
Beberapa hari lalu nama Gowind Class sempat menjadi trending dalam pemberitaan jagad alutsista nasional, lantaran media Perancis menyebut Menteri Pertahanan Prabowo Subianto tertarik pada kapal perang besutan Naval Group tersebut. Indomiliter.com pun belum lama ini telah menurunkan artikel tentang Gowind 2500 Class yang juga pernah ditawarkan ke TNI AL pada tahun 2017 silam. (more…)

Pasca kunjungan Menhan Prabowo Subianto ke Perancis beberapa waktu lalu, nama korvet Gowind 2500 Class belakangan jadi santer dibicarakan. Terlepas dari pro dan kontra di seputaran korvet yang kini telah dioperasikan AL Mesir, faktanya platform Gowind 2500 Class lumayan laris. Selain Mesir, Naval Group setidaknya telah meraih kontrak dengan Rumania, Uni Emirat Arab dan tentu saja yang menarik dari Malaysia. Persisnya di tangan Malaysia, derajat Gowind Class tidak lagi sebagai korvet, melainkan naik kelas menjadi frigat. (more…)

Meski tak diakuisisi oleh Indonesia, namun Combat Boat 90 (CB90) buatan Saab boleh dibilang menjadi pelopor bangkitnya era “comboat boat” di kawasan Asia Tenggara, setelah diakuisisi oleh AL Kerajaan Malaysia (TLDM) pada 1999. (more…)

Meski kesiapan tempur AU Malaysia (TUDM) sempat diwartakan ‘babak belur’ akibat hanya segelintir jet tempur utama yang siap terbang, namun suka atau tidak, Malaysia adalah negara di Asia Tenggara pertama yang mengadopsi dua jet tempur utama asal dua blok yang berbeda. Persisnya pada pertengahan 90-an, AU Malaysia mengakuisisi hampir bersamaan antara MiG-29 Fulcrum dari Rusia dan Boeing F/A-18D Hornet dari Amerika Serikat. (more…)

Banyak jalan dan strategi untuk menggolkan penjualan alutsista, dan salah satu yang terbilang unik baru-baru ini dilakukan Rusia guna memasarkan jet tempur anyar MiG-35 Fulcrum-F ke Malaysia. Rusia menawarkan MiG-35 lewat strategi mirip “trade in promo” ponsel yang jamak dilakukan di toko-toko dan mall. Yaitu sang penjual menawarkan produk baru dengan cara ‘membeli’ produk lama milik sang konsumen, atau bahasa mudahnya adalah ‘tukar tambah.’ (more…)

Boleh jadi kekuatan alutsista laut antara Indonesia dan Malaysia setanding, namun ada jenis alutsista matra laut yang sampai saat ini belum dipunyai TNI AL, yaitu rudal udara ke permukaan yang diluncurkan dari helikopter yang berpangkalan di atas kapal perang. (more…)

Ada yang membuat persamaan antara TNI AL dan AL Malaysia (TLDM), dimana sesama keluatan laut di Asia Tenggara ini menggunakan “Keris” sebagai nama kapal perang. Di TNI AL ada KCR (Kapal Cepat Rudal) KRI Keris 624, sementara di TLDM ada KD Keris yang merupakan kapal patroli perbatasan buatan Vosper Ltd. Bila KRI Keris 624 masih beroperasi, beda dengan KD Keris yang sudah dipensiunkan sejak beberapa tahun silam. Namun rupanya nama Keris tak ingin dihilangkan dalam naming ship TLDM, terbukti kapal perang terbaru AL Malaysia dari jenis Littoral Mission Ship (LMS) kembali dinamakan Keris. (more…)

Kawasan perbatasan Indonesia-Malaysia, khususnya di Perairan Belawan, Sumatera Utara kemarin sempat memanas. Pangkal musababnya adalah Kapal Patroli (KP) Hiu Macan 08 milik Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mendapatkan teror dari kapal penjaga pantai Malaysia (Malaysia Coast Guard). Teror dengan cara membuntuti dari dekat terjadi setelah kapal patroli Indonesia melakukan penangkapan kapal pencuri ikan Malaysia. (more…)

Meski tak jadi hadir di ajang Langkawi International Maritime & Aerospace Exhibition (LIMA) 2019, namun ada kabar mengejutkan, bahwa AU Malaysia (RMAF) justru telah mengakuisisi jet tempur ‘peranakan’ Cina – Pakistan, JF-17 Thunder. Yang dibeli memang tidak dalam jumlah besar, yaitu hanya dua unit untuk kebutuhan uji kinerja dan combat evaluation. Dengan bergabungnya Malaysia sebagai pengguna JF-17, maka Negeri Jiran ini menjadi negara pengguna jet single engine ketiga di luar Cina dan Pakistan. (more…)

Di tengah hiruk pikuk berita pengadaan alutsista, terselip kabar baik datang dari PT Dirgantara Indonesia (PT DI). Memang bukan tentang kontrak pembelian, tapi BUMN Strategis ini ternyata sudah 20 tahun menyerahkan produk andalannya CN-235 220 kepada AU Malaysia (RMAF). Dan dari pernyataan petinggi RMAF di ajang LIMA 2019, tersebut bahwa pihak pengguna menyatakan puas atas kinerja pesawat angkut sedang twin engine ini. (more…)