Menjelang jadwal pengoperasian kembali ranpur amfibi roda ban Amphibious Combat Vehicle (ACV) 8×8, ada kabar bahwa Korps Marinir Amerika Serikat (USMC) kini tengah melakukan uji coba varian kanon ACV 8×8. Persisnya, BAE Systems telah mengirimkan kendaraan uji produksi perdana – Production Representative Test Vehicles (PRTV) Amphibious Combat Vehicle 30 mm Cannon (ACV-30) kepada Korps Marinir AS. (more…)
Korps Marinir Amerika Serikat (USMC) mengumumkan bahwa dalam beberapa bulan mendatang akan mulai mengoperasikan ranpur amfibi roda ban Amphibious Combat Vehicle (ACV) 8×8, termasuk dalam penggelaran di kawasan Pasifik. Rencana pengerahan ACV 8×8 dilakukan setelah hampir satu setengah tahun dilakukan ‘pembatasan’ operasional, sebagai akibat serangkaian insiden yang menimpa ranpur produksi BAE Systems tersebut. (more…)
Merujuk pada pemberitaan di Agustus 2023, Korps Marinir Amerika Serikat (USMC) telah memutuskan memborong tiga baterai (kompi) sistem hanud Iron Dome dengan hampir 2.000 unit rudal Tamir. Persisnya, USMC telah menyusun rencana untuk mengakuisisi tiga baterai Iron Dome, yang terdiri dari 44 peluncur dan 1.840 rudal pencegat Tamir. (more…)
Hadir dalam booth di Indo Defence 2022, nama Chaiseri Defence mulai dikenal di Indonesia, terlebih sebelumnya manufaktur kendaraan militer asal Thailand ini pernah memasok First Win (Hanoman) 4×4, rantis lapis baja MRAP (Mine Resistant Ambush Protected) yang digunakan Sat-81/Gultor Kopassus. Dan di ajang Thai Defense & Security 2023 exhibition (6 – 9 November 2023) di Bangkok, Chaeseri Defence berhasil merebut perhatian dengan memperkenalkan prototipe ranpur amfibi bergerak roda ban 8×8. (more…)
Meski pengembangan teknologi roket di Indonesia maju mundur, namun, belum lama ini ada kabar dari Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI, yang menyebut bahwa pengembangan roket balitsik untuk sistem senjata artileri kaliber 122 mm telah tuntas dilakukan oleh PT Pindad. Roket 122 mm adalah jenis amunisi artileri dengan standar Rusia/Soviet yang disiapkan untuk jenis senjata MLRS (Multiple Launch Rocket System). (more…)
Mengambil lokasi di Lapangan Monas Jakarta, pusat peringatan dan parade militer HUT TNI ke-78 (5/10/2023), digelar dengan melibatkan penggelaran alutsista dari ketiga matra. Dan salah satu rangkaian acara peringatan HUT TNI adalah dilakukannya inspeksi pasukan peserta upacara oleh Presiden Republik Indonesia. Inspeksi pasukan dalam hal ini dilakukan dengan wahana, yang umumnya adalah rantis (kendaraan taktis) yang dimodifikasi. Namun, ada yang berbeda dari HUT TNI ke-78. (more…)
Expeditionary launcher Iron Dome. Sebanyak 10 tabung rudal Tamir terlihat dimuat di peluncur, yang dapat menampung total hingga 20 tabung sekaligus
Setelah serangkaian pengujian internal, Korps Marinir Amerika Serikat (USMC) akhirnya mengikuti jejak Angkatan Darat AS (US Army) yang lebih dulu menggunakan rudal Tamir pada sistem hanud Iron Dome buatan Israel. Pengadaan sistem hanud Iron Dome untuk USMC terdiri dari tiga baterai dengan hampir 2.000 unit rudal Tamir. Tentu ada maksud tersendiri bagi pasukan pendarat terkuat di dunia ini untuk melengkapi arsenalnya dengan Iron Dome. (more…)
Melengkapi ranpur IFV (Infantry Fighting Vehicile) BMP-3, maka Korps Marinir seharusnya akan mendapatkan perkuatan jenis ranpur APC amfibi terbaru BT-3F dari Rusia. Jumlahnya lumayan besar, yakni 79 unit yang digadang sebagai pengganti pansam (panser amfibi) BTR-50 yang usianya telah menua. Namun, badai CAATSA yang ditiupkan Washington telah menunda pengadaan ranpur amfibi ini. Meski begitu, BT-3F terus dikembangkan untuk kebutuhan infanteri laut (marinir) Rusia. (more…)
Ranpur amfibi angkut personel LVTP-7 dikenal sebagai andalan Batalyon Kendaraan Pendarat Amfibi (Yonranratfib) Korps Marinir. Sebagai APC, bekal persenjataan ranpur ini lazimnya berupa senapan mesin berat atau pelontar granat otomatis yang disematkan pada kubah. Namun, tahukah Anda, bahwa saat Perang Vietnam, ranpur jenis ini pernah dipasangkan dengan senjata yang sangat mematikan, meski (saat itu) dipandang ideal untuk ‘membuka jalan’ bagi operasi pendaratan amfibi. (more…)
Korps Marinir Amerika Serikat (USMC) rupanya mengikuti jejak Angkatan Darat AS (US Army) dalam mengadopsi serangan jarak jauh. Persisnya, pasukan pendarat yang dikenal dengan mobiltas tinggi itu, juga mulai menggunakan rudal jelajah Tomahawk. Melihat efektivitas Tomahawk selama digunakan AL AS dari kapal selam dan kapal permukaan, mendorong US Army dan kini USMC bergabung dalam pengoperasian rudal battle proven tersebut. (more…)