatan. Akhirnya PT Pindad pada September 2014 lalu memutuskan vendor yang dipercaya untuk memasok meriam pada proyek medium tank adalah CMI. Penunjukkan CMI juga mencakup perjanjian kerjasama PT Pindad untuk memproduksi secara lisensi kubah meriam CSE 90LP (low pressure) dan CT-CV 105HP (high pressure). (more…)

Gelaran HUT TNI Ke-69 di Dermaga Koarmatim Surabaya, Jawa Timur (7/10), masih menyisakan decak kagum bagi warga di Tanah Air. Sesuai janji panitia, sebagian besar alutsista dihadirkan dalam wujud defile besar-besaran. Bagi pemerhati alutsista, kehadiran tipe-tipe alat perang yang dipamerkan sudah bisa ditebak sejak lama. Tapi nyatanya ada satu jenis alutsista yang lolos dari pantauan, dan ranpur ini memang baru mendarat sekitar H-7 lewat layanan cargo di bandara Soekarno Hatta. Uniknya, awal terendusnya sosok alutsista ini lebih banyak membuat ‘kaget’ ketimbang rasa bangga. (more…)