Tag: MANPADS

Alvis Stormer HVM: Kasta Tertinggi Peluncur Rudal Hanud Starstreak

Indonesia punya ranpur (kendaraan tempur) Alvis Stormer, dan juga punya rudal MANPADS (Man Portable Air Defence System) HVM Starstreak, dan bila dipadukan maka jadilah sosok Self Propelled Stormer HVM (High Velocity Missile), kasta tertinggi dari keluarga APC (Armored Personnel Carrier). Meski varian Stormer HVM tak dimiliki Indonesia, namun kombinasi sistem senjata ini cukup menarik disimak, terlebih konsep gelaran self propelled rudal hanud dengan ranpur roda rantai (tracked vehicle) belum pernah hadir di etalase alutsista TNI. (more…)

ReVISOR: Bukti ToT, Inilah Radar Intai RBS-70 NG Produksi Ceko

Republik Ceko, salah satu negara di Eropa Timur bisa dibilang cukup sukses menyerap ToT (Transfer of Technology) alutsista dari negara lain. Sebagai negara pengguna rudal hanud MANPADS (Man Portable Air Defence System) RBS-70 NG, Ceko kini mampu memproduksi sistem radar pengintai untuk rudal VSHORAD (Very Short Air Defence) lansiran dalam negeri. Bahkan, radar intai yang diberi label ReVISOR ini juga ditawarkan ke Indonesia sebagai negara pengguna RBS-70 MK2. (more…)

Norinco Sky Dragon 50: “Kuda Hitam” Sistem Rudal Hanud Jarak Sedang Untuk Indonesia

sky-dragon-50

Alutsista dari Cina ibarat kuda hitam di Indonesia, tidak pernah jadi unggulan namun dari jenis dan kuantitas sudah banyak tersebar di setiap matra. Dan salah satu pencapaian “emas” alutsista dari Cina yakni perannya yang dominan memasok kebutuhan sistem rudal hanud (pertahanan udara) dan rudal anti kapal. Dan kini Cina kian giat melakukan penetrasi ke pasar Indonesia, salah satu yang mendapat highlight adalah upaya Norinco (North Industries Corporation) untuk menawarkan sistem rudal hanud medium air defence (Menad) Sky Dragon 50 (GAS2) untuk kebutuhan Detasemen Pertahanan Udara (Denhanud) Paskhas TNI AU. (more…)

Saab BAMSE: Sistem Rudal Hanud Penantang Dominasi NASAMS

bamse530

Bila merujuk ke agenda, mestinya di MEF (Minimum Essential Force)II sudah ada kontrak pengadaan alutsista hanud MERAD (Medium Air Defence). Yang sudah terang-terangan menyebut pengadaan sistem senjata ini adalah Korps Paskhas TNI AU. Seperti disebut oleh Komandan Korpaskhas Marsekal Muda TNI Adrian Watimena, kandidat yang mendapat perhatian serius adalah NASAMS (National Advanced Surface to Air Missile System) dari Norwegia, LY-80, Flying King, dan Sky Dragon 50. Ketiga yang disebut terakhir berasal dari Cina. (more…)

Mengenal Lebih Dekat Fire Control Unit Oerlikon Skyshield

14681827_318842598474259_4728629934123387579_n

Arsenal Arhanud (Artileri Pertahanan Udara) milik TNI banyak ragamnya, tapi tak semua mendapat mandat untuk melindungi area ring satu, yakni wilayah Istana Negara. Seperti pada HUT RI ke-71 bulan Agustus lalu, Detasemen Pertahanan Udara (Denhanud) Paskhas TNI AU mendapat kepercayaan untuk menempatkan baterai kanon CIWS (Close In Weapon System) Oerlikon Skyshield 35 mm di Lapangan Tugu Monas. Baterai Skyshield disiapkan dalam posisi siaga penuh, berikut sistem Skyshield Fire Control Unit yang di dalamnya terdapat unit sensor dan radar. (more…)

