Adopsi laser sebagai bagian dari elemen pertahanan udara (hanud) kini menjadi acuan pengembangan oleh beberapa manufaktur alutsista. Dari basis teknologi tinggi, nilai kontrak pengembangan dan pengadaan di lini senjata laser tak pelak ikut mendorong inovasi yang diluncurkan, baik implementasi di segmen hanud permukaan (darat) dan hanud kapal perang. (more…)
Tugas penerbang tempur di masa depan nampaknya jauh lebih ringan, selain ada drone pendamping, kelak juga akan ada drone yang bisa meladeni pertempuran udara ke udara, alias drone yang dimaksud dapat melepaskan rudal udara ke udara. Dengan demikian angkatan udara dapat meminimalisir jatuhnya korban jiwa dalam suatu operasi. (more…)
Selain Brasil, Thailand, Korea Selatan dam Taiwan, Amerika Serikat ternyata masih gigih untuk mempertahankan operasional jet tempur legendaris F-5 Tiger. Tentunya bukan sebagai jet tempur utama, melainkan sampai saat ini keberadaan F-5 masih terus dipertahankan sebagai pesawat latih bagi Angkatan Laut dan Korps Marinir Amerika Serikat. Pesawat produksi Northrop Grumman ini pun mendapat tempat ‘abadi’ sebagai pesawat lawan (aggressor) dalam latihan tempur udara. (more…)
Era robotisasi pelan namun pasti menjalar ke dunia sistem senjata anti kapal selam, salah satu indikasinya adalah pelibatan drone dalam misi atau operasi pencarian kapal selam. Setelah General Atomics Aeronautical Systems dan Angkatan Laut Amerika Serikat, berhasil melakukan uji coba peluncuran sonobuoy dari drone MQ-9A Reaper Block 5, maka ada kabar lanjutan dari dunia drone, dimana kemampuan serupa kini bisa dijalankan oleh drone copter. (more…)
Sistem proteksi anti serangan rudal sudah menjadi kelengkapan yang lumrah melengkapi pesawat Kepresidenan. Bila pesawat Kepresidenan RI mengacu pada teknologi CAMS (Civilian Aircraft Missile Protection System) yang dikembangkan Saab dan Innoviator Flight Science, maka lain halnya dengan Mesir, yang mempercayakan sistem perlindungan anti rudal pada solusi dari LAIRCM dari Northrup Grumman. (more…)
Untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak, pagi hari ini (29/10/2020) waktu setempat, sebuah jet tempur F-5E milik AU Taiwan yang sedang dalam misi latihan dilaporkan jatuh di lepas pantai kawasan Taitung. Meski pilot berhasil melontarkan diri dan selamat, namun kondisinya tidak sadarkan diri ketika ditemukan oleh tim SAR. (more…)
Rudal battle proven yang satu ini layak disebut sebagai “ground radar killer,” lantaran kerap diandalkan sebagai pembuka serangan udara Amerika Serikat/NATO dalam misi penghancuran stasiun radar permukaan lawan. Lantaran punya kemampuan khusus, hanya negara-negara terpilih yang mendapat restu dari Washington untuk bisa memikiki AGM-88B HARM (High speed Anti Radiation Missile). Dan seputar AGM-88 yang fenomenal dalam konflik di Teluk, Kosovo dan Libya, kini ada kabar anyar tentang varian terbaru AGM-88, yaitu AGM-88G AARGM-ER (Advanced Anti-Radiation Guided Missile-Extended Range). (more…)
Bila TNI AU kini tengah menggenjot proyek upgrade eMLU (enhanced Mid Life Upgrade), yaitu keseluruhan dari 10 unit F-16 A/B Block15 OCU agar dapat tuntas pada tahun 2020 ini, maka dari negera asal Sang Elang Penempur, disebutkan AU AS (USAF) tengah memulai program upgrade pada stock F-16 eksisting agar dapat dipasangi radar berteknologi AESA (Active Electronically Scanned Array) dari jenis AN/APG-83 Scalable Agile Beam Radar (SABR) produksi Northrop Grumman. (more…)
Meski jet-jet tempur baru bermunculan, namun ada satu sosok jet tempur yang masih terus dipertahankan oleh beberapa negara, salah satunya adalah F-5 E/F Tiger II. Seperti Thailand, Korea Selatan dan Taiwan, masih menjadikan Sang Macan sebagai postur kekuatan udara, meskipun ketiga negara tersebut sudah menggunakan jet tempur yang lebih baru dan modern. Harus diakui, pesona F-5 masih menggigit sampai saat ini, termasuk Iran yang melakukan reverse engineering atas stok F-5 yang masih beroperasi. (more…)
Bila AU Australia (RAAF) baru akan mengoperasikan drone intai HALE (High Altitude Long Endurance) MQ-4C Triton pada tahun 2023, maka lain hal dengan AL Amerika Serikat (US Navy), dimana kini telah mulai menggelar MQ-4C Triton di Lanud Andersen, Guam, Pasifik Barat. (more…)