
Untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak, pagi hari ini (29/10/2020) waktu setempat, sebuah jet tempur F-5E milik AU Taiwan yang sedang dalam misi latihan dilaporkan jatuh di lepas pantai kawasan Taitung. Meski pilot berhasil melontarkan diri dan selamat, namun kondisinya tidak sadarkan diri ketika ditemukan oleh tim SAR. (more…)

Rudal battle proven yang satu ini layak disebut sebagai “ground radar killer,” lantaran kerap diandalkan sebagai pembuka serangan udara Amerika Serikat/NATO dalam misi penghancuran stasiun radar permukaan lawan. Lantaran punya kemampuan khusus, hanya negara-negara terpilih yang mendapat restu dari Washington untuk bisa memikiki AGM-88B HARM (High speed Anti Radiation Missile). Dan seputar AGM-88 yang fenomenal dalam konflik di Teluk, Kosovo dan Libya, kini ada kabar anyar tentang varian terbaru AGM-88, yaitu AGM-88G AARGM-ER (Advanced Anti-Radiation Guided Missile-Extended Range). (more…)

Bila TNI AU kini tengah menggenjot proyek upgrade eMLU (enhanced Mid Life Upgrade), yaitu keseluruhan dari 10 unit F-16 A/B Block15 OCU agar dapat tuntas pada tahun 2020 ini, maka dari negera asal Sang Elang Penempur, disebutkan AU AS (USAF) tengah memulai program upgrade pada stock F-16 eksisting agar dapat dipasangi radar berteknologi AESA (Active Electronically Scanned Array) dari jenis AN/APG-83 Scalable Agile Beam Radar (SABR) produksi Northrop Grumman. (more…)

Meski jet-jet tempur baru bermunculan, namun ada satu sosok jet tempur yang masih terus dipertahankan oleh beberapa negara, salah satunya adalah F-5 E/F Tiger II. Seperti Thailand, Korea Selatan dan Taiwan, masih menjadikan Sang Macan sebagai postur kekuatan udara, meskipun ketiga negara tersebut sudah menggunakan jet tempur yang lebih baru dan modern. Harus diakui, pesona F-5 masih menggigit sampai saat ini, termasuk Iran yang melakukan reverse engineering atas stok F-5 yang masih beroperasi. (more…)

Bila AU Australia (RAAF) baru akan mengoperasikan drone intai HALE (High Altitude Long Endurance) MQ-4C Triton pada tahun 2023, maka lain hal dengan AL Amerika Serikat (US Navy), dimana kini telah mulai menggelar MQ-4C Triton di Lanud Andersen, Guam, Pasifik Barat. (more…)

Kabar duka datang Angkatan Udara Amerika Serikat, kamis pagi, 27 Januari 2020, sebuah pesawat komunikasi udara, E-11A BACN (Battlefield Airborne Communications Node) dengan nomer registrasi 11-9358 dilaporkan telah jatuh dan terbakar di Ghazi, Afghanistan, dimana wilayah tersebut dikuasai oleh milisi Taliban. Meski belum ada keterangan resmi dari AU AS, beberapa media internasional menyebut pesawat yang total lost tersebut turut menewaskan seluruh awaknya. (more…)

Sebagai jet tempur yang terlahir di dekade 70-an, antara F-16 Fighting Falcon dan F/A-18 Hornet punya kisah dan reputasi tersendiri, meski sama-sama digunakan militer Amerika Serikat, F-16 melesat sebagai representatif dari angkatan udara, sedangkan F-18 sebagai representatif dari kekuatan udara AL AS. Namun dalam menyikapi dinamika peperangan elektronika, rupanya strategi F-16 dan F/A-18 sedikit beda. (more…)

Seperti telah disebutkan pada artikel sebelumnya, KSAU Marsekal TNI Yuyu Sutisna dalam kunjungannya di Lanud Roesmin Nurjadi, Pekanbaru, telah menyebutkan bahwa TNI AU akan mendatangkan dua skadron F-16 Viper Block 72 dari Lockheed Martin. Atas berita tersebut, netizen lantas bertanya, apakah nantinya Indonesia juga akan membeli paket persenjataan yang lengkap untuk armada Viper? (more…)

Di Asia Tenggara, Indonesia dikenal sebagai negara penggguna kapal selam dan kapal perang berpeluru kendali pertama, namun Singapura juga berhak mendapat label yang pertama di Asia Tenggara, yaitu dalam kepemilikan dan pengoperasian pesawat intai berkualifikasi Airborne Early Warning and Control (AEW&C). Persisnya 111 Squadron “Jaeger” yang berpangkalan di Lanud Tengah, sejak 1987 telah mengoperasikan empat unit “mini AWACS” E-2C Hawkeye produksi Northrop Grumman. Setelah itu, barulah Thailand yang ikutan menggunakan pesawat AEW&C dengan mengusung Saab 340 Erieye pada tahun 2012. (more…)

Mike Pence, orang nomer dua dari Negeri Uwak Sam baru saja meninggalkan Indonesia setelah melakukan kunjungan kenegaraan selama tiga hari. Diantara banyak hal yang menjadi topik pembicaraan dengan pemerintah RI adalah pada sektor pertahanan, khususnya pengadaan alutsista. Selain dalam waktu dekat TNI akan menerima kedatangan helikopter serbu AH-64 Apache, masih ada sisa lima unit F-16 C/D Block 52ID yang akan tiba akhir tahun ini. Tentang armada F-16 C/D, pemerintah RI terbilang serius untuk melengkapi Sang Elang Penempur dengan jenis rudal terbaru dan sensor mutakhir. (more…)