Buntut dari Operasi “Jaring Laba-laba” (Operation Spider’s Web) pada 1 Juni 2025, membuka tabir kerawanan pangkalan udara strategis Rusia, meski jaraknya sangat jauh dari perbatasan, Ukraina mampu melancarkan serangan swarn drone secara klandestin dengan memanfaatkan simpul-simpul proxy di dalam negeri Rusia itu sendiri. (more…)
Kreativitas ala perang dingin kembali mengemuka, salah satunya adalah Rusia yang tengah mempertimbangkan penggunaan basis pesawat komersial Tupolev Tu-214 sebagai pembawa/peluncur rudal jelajah udara ke permukaan jarak jauh Kh-101 ALCM (Air Launched Cruise Missile). (more…)
Laksana jet tempur yang memasuki zona pertahanan udara lawan, rudal jelajah udara ke permukaan berdesain stealth Kh-101 belum lama ini terekam video amatir tengah melepaskan umpan (decoy) berupa flare sesasat sebelum menghantam sasaran. Peluncuran rudal Kh-101 dalam video ini adalah bagian dari aksi balasan Rusia atas serangan swarm drone Ukraina yang menyerang beberapa basis pangkalan pembom strategis Rusia pada 1 Juni 2025. (more…)
Seiring dengan perubahan standar alutsista Ukraina, yakni dari standar Soviet ke standar Barat/NATO, maka perlahan mulai menyentuh pada elemen senapan serbu, yang salah satunya dengan hadirnya FLARM F4, yakni senapan serbu kaliber 5.56×45 mm yang mengadopsi desain dasar Colt AR-15. (more…)
Serangan swarm drone Ukraina dalam Operasi “Jaring Laba-laba” rupanya mendapat perhatian serius dari Amerika Serikat, pasalnya apa yang menimpa pada puluhan pembom strategis Rusia, sangat mungkin dapat menimpa aset pembom strategis milik Angkatan Udara AS (USAF). (more…)
Setelah serangan swarm drone besar-besaran dalam Operasi “Jaring Laba-laba” yang menargetkan beberapa pangkalan pembom strategis Rusia, Ukraina diwartakan kembali melakukan serangan dengan wahan tanpa awak bawah air – Unmanned Underwater Vehicle (UUV) kamikaze yang menargetkan struktur atau pilar dari Jembatan Krimea (Kerch Bridge), yang menghubungkan Rusia dengan Semenanjung Krimea. (more…)
Pasca serangan swarm drone quadcopter FPV (First Person View) dalam operasi “Jaring Laba-laba” (Operation Spider’s Web), netizen global masih dihantui pertanyaan besar, seperti mungkinkah operasi sekenat ini murni dilakukan oleh intelijen Ukraina, dan bagaimana teknik serangan yang dilakukan jauh di dalam wilayah Rusia dapat berlangsung tanpa terdeteksi. (more…)
Operasi “Jaring Laba-laba” (Operation Spider’s Web) yang melibatkan ratusan drone FPV (First Person View) telah membuat kerugian besar bagi militer Rusia. Lantaran dilakukan jauh di dalam wilayah Rusia, maka Ukraina membutuhkan persiapan yang matang dalam serangan ini, yang salah satunya melengkapi drone dengan teknologi kecerdasan buatan. (more…)
Ibarat serangan Pearl Harbor, Rusia pada 1 Juni 2025 menerima serangan drone paling masif dan destruktif sepanjang berlangsungnya konflik yang meletus pada Februari 2022. Persisnya, Ukraina melancarkan serangan jauh ke dalam wilayah Rusia dalam Operasi “Jaring Laba-laba” (Operation Spider’s Web). (more…)
Menimbang eskalasi yang terjadi dalam perang di Ukraina, Perancis kini tengah menjajaki kemungkinan untuk menciptakan rudal balistik darat jarak menengah baru (medium-range ground-based ballistic missile/MRBM) yang mampu menyerang target pada jarak lebih dari 2.000 km. (more…)