AS901A 3D: Radar Intai dan Penjejak Sasaran Kanon Giant Bow 23mm Arhanudri Kostrad

bagus

Sebagai satuan pemukul terbesar dengan kekuatan 30.000 prajurit, Kostrad TNI AD terbilang lengkap dalam urusan persenjataan. Di segmen pertahanan udara, Kostrad memiliki dua Batalyon Pertahanan Udara Ringan (Yon Arhanudri) yang dilengkapi sistem senjata rudal SAAB RBS-70 dan kanon twin gun Type 80 Giant Bow kaliber 23 mm. Bila rudal VSHORAD (Very Short Air Defence System) RBS-70 mengandalkan radar Giraffe sebagai penjejak sasaran, maka kanon Giant Bow 23 mm juga punya pasangan radar penjejak sasaran tersendiri, yakni jenis mobile radar AS901A 3D. (more…)

Sola MMSR: Radar Penjejak Sasaran Pada Kobra Air Defence System Arhanud TNI AD

kobra-mmsr-radwar

Nama Kobra Air Defence System mungkin tak begitu familier dalam jagad alutsista nasional, namun sejatinya sistem pertahanan udara besutan Polandia ini yang dipercaya sebagai perisai langit Ibu Kota DKI Jakarta. Persisnya Kobra Air Defence System adalah platform yang digunakan pada Battery Command Vehicle untuk rudal Grom berpeluncur Poprad dan meriam 23mm/ZUR komposit rudal Grom. Dan seperti halnya keberadaan rudal SHORAD (Short Air Defence System) Mistral, QW-3, RBS-70, dan Starstreak, sistem rudal Grom dalam Kobra Air Defence System juga dilengkapi dengan elemen radar intai dan pengendali tembakkan. (more…)

SR-74: Radar Intai Sistem Senjata TD-2000B Arhanud TNI AD

sr74-radar

Dalam latihan puncak Armada Jaya XXXIV/2016 yang berlangsung 14 September lalu, TNI AL melakukan uji tembak rudal anti kapal C-705 dari KCR (Kapal Cepat Rudal) KRI Clurit 641. Meski penembakkan bisa disebut gagal karena rudal telat meluncur, dan kemudian tidak mengenai sasaran, yang juga menjadi perhatian adalah keberadaan radar pengendali tembakan TR-47C dan radar intai SR-47AG. Radar buatan Cina ini dapat mendeteksi sasaran di udara dari jarak 40 Km dan deteksi sasaran pada permukaan sejauh 25 Km. Nah, jauh sebelum diadopsi oleh kapal perang TNI AL, radar yang labelnya mirip sudah dioperasikan oleh Arhanud TNI AD. (more…)

AL-1M: Wujud Reinkarnasi Rudal Strela dengan Proximity Fuse

1

1.550 unit rudal tentu jumlah yang sangat banyak untuk ukuran militer Indonesia. Boleh jadi dari aspek logistik, angka tersebut menjadi jumlah rudal terbanyak yang ada di Indonesia sampai saat ini. Rudal yang dimaksud tak lain adalah SA-7 Strela, atau lebih dikenal setelah dimodifikasi Litbang TNI AL menjadi AL-1M. Berangkat dari stok rudal yang ‘melimpah,’ menjadikan sosok rudal MANPADS (Man Portable Air Defence System) ini masih terus dikaryakan oleh TNI AL. (more…)

Lifetime Extend, Jurus Saab Optimalkan Rudal RBS-70 MK2 Hingga 30 Tahun

RBS 70 milik Arhanud TNI AD.

Meski target pengadaan rudal hanud (pertahanan udara) kini diproyeksikan ke segmen rudal jarak sedang (menengah), namun bukan berarti tingkat kesiapan rudal hanud jarak dekat VSHORAD (Very Short Range Air Defence) terabaikan. Guna memenuhi tingkat kesiapan operasional, alutsista rudal SHORAD MANPADS (Man Portable Air Defence System) yang masih serviceable layak untuk dilakukan maintenance secara maksimal. Salah satu yang cukup sukses adalah proyek LTE (Lifetime Extend) yang ditawarkan Saab pada rudal RBS-70 MK2 milik Arhanud TNI AD. (more…)