Belakangan pemerintahan Perdana Menteri Malaysia Najib Razak kerap didera berbagai demonstrasi oleh kelompok oposisi. Dari beragam tuntutan melengserkan sang Perdana Menteri, kembali diungkap skandal pengadaan kapal selam Scorpene Class yang telah memperkuat TLDM (Tentara Laut Diraja Malaysia) sejak tahun 2009. Dibalik isu korupsi yang sedang ramai, keberadaan Scorpene Malaysia secara teknologi rupanya menarik untuk dikupas lebih dalam.
Tag: Malaysia
Tripartite Class, Andalan TNI AL dalam Latma Buru Ranjau 6th WP MCMEX 2015
Indonesia dan Singapura kali ini menjadi tuan rumah dalam latma (latihan bersama) tingkat multilateral WP MCMEX (Western Pacific Mine Counter Measure Exercise) 2015. Latihan perang dengan fokus penyapuan ranjau ini mengambil lokasi di Selat Singapura dan perairan Pulau Bintan, Kepulauan Riau. Latma yang berlangsung mulai 25 hingga 31 Agustus 2015 ini, melibatkan 13 kapal perang, 5 under vehicle team, serta 800 personel yang berasal dari 16 negara. (more…)
[Polling] RGM-84L Harpoon Block II RAN: Lawan Tanding Terberat Rudal Anti Kapal Yakhont TNI AL
Diatas kertas, boleh jadi kecanggihan kapal perang AL Singapura dan Australia lebih unggul ketimbang kepunyaan TNI AL saat ini. Begitu juga dengan keberadaan kapal selam, sebelum tibanya Changbogo Class, diatas kertas armada siluman bawah laut milik Singapura, Australia dan Malaysia terasa lebih unggul. Namun disisi lain, ada keunggulan komparatif pada kekuatan kapal perang TNI AL, tak lain dengan keberadaan beragam jenis rudal anti kapal (anti ship missile).
Black Shark: Akankah Jadi Torpedo Andalan di Kapal Selam Changbogo Class TNI AL?
Mendengar namanya sudah terdengar garang, inilah Black Shark, torpedo heavy weight buatan Whitehead Sistemi Subacquei (WASS), Finmeccanica Company, Italia. Tak hanya garang dari nama yang disematkan, tapi Black Shark atau yang akrab diberi label IF21, juga wujud dari torpedo tercanggih di kelas kaliber 533 mm. Sejak aktif digunakan pada tahun 2004, Black Shark di dapuk sebagai sosok senjata monster bawah laut yang mampu menjangkau target long range dan multi purpose. (more…)
Airbus A400M Atlas: Next Generation, Pesawat Angkut Berat Strategis TNI AU
PPRC (Pasukan Pemukul Reaksi Cepat) menjadi ujung tombak TNI dalam gelaran unsur pemukul infanteri secara massif yang dapat dihadirkan dalam tempo singkat lewat platform lintas udara (linud) atau kondang dengan istilah airborne. Karena sifatnya yang reaksi cepat, elemen Batalyon Infanteri Linud diharuskan mampu diterjunkan di setiap titik wilayah Tanah Air sejak 24 jam perintah operasi dikeluarkan oleh Panglima TNI. (more…)
KD Lekiu 30: Flagship Kapal Perang Malaysia dalam Misi Evakuasi Air Asia QZ8501

Selain menjadi momen misi SAR dan evakuasi besar-besaran, operasi laut di Selat Karimata terkait musibah jatuhnya Air Asia QZ8501 turut melibatkan gelar alutsista secara masif dalam misi pencarian korban dan badan pesawat. Selain TNI AL yang mengerahkan andalan korvet SIGMA Class (Diponegoro Class), Bung Tomo Class, dan frigat Van Speijk yang berbekal hull mounted sonar, nyatanya banyak negara sahabat yang turut membantu langsung misi ini. Seperti salah satunya ada KD Lekiu 30, frigat ringan yang jadi flagship armada tempur TLDM (Tentara Laut Diraja Malayasia) ikut diterjunkan di hari-hari awal pencarian. (more…)
Pengadaan Alutsista TNI AL, Antara Harapan dan Kenyataan (2)
Mengembalikan taring sebagai “Macan Asia” dalam tempo relatif singkat tentu bukan pekerjaan mudah, apalagi dengan kondisi pendanaan yang relatif memadai namun ngepas. Bila dicermati untuk pengadaan alutsista TNI AL, secara umum telah sesuai spesifikasi untuk membawa TNI AL ke arah green water navy. (more…)
[Polling] Fearless Class RSN: Lawan Tanding Terberat KCR60 Class TNI AL
Meski masih dipenuhi dilema seputar kemampuan pada kecepatan kapal, tapi pada hakekatnya armada kapal pada Satuan Kapal Cepat (Satkat) TNI AL mempunya peran pokok sebagai elemen pemukul (striking force) untuk menghancurkan atau melumpuhkan kapal permukaan lawan. Selain itu, juga memiliki fungsi sebagai pertahanan anti serangan udara, pengintaian dan pencarian sasaran operasi serta melaksanakan peperangan elektronika. Oleh karenanya, kapal ini didesain mempunyai karakteristik sebagai kapal cepat dengan tingkat kemampuan respon dan manuver tinggi. (more…)
AR 325 Commander: Radar Kohanudnas Pemantau Ruang Udara ALKI II
Wilayah Ambalat adalah salah satu hotspot di perbatasan yang kerap menimbulkan tensi tinggi antara Indonesia dan Malaysia. Selain potensi gesekan di perairan, adanya gesekan yang menyangkut ruang udara juga potensial terjadi, sebut saja TNI AU beberapa kali pernah menyiapkan flight jet pemburu F-16 Fighting Falcon dan Sukhoi Su-27/Su-30 di Lanud Tarakan sebagai pangkalan aju bagi jet tempur TNI AU untuk menjangkau area Ambalat. (more…)
[Polling] M142 HIMARS AD Singapura: Lawan Tanding Terberat MLRS ASTROS II MK6 TNI AD
Bila dirunut dari sejarah, Indonesia punya pengalaman panjang dalam mengadopsi MLRS (Multiple Launch Rocket System), tentu jika dibandingkan dengan negara tetangga di Asia Tenggara, jelas Indonesia paling senior dalam menggelar MLRS. Dipacu kebutuhan untuk persiapan operasi Trikora di tahun 60-an, Indonesia sudah mengenal self propelled MLRS, alias MLRS gerak sendiri dengan platform truk, seperti BM-14/17 milik Korps Marinir TNI AL dan M-51 130 mm kepunyaan Yon Armed TNI AD. (more…)











