Pada 31 Agustus 1977, sebuah raungan mesin jet memecah keheningan di atas langit Uni Soviet. Dari dalam kokpit pesawat jet eksperimental bertanda Ye-155M—sebuah varian modifikasi dari jet pencegat legendaris MiG-25 “Foxbat”—pilot uji senior Aleksandr Fedotov menatap instrumen di hadapannya. Hari itu, ia tidak sekadar melakukan penerbangan uji biasa, melainkan sedang mendorong batas kemampuan manusia dan mesin hingga ke titik terluar yang bisa dicapai oleh sebuah pesawat berdaya dorong udara (air-breathing aircraft). (more…)