
Tiga kapal perang AL Singapura (RSN) dalam formasi tempur lengkap, terdiri dari frigat stealth RSS Steadfast 70, korvet RSS Vigour 92 dan kapal patroli litoral RSS Justice 18 diwartakan telah bersandar di Dermaga Jamrud Utara Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya (16/7). Ketiga kapal perang beda kelas itu tiba di Indonesia dalam rangka latihan bersama Eagle Indopura 2019 (16 – 20 Juli 2019). Menarik dari kedatangan kapal perang AL Singapura, ketiganya disebut-sebut sebagai yang tercanggih di kelasnya, khususnya untuk level Asia Tenggara. (more…)

Bagi Angkatan Laut Rusia keberadaan korvet untuk misi Anti Kapal Selam (AKS) masih tetap dibutuhkan. Dengan bobot tonase kapal yang terbilang sedang, korvet dipercaya sebagai wahana yang efektif untuk menguber, mengidentifikasi dan menghancurkan kapal selam. Setelah di dekade 70-an merilis Grisha Class dan project 1331M yang kemudian diwujudkan Jerman Timur sebagai Parchim Class (aka – Kapitan Pattimura Class). Saat ini muncul desain baru korvet AKS yang bukan tak mungkin untuk diproduksi Rusia di masa depan. (more…)

Di tengah keterbatasan alutsista, sejak 2009 Indonesia secara rutin mengirimkan kapal perangnya yang tergabung dalam Maritime Task Force (MTF) UNIFIL (United Nations Interim Force in Lebanon). Secara bergantian korvet-korvet TNI AL bergabung dengan kapal perang dari Bangladesh, Brazil, Jerman, Turki dan Yunani dalam MTF UNIFIL. Dan menedukung kehadiran elemen kapal perang, setiap misi korvet TNI AL selalu didukung dengan satu unit helikopter. (more…)

Setelah tiga tahun, akhirnya korvet KRI Frans Kaisiepo 368 telah merampungkan tahapan perbaikan dan upgrade pada perangkat sonarnya. Merujuk ke Januari 2015, KRI Frans Kaisiepo 368 mengalami kerusakan di APBS (Alur Pelayaran Barat Surabaya) saat dalam perjalanan menuju lokasi pencarian jatuhnya pesawat AirAsia QZ8501 di Selat Karimata. Dan kerusakan ternyata ada di bagian bawah lambung kapal, dimana terdapat hull mounted sonar. (more…)

Seiring dengan pembentukan Komando Armada III (Koarmada III) di Sorong, Papua Barat yang diresmikan pada 11 Mei 2018, maka secara langsung diikuti pula dengan reorganisasi struktur kekuatan tempur dan alutsista yang menyertai. Selain kekuatan Marinir setingkat divisi dalam Pasmar (Pasukan Marinir) III, dari unsur laut juga mulai dipersiapkan penempatan kapal perang sebagai kekuatan organik Koarmada III. Seperti salah satu kabar yang beredar adalah ‘pendistribusian’ korvet Parchim Class (aka – Kapitan Pattimura Class) untuk Koarmada III. (more…)

Kanon Bofors L/70 40 mm sudah jamak digunakan di kapal perang TNI AL, persisnya ada yang tampil dengan model terbuka dan model modifikasi yang dilengkapi kubah. Namun bila diperhatikan lebih detail, ada yang berbeda dari sosok kanon Bofors L/70 pada korvet Fatahillah Class dan Kapal Cepat Rudal (KCR) Mandau Class. (more…)

Untuk menangkal infiltrasi teroris dari wilayah Filipina Selatan, sejak pertengahan tahun lalu, Indonesia, Filipina dan Malaysia menyepakati dilakukannya patroli bersama. Dari TNI AL sebagai backbone dari operasi ini adalah korvet Parchim Class, sementara dari TLDM (Tentara Laut Diraja Malaysia) menugaskan enam korvet Kedah Class untuk bergantian meronda kawasan Sabah dan Laut Cina Selatan. Walau kekuatan TLDM kalah besar dari TNI AL, keberadaan Kedah Class menarik untuk dicermati, pasalnya ini adalah korvet yang tergolong baru dan dilengkapi sistem sensor dan navigasi modern.
(more…)

Meski beda kelas, namun ada beberapa persamaan antara KCR (Kapal Cepat Rudal) Mandau Class dan korvet KRI Ki Hajar Dewantara 364. Terkhusus pada aspek persenjataan, kedua kapal perang TNI AL era 80-an ini sama-sama mengusung rudal anti kapal MM38 Exocet dan senjata utama di haluan berupa meriam Bofors 57/70 (MK1) kaliber 57 mm. (more…)

Persisnya sejak Juli 2015 kapal milik TNI AL ini tak lagi berstatus sebagai kapal perang (KRI), lewat upacara penurunan ular-ular perang pada 29 September 2015 di Pangkalan Utama TNI AL IV (Lantamal IV) Tanjungpinang, menandakan berakhirnya perjalanan sejarah pengabdian suatu KRI sebagai unsur kekuatan TNI Angkatan Laut. Dari yang tadinya berstatus KRI Anakonda 868 kini menjadi KAL Anakonda II-4-61. (more…)

Setelah mengalami musibah akibat menabrak bangkai kapal pada 13 Mei 2016, nasib korvet Parchim Class KRI Pati Unus 384 kian redup. Berbagai upaya telah dilakukan untuk melakukan penyelamatan dan perbaikan, namun karena biaya untuk perbaikan kapal buatan Jerman Timur ini dianggap terlalu besar, sementara usia kapal juga telah menua, maka kabar terakhir menyebut TNI AL telah melepas KRI Pati Unus 384, alias decommissioned dari Satuan Kapal Eskorta (Satkor) Koarmabar. (more…)