
Sejatinya tidak ada yang menginginkan terjadinya perang nuklir, namun bila itu sampai terjadi, maka negara-negara pemangku senjata nuklir harus bersiap untuk skenario terburuk. Dengan ketegangan yang kunjung mereda akibat perang di Ukraina, ada kabar bahwa Rusia kini mulai memproduksi secara massal shelter perlindungan khusus. (more…)

Prestasi di medan perang bukan hanya milik prajurit, dan patriotisme warga sipil bisa berbuah pencapaian besar, seperti belum lama ini dilakukan oleh mantan guru taman kanak-kanak (TK) dari Ukraina yang berhasil menembak jatuh rudal jelajah jarak jauh Kh-101 milik Rusia. (more…)

Mulai digunakan pada awal invasi Rusia ke Ukraina, kemampuan drone kamikaze (loitering munition) Shahed-136 terus disempurnakan. Bukan hanya saja oleh Iran, Rusia yang memproduksi Shahed-136 di dalam negeri dengan nama Geran 2 dilakukan modikasi, khususnya pada aspek akurasi, mengingat Shahed-136 adalah drone jarak jauh yang navigasi utamanya mengandalkan global navigation satellite system (GNSS). (more…)

Meski terdengar ganjil, namun ada kabar bahwa pasukan Rusia digaris depan pertempuran justru menggunakan ranpur (kendaraan tempur) lapis baja rampasan dari Ukraina. Yang dimaksud adalah IFV M2A2 Bradley buatan BAE Systems yang didonasikan 62 unit oleh Amerika Serikat untuk Ukraina dan saat ini sebagian berada di tangan Rusia. (more…)

Perang lumrah dimanfaatkan sebagai ajang uji coba atas produk alutsista terbaru yang belum terbayangkan bakal benar-benar digunakan dalam operasi militer. Seperti adopsi MartinUAV V-Bat, drone VTOL (Vertical Take-Off Landing) berdesain revolusioner yang telah diuji coba sejak tahun 2019, rupanya diam-diam telah digunakan oleh Ukraina untuk misi intai guna mengetahui posisi kedudukan artileri Rusia. (more…)

Disebut sebagai “Iron Mess” atau “Iron Turtle”, kemunculan Main Battle Tank (MBT) T-72 Rusia dengan perisan lapis baja berukuran besar yang menutupi bagian kubah (turret), telah membetot perhatian dunia, pasalnya dengan perisai sedemikian besar, maka bukan saja garis pandang pengemudi tank yang berkurang, melainkan turret dan laras meriam tidak dapat digerakkan dan hanya dapat melepaskan tembakan ke arah depan. (more…)

Setelah pengakuan awak Main Battle Tank (MBT) M1A1 Abrams Ukraina yang dituangkan dalam berita oleh Business Insider (8/5/2024), yang menyebut mereka tidak menemukan keunggulan Abrams dalam pertempuran ‘tank-on-tank’ atau tank lawan tank, kini ada lagi kabar yang mungkin bisa membuat Pentagon meradang, yakni komentar dari awak MBT Abrams Ukraina yang menyebut bahwa MBT yang battle proven di Perang Teluk itu justru membuat nyawa pasukan Ukraina yang mengawakinya terancam. (more…)

Kesadaran situasional (situasional awareness) sangat dibutuhkan oleh prajurit yang berada di garis depan peperangan, dalam konteks ancaman drone, teknologi anti drone sudah banyak ditawarkan, namun belum tentu produk yang paling canggih menjadi yang paling tepat untuk prajurit. Seperti prajurit Rusia di garis depan, justru lebih merasa ‘nyaman’ dengan mengandalkan konsol detektor berbentuk ala handy talky. (more…)

Jauh dari surut, perang Rusia versus Ukraina yang telah memasuki tahun ketiga justru kian berkobar. Dan di antara jenis senjata yang masif digunakan adalah penggunaan artileri medan oleh kedua belah pihak. Bila Ukraina sepenuhnya mengandalkan pasokan dari negara-negara Barat, maka Rusia berupaya menggenjot produksi amunisi artileri dari dalam negeri. Mengingat jalannya peperangan yang intens, maka menjadi pertanyaan, berapa banyak amunisi yang diproduksi Rusia? Serta berapa kocek yang dibutuhkan untuk memproduksinya. (more…)

Meski tidak menyebut jumlah, Kalashnikov Concern lewat siaran pers pada 24 Mei 2024, menyatakan telah mengirim sejumlah besar rudal pertahanan udara (hanud) 9M333 ke angkatan bersenjata Rusia, yakni berdasarkan pesanan Kementerian Pertahanan tahun anggaran 2024. Sebagai rudal hanud jarak pendek – Short Range Air Defence (SHORAD), 9M333 dirancang untuk melengkapai sistem hanud Strela-10M3. (more…)