
Tanpa terasa sistem MANPADS (Man Portable Air Defense System) RBS-70 sudah menginjak usia 40 tahun. Sejak pertama kali digunakan pada tahun 1977 oleh AD Swedia, hingga kini sudah lebih dari 1.600 sistem MANPADS RBS-70 digunakan di 19 negara dengan 18 ribu rudal yang telah diproduksi, seperti Indonesia yang masih mengandalkan satu baterai (9 pucuk) RBS-70 pada Yon Arhanudri 2 Kostrad di Malang, Jawa Timur. (more…)

Selain kondang sebagai manufaktur beragam jenis sistem persenjataan mutakhir, Saab dari Swedia juga dikenal reputasinya sebagai pemasok berbagai material kamuflase, mulai dari kamuflase pada ranpur, tenda, hanggar, kostum sniper sampai kamuflase untuk sistem rudal hanud MANPADS (Man Portable Air Defence System) RBS-70. (more…)

Dalam perspektif manufaktur persenjataan, bila alutsista yang mereka jual benar-benar menjadi andalan di negeri pembeli, maka hal tersebut ibarat prestasi luar biasa, artinya ada kepercayaan dari aspek kualitas. Dan jika berkaca di Indonesia, salah satu hotspot yang menjadi konsentrasi pertahanan TNI ada di Pulau Natuna, dimana gelar alutsista tercanggih dari ketiga matra TNI semaksimal mungkin dikerahkan dalam berbagai uji dan latihan tempur di kawasan yang langsung berhadapan dengan Laut Cina Selatan. (more…)

Setelah ada rudal panggul yang kondang disebut MANPADS (Man Portable Air Defence System) dan tactical radio (radio taktis) yang biasa dibawa dengan ransel (manpack) oleh prajurit operator radio. Kini mobilitas teknologi panggul juga merambah pada penggelaran sistem radar, bukan terbatas pada arti mobile radar untuk pertahanan udara, radar panggul besutan Thales yang diberi label SQUIRE ini memang dapat digendong dan dioperasikan oleh dua personel saja. (more…)

Di awal dekade 80-an, Saab Bofors Dynamincs (d/h Bofors Defence) menjadi salah satu manufaktur MANPADS (Man Portable Air Defence System) yang sukses menempatkan peluncur rudal RBS-70 pada dudukan kendaraan jip Land Rover 4×4. Meski sistem kendali penembakkan tetap manual, namun pemasangan RBS-70 pada platform jip membawa keunggulan mobilitas tersendiri. Dan di kemudian hari jejak Saab diikuti oleh Thales Air Defence yang merilis Starstreak dengan Lightweight Multiple Launcher (LML), yang juga mengadopsi platform Land Rover. (more…)

Potensi terjadinya missed target dalam sesi uji tembak rudal hanud (pertahanan udara) tentu sudah diperhitungkan. Maklum missed target bisa disebabkan beragam faktor, mulai dari kondisi cuaca, sistem pemandu rudal yang mungkin bermasalah, target drone yang kelewat lincah, atau kekeliruan dari operator. Missed target pun menjadi momok bagi segala jenis rudal, tak pandang itu rudal baru atau lama. (more…)

Rantis (kendaraan taktis) asal Spanyol ini memang terlihat sangar, namun sejatinya tak ada yang terlalu unik bila disandingkan dengan rantis Sherpa Light Scout buatan Renault atau Komodo 4×4 produksi PT Pindad. Namun kendaraan yang disebut VAMTAC (Vehículo de Alta Movilidad Táctico) 4×4 atau High Mobility Tactical Vehicle produksi URO Vehículos Especiales (UROVESA) ini memang ‘harus’ melenggang masuk ke arsenal rantis TNI AD, pasalnya VAMTAC menjadi bagian dari sistem ForceShield rudal Starstreak untuk Arhanud TNI AD. (more…)

Rasanya tak salah bila ada yang menyebut Indonesia menjadi ‘surganya’ rudal MANPADS (Man Portable Air Defense System), pasalnya jenis rudal ber-genre SHORAD (Short Range Air Defence) ini cukup banyak jenisnya, sebut saja ada Strela, Grom, Mistral, RBS-70, Chiron, QW-3, dan yang paling baru Starstreak dari Inggris. Ditengah mendamba kedatangan medium SAM yang tak kunjung tiba, peran MANPADS memang punya porsi tersendiri dalam strategi Arhanud ketiga matra TNI.
(more…)

Sosok rudal VSHORAD (Very Short Range Air Defence) buatan Swedia ini memang tak muda lagi di Indonesia, maklum generasi terakhir yang dibeli Indonesia adalah tipe RSB-70 MK2 adalah hasil pengadaan di dekade 80-an. Namun jangan anggap sepele RBS-70, justru rudal produksi Saab ini masih sangat diandalkan oleh satuan Arhanud TNI AD. RBS-70 masih mendapat kepercayaan tinggi, dibutkikan dari deploy rudal ini bersama radar Giraffe 40 difungsikan sebagai perangkat pertahanan pada salah satu ajang penting berskala internasional di Bali beberapa tahun lalu. (more…)

Karena punya fungsi untuk mengejar dan menghancurkan pesawat tempur, maka tak heran bila rudal hanud (pertahanan udara) diciptakan untuk melesat dengan kecepatan supersonic, sebagian dari Anda mungkin sudah mahfum dengan nama-nama rudal hanud, terlebih dengan yang telah dioperasikan oleh TNI. Dan untuk lebih mengenal tentang rudal hanud, pada artikel kali ini kami kupas tentang dua mahzab sistem pemandu yang berlaku dalam dunia rudal hanud. Masing-masing punya karakter dan keunggulan tersendiri, bergantung pada situasi, kondisi, dan jenis sasaran yang dihadapi. (more…)