
Bertepatan dengan momen Hari Pahlawan, pada 10 November 2017 bertempat di Base Ops, Lanud Halim Perdanakusuma, prototipe pesawat pertama N219 karya anak bangsa hasil kerjasama PT Dirgantara Indonesia (PT DI) dan LAPAN diberikan nama oleh Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo. Pemberian nama “Nurtanio” diambil dari nama Laksamana Muda Udara (Anumerta) Nurtanio Pringgoadisuryo yang telah merintis pembuatan pesawat terbang di Tanah Air sejak tahun 1946. (more…)

Meski telah dituangkan dalam kesepakatan, kerja sama antara Korea Selatan dan Indonesia untuk produksi jet tempur generasi 4.5 KFX/IFX terbilang banyak menghadapi tantangan, poin terbesarnya adalah merujuk ke pendanaan dan izin lisensi yang belum diberikan oleh Amerika Serikat selaku penyuplai jeroan di pesawat tempur masa depan tersebut. Harapan tentu harus dijunjung setinggi langit, namun belum lama tersiar kabar bahwa karena ‘faktor’ Indonesia proyek KFX/IFX mungkin mengalami penundaan (lagi). (more…)

Sejak tahun 2000, TNI AL tak lagi mengoperasikan helikopter AKS (Anti Kapal Selam), pasca dipensiukannya Westland Wasp karena usianya telah uzur. Dan kini setelah 17 tahun berselang, Pusat Penerbangan Angkatan Laut (Puspenerbal) kini telah memiliki helikopter AKS keluaran terbaru, AS565 MBe Panther yang hari ini (29/9) secara resmi diserahkan oleh pihak PT Dirgantara Indonesia (PT DI) kepada TNI AL di fasilitas Hanggar Rotary Wing PT DI di Bandung, Jawa Barat. (more…)

Dari aspek udara, acara puncak HUT TNI Ke-72 pada 5 Oktober mendatang di Dermaga Indah Kiat, Cilegon, Banten, dijadwalkan juga akan dimeriahkan dengan penampakkan dua helikopter AKS (Anti Kapal Selam) AS565 MBe Panther pesanan Kementerian Pertahanan untuk Puspenerbal TNI AL. Selain AH-64 Apache, kemunculan helikopter ini menjadi sesuatu yang amat ditunggu, mengingat Indonesia tertinggal dari Australia, Singapura, Malaysia dan Thailand dalam kepemilikan helikopter AKS. (more…)

Di Indo Defence 2016 lalu, BUMN Strategis PT Dirgantara Indonesia (PT DI) dan PT Jala Berikat Nusantara Perkasa (PT Jala) telah merilis rantis serbu ringan yang diberi label ILSV (Indonesia Light Strike Vehicle). Salah satu yang menarik dari pengembangan rantis tersebut, bahwa sasis dan mesin yang digunakan berasal dari Toyota Hilux. Dan, ternyata jauh di Tanah Britania, Jankel Armouring LTD malahan belum lama ini turut menghadirkan rantis serbu yang juga menggunakan basis Toyota Hilux. (more…)

Sampai saat ini NC-212 Aviocar masih menempati posisi sebagai produk terlaris PT Dirgantara Indonesia, dengan total unit yang telah dibuat mencapai 105 pesawat untuk pasar domestik dan ekspor. Dan diantara pemesan dari dalam negeri, tiga matra TNI dan Polri telah menjadikan sosok NC-212 sebagai standar pesawat angkut ringan, tak kurang pesanan dari Kementerian Pertahanan (Kemhan) untuk TNI sudah mencapai 33 unit. (more…)

Bila diibaratkan perolehan suara dalam Pilkada, maka Sikorsky S-70i Black Hawk bisa disebut menang dalam satu putaran. Dalam polling ke-15 yang digelar Indomiliter.com mulai 25 Maret – 25 April 2017, varian internasional dari helikopter UH-60M Black Hawk ini mendulang suara 55,58% dari total 2.429 responden, menjadikan Black Hawk yang bermesin ganda didapuk sebagai helikopter yang paling diunggulkan sebagai platform baru helikopter angkut sedang multirole untuk kebutuhan TNI. (more…)

Apa yang menarik dari keberadaan pesawat intai maritim? Sebagaian besar orang mungkin akan merujuk pada sosok radarnya, khususnya pada radar intai maritim yang menjadi pananda asasi dari sang pesawat. Umumnya radar intai maritim dibungkus dome (kubah) yang mencolok perhatian. Dan bicara tentang update radar intai maritim, platform CN-235 220 MPA (Maritime Patrol Aircraft) produksi PT Dirgantara Indonesia (PT DI) menjadi yang paling dominan di Tanah Air, setelah TNI AU dan TNI AL menjadi operatornya. Dan menapaki jejak radar intai maritim pada CN-235 220 MPA, setidaknya sudah ada tiga tipe radar intai yang digunakan. (more…)

Usianya tergolong sepuh untuk kelas alutsista strategis, pengadaannya boleh dikata seumuran F-5 E/F Tiger II yang kini sudah di grounded oleh TNI AU. Meski sudah hadir sejak awal tahun 80-an, pesawat Intai Maritim Boeing 737-200 (2X9) Camar Emas Skadron Udara 5 TNI AU faktanya masih terus dioperasikan, kesaktian pesawat yang terkenal dengan teknologi SLAMMR (Side Looking Airborne Modular Multi Mission Radar) justru mendapat peningkatan kemampuan yang signifikan, bahkan sensor terbaru yang dipasang membuatnya punya kehandalan setara pesawat intai maritim tercanggih, Boeing P-8 Poseidon. (more…)

Dalam polling Indomiliter.com yang sedang berjalan saat ini terdapat nama helikopter yang terbilang kurang populer, apalagi jika dikaitkan dengan kelas helikopter angkut sedang serbaguna (multirole) – Medium-Lift Utility Helicopter – yang tengah dilirik TNI. Tapi inilah Leonardo AW139M yang dari aspek teknis kami anggap layak disandingkan dengan H225M Caracal dan Sikorsy S-70i Black Hawk. AW139M sendiri pada dasarnya merupakan versi militer dari AW139, dan di Indonesia AW139 telah dikenal sebagai helikopter tercanggih dengan kemampuan endurance tertinggi yang dimiliki BASARNAS (Badan SAR Nasional).
(more…)