Cepat atau lambat, pada akhirnya Indonesia akan memiliki pesawat intai dengan kemampuan Airborne Early Warning and Control (AEW&C), paling tidak hal tersebut didasarkan atas cetak biru yang dituangkan dalam Minimum Essential Force II (2015 – 2019). Meski belum jelas jenis pesawat atau platform teknologi apa yang nantinya akan diakuisisi, namun menarik dibahas tentang pengadaan alutsista yang bernilai strategis ini. (more…)
Gelaran Indo Defence 2018 tak lama lagi akan dijelang (7 – 10 November), dan seperti biasa, ajang pameran pertahanan dua tahunan ini akan memberikan kesempatan bagi para vendor alutsista dari dalam dan luar negeri untuk unjuk kebolehan, dan tentunya diakhiri unjuk penawaran kepada Kementerian Pertahanan RI. (more…)
Kemandirian alutsista sudah barang tentu menjadi hak setiap negara, meski terkadang lompatan teknologi yang dihasilkan membuat sebagian dari kita menjadi tercengang. Seperti Cina yang merilis pesawat Airborne Early Warning and Control (AEW&C) terbaru, KJ-200. Dibangun dari platform Shaanxi Y-8 yang ditenagai empat mesin turbo propeller, KJ-200 membetot perhatian lantaran mengadopsi radar airborne model tegak dengan teknologi Active Electronically Scanned Array (AESA). (more…)
Ada kabar yang membuat bangga datang dari Bumi Priangan, pasalnya BUMN Strategis PT Len Industri (Persero), pada Rabu siang (31/10), telah meluncurkan sistem radar terbaru buatan dalam negeri. Tidak tanggung-tanggung, radar yang dimaksud dari jenis 2D Air Surveillance Radar yang digadang untuk memenuhi kebutuhan militer. (more…)
Pertengahan tahun lalu (2017), Saab Bofors Dynamics telah memperkanlkan apa yang disebut sebagai RBS-70 NG RWS (Remote Weapon Station) di Defence and Security Equipment International (DSEI), London, dan berlanjut ke penampakan mockup-nya di Singapore AirShow 2018. Bagi para penggiat dunia alutsista tentu melihat hadirnya RBS-70 NG sebagai rudal MANPADS (Man Portable Air Defence System) dalam model remote dan multiple launcher adalah sesuatu yang menarik, sekaligus mengundang tanda tanya. (more…)
‘Sekali layar terkembang, pantang surut ke belakang,’ mungkin menjadi pepatah yang pas untuk menggabarkan sikap Pemerintah Indonesia terkait pengadaan jet tempur Sukhoi Su-35 Super Flanker. Meski tekanan dan bayang-bayang sanksi dari Amerika Serikat masih menjadi momok bagi Rusia dan Indonesia, tetapi demi menjaga wibawa dan kehormatan negara, komitmen pengadaan Su-35 terus dijalankan dengan alternatif skenario pembayaran. (more…)
Perangkat yang satu ini kerap terdengar dalam dunia penerbangan sipil, bahkan Kementerian Perhubungan RI telah mewajibkan setiap pesawat komersial yang beroperasi di Indonesia untuk dilengkapi dengan apa yang disebut Automatic Dependent Surveillance Broadcast (ADS-B). Karena dianggap penting, data dari Direktorat Navigasi Penerbangan menyebutkan sudah terdapat 30 unit ADS-B Groundstation yang telah dipasang di seluruh Indonesia dan dioperasikan oleh Airnav. (more…)
Diantara keluarga ranpur Alvis Stormer, varian yang satu ini boleh dibilang paling kental perbedaannya, pun ranpur yang disebut Stormer High Mobility Load Carrier (HMLC) ini juga terbilang asing, lantaran agak jarang ditampilan dalam pameran atau demo statis. Yang uniknya lagi, varian Stormer HMLC ini kabarnya hanya digunakan oleh Inggris dan Indonesia saja. (more…)
Punya modal investasi besar, terutama dalam bentuk penanaman modal pada proyek infrastruktur di luar negeri, seperti di Asia Tenggara, Pasifik dan Afrika, membawa pengaruh geo politik besar bagi Cina. Ekspansi Sang Naga pun merambah ke negara-negara kecil kepulauan seperti Fiji dan Vanuatu, dua negara di Pasifik Selatan yang secara historis lebih dekat dengan Australia. (more…)
Kapal riset dan observasi bahwa air andalan TNI AL, KRI Spica 934, belum lama ini merilis informasi yang mengejutkan terkait gempa dan tsunami yang melanda Palu, Sulawesi Tengah pada 28 September 2018, disebutkan kapal canggih produksi OCEA, Perancis ini berhasil mendeteksi longsoran di dasar laut Teluk Palu. (more…)