Kilas balik ke awal dekade 80-an, jagad pesawat intai maritim strategis di Indonesia pernah mengalami momen keemasan, betapa tidak, pada periode 1982-1983, TNI AU dengan bangga menjadi operator pesawat intai strategis yang tergolong paling canggih di Asia Tenggara. Ya, keberadaan tiga unit Boeing 737-2X9 dengan radar Motorola SLAMMR (Side Looking Airborne Modular Multi Mission Radar) adalah salah satu yang terbaik pada jamannya. Menjadikan kekuatan intai strategis Indonesia cukup disegani di kawasan. (more…)
Awal bulan Mei ini, PT Dirgantara Indonesia (PT DI) kembali menyerahkan satu unit pesawat intai maritim CN-235 220 MPA kepada TNI AU, yang kemudian akan memperkuat Skadron Udara 5. Meski penyerahan CN-235 MPA oleh PT DI kepada TNI AU dan TNI AL sudah dilakukan beberapa kali, namun ada yang menarik dari penyerahan unit terakhir CN-235 MPA untuk TNI AU, pasalnya beberapa portal media nasional menyebut bahwa CN-235 MPA keluaran PT DI yang terbaru telah dilengkapi kemampuan ASW (Anti Submarine Warfare). (more…)
Belum lama berselang, sebuah portal online nasional menyebut bahwa pesawat intai maritim CN-235 220 jika disinergikan dengan jet tempur Sukhoi Su-27/Su-30, maka akan menjadi senjata penghancur kapal perang yang mematikan. Walau masih mengundang tanya besar, peryataan tersebut ada nilai kebenarannya, terutama bila dikaitkan home base Skadron Udara 11 dan Skadron Udara 5 berasal dari lanud yang sama, yakni Lanud Hasanuddin di Makassar. (more…)
Bila Anda ingat, pertengahan 2017 lalu, drone Schiebel Camcopter S-100 buatan Austria telah melakukan unjuk kebolehan dihadapan Panglima Komando Armada Barat (Pangarmabar) di kawasan Barelang, Batam. Dalam beberapa pemberitaan kala itu menyebut Pangarmabar Laksamana Muda TNI Aan Kurnia tertarik dan ingin menjajaki pengadaan helikopter drone intai tersebut. (more…)
Dengan kian dekatnya waktu pelaksanaan Multilateral Naval Exercise Komodo (MNEK) 2018, sejumlah kapal perang dari negara sahabat mulai berdatangan ke Indonesia. Setelah kapal perang Perancis dan Inggris, pada hari Minggu (29/4/2018), kapal perang dari Rusia telah merapat di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Kapal dari Rusia yang dimaksud adalah RNS Perekop dengan nomer lambung 310. Kapal yang diluncurkan pada 1978 ini punya status yang unik dalam MNEK 2018, dimana inilah kapal perang/latih yang dilibatkan pada ajang latihan angkatan laut multilateral yang akan berlangsung 4 – 9 Mei di Perairan Lombok, Nusa Tenggara Barat. (more…)
Multilateral Naval Exercise Komodo (MNEK) 2018, tak berapa lama lagi akan digelar di Perairan Lombok, Nusa Tenggara Barat. Pada periode 4 – 9 Mei 2018, sekitar 5.000 tentara dan 60 kapal perang dari 35 negara akan berpartisipasi dalam latihan kerjasama penanggulangan bencana dan misi kemanusiaan. Hajatan besar yang digelar ketiga kalinya ini akan diawali dengan kegiatan inspeksi armada kapal perang peserta oleh pimpinan TNI AL dan VIP lainnya. (more…)
Beragam perangkat elektronik canggih belakangan ini terus memperkuat arsenal Korps Marinir TNI AL, setelah kedatangan peranngkat Digital Direction Finding (DDF) 550 dan Ground Surveyland Radar System (GSRS) besutan Kelvin Hughes, Dinas Komunikasi dan Peperangan Elektronika (Diskomlek) Korps Marinir mendapat perkuatan berupa peralatan radio taktis jenis Harris Falcon III US Socpac. (more…)
Selain mendapat perkuatan berupa armada kapal patroli dengan standar ‘KRI,’ perkuatan Lantamal (Pangkalan Utama TNI AL) dan Lanal (Pangkalan TNI AL) juga tak terlepas dari keberadaan kapal patroli di kelas KAL 28. Seperti yang terbaru, TNI AL pada 19 April 2018 telah meresmikan keberadaan KAL Pulau Menjangan dengan nomer lambung I-5-39 dan KAL Pulau Pasoso dengan nomer lambung I-6-62. (more…)
Jet tempur MiG-21F-13 (Fishbed C) interceptor yang pernah dimiliki TNI AU (d/h AURI) memang mampu menggetarkan lawan pada masanya. Predikat battle proven dan punya kemampuan canggih membuat pesawat single engine ini begitu ditakuti AS dan NATO pada dekade 60-an. Namun dibalik itu ternyata bukan perkara mudah untuk langsung menerbangan MiG-21, ada sejumlah tantangan yang harus diatasi penerbang untuk bisa cakap mengawaki MiG-21. (more…)
Seperti diwartakan sebelumnya, bahwa Thales kembali memasang dua perangkat elektronik di PKR (Perusak Kawal Rudal) Martadinata Class. Yang dipasang adalah Scorpion 2 dan Vigile 100 radar electronic countermeasure. Keduanya digadang untuk mempersiapkan Martadinata Class untuk tangguh dalam menghadapi peperangan elektronika di lautan. Namun yang menarik, ternyata Scorpion 2 bukan ‘barang’ baru lagi untuk TNI AL, setidaknya sudah ada dua jenis korvet yang sudah mengadopsi Scorpion 2. (more…)