
FMC Corporation sejak awal memang merancang M113 sebagai tracked APC (Armoured Personnel Carrier) dengan kapabilitas amfibi. Dalam medan Perang Vietnam, tak jarang M113 diajak untuk mengarungi sungai dan danau, bahkan Yonif Mekanis TNI AD juga pernah menjajal renang M113 dalam momen latihan tempur di Natuna. Namun meski bisa berenang, M113 tak diciptakan untuk didaratkan dari tengah laut, secara tegas M113 tidak siap untuk diluncurkan dari LST (Landing Ship Tank) atau LPD (Landing Platform Dock). (more…)

Tanda-tanda pansam (panser amfibi) BT-3F bakal diakuisisi oleh Korps Marinir kian menguat, setelah pada tahun lalu ada tinjauan langsung dari petinggi TNI pada sosok ranpur yang baru diluncurkan tersebut, kini di ajang Army 2017 yang berlangsung di Patriot Expocenter, Moskow, Rusia (22 – 27 Agustus), delegasi dari Korps Marinir (Kormar) yang dipimpin Komandan Kormar Mayor Jenderal Bambang Suswantono langsung bertandang ke Rusia untuk melihat langsung demonstrasi kemampuan BT-3F. (more…)

Operasi pembebasan awak kapal MV Sinar Kudus oleh Satgas (Satuan Tugas) Merah Putih di tahun 2011, membawa arti penting dalam operasi amfibi lintas laut jarak jauh. Karena yang dihadapi adalah perompak Somalia yang menyandang senapan mesin otomatis dan RPG-7, maka Satgas Merah Putih menyertakan alutsista andalan, jikalau diperlukan untuk misi pendaratan ke pantai, mengingat gerombolan perombak merapatkan basisnya di wilayah pesisir. Meski akhirnya urung digelar operasi amfibi, namun di dalam lambung LPD (Landing Platform Dock) KRI Banjarmasin 592 sudah bersiap tank amfibi BMP-3F dan Howitzer LG-1 MKII dari Korps Marinir TNI AL. Racikan dua alutsista Marinir tersebut dipercaya mampu memberi efek penggetar kepada perompak bila akhirnya diturunkan dalam gelar operasi amfibi. (more…)

Satu lagi yang legendaris dalam arsenal alutsista Korps Marinir TNI AL, yakni KAPA (Kendaraan Amfibi Pengangkut Artileri) K-61. Tak salah bila K-61 disebut legendaris, Si “Penyambung Lidah Operasi Amfibi” ini usianya sudah mendekati 60 tahun beroperasi di Indonesia, mendukung banyak operasi tempur dan berperan aktif dalam beberapa kali operasi kemanusiaan, seperti evakuasi saat terjadi bencana banjir. Bahkan, sasis K-61 digunakan sebagai platform untuk membangun prototipe ranpur APC amfibi Marinir. (more…)

Sebelum ini, Indomiliter.com dan Baby “Lara Croft” Margaretha secara eksklusif telah membedah kecanggihan tank amfibi BMP-3F yang ada di Batalyon Tank 2 Korps Marinir TNI AL. Sebagai tank andalan dengan daya hancur tinggi, mobilitas BMP-3F saat menuju daerah operasi tak jarang memerlukan dukungan tank transporter, yakni berupa truk yang punya kemampuan khusus untuk membawa muatan tank, termasuk mengirim tank melintasi medan off road. Pastinya tidak semua truk bisa meladeni mobilitas tank transponder, dan salah satu yang diandalkan adalah Tatra T815-7 di Resimen Kavaleri 2 Marinir. (more…)

Ranpur amfibi yang dimiliki Korps Marinir TNI AL ada beberapa jenis, tapi jika merujuk ke yang paling canggih dan modern, maka dipastikan pilihannya tertuju ke BMP-3F. Selain menjadi maskot alutsista Marinir, reputasi dan kinerja BMP-3F juga sangat diperhitungkandalam kesenjataan kavaleri lintas matra di TNI. Terlahir sebagai IFV (Infantry Fighting Vehicle) asal Rusia, debut BMP-3 lumayan laris di pasaran, bahkan Korea Selatan yang notabene adalah sekutu AS pun mempercayai BMP-3 sebagai arsenal ranpur amfibi andalannya. Banyak hal yang menjadikan BMP-3F menarik untuk dikupas, dan Indomiliter.com bersama host Baby “Lara Croft” Margaretha kali ini siap memaparkan seluk beluk BMP-3F untuk pembaca, termasuk sekuel video eksklusif yang bisa Anda lihat di akhir artikel ini.
(more…)

Setelah tidak melakukan uji tembak selama lebih kurang 15 tahun, nyatanya ranpur (kendaraan tempur) tank amfibi AMX-10 PAC 90 berhasil membuktikan keperkasaannya dalam Latihan Satuan Dasar (LSD) Triwulan II Tahun 2017 yang berlangsung di Pusat Latihan Korps Marinir Tempur Karak Tekok, Situbondo, Jawa Timur, mulai 15 – 23 Mei 2017. Bersama dengan tank amfibi PT-76M dan BMP-3F, ranpur dari Resimen Kavaleri-1 Korps Marinir sukses melaksanakan uji tembak berulang kali (sampai 70 peluru) dengan kinerja yang memuaskan. (more…)

Selain Batalyon Perhubungan (YonHub) TNI AD, Dinas Komunikasi dan Peperangan Elektronika (Diskomlek) Korps Marinir TNI AL rupanya juga memiliki perangkat anyar yang disebut radio Monobs Digital Direction Finder (DDF) 550 produksi Rohde&Schwarz . Perangkat mobile yang digelar untuk mendeteksi keberadaan posisi lawan (musuh) lewat pelacakan sumber pancaran gelombang elektromagnetik, termasuk kemampuan untuk mengendus posisi sasaran lewat jaringan seluler yang digunakan. (more…)

Sebagai program modernisasi, armada tank amfibi PT-76 Resimen Kavaleri Korps Marinir telah mengalami retrofit pada awal dekade 90-an, utamanya dengan memasang meriam Cockerill Mk.III A-2 kaliber 90 mm buatan Belgia dan mengganti dapur pacu dengan mesin diesel 2 Tak 6 silinder jenis DDA V-92 T Turbocharge seberat 1.200 kg buatan Amerika Serikat yang berkekuatan 290 daya kuda. Namun dari puluhan populasi tank amfibi buatan Uni Soviet (Rusia) ini, nyatanya masih ada varian original yang masih dioperasikan, persisnya PT-76 yang masih menggunakan meriam D-56TM kaliber 76 mm yang tentunya produksi Rusia. (more…)

Setelah ada kabar bahwa Korps Marinir tak puas dengan performa ranpur (kendaraan tempur) amfibi BTR-4M, maka masa depan panser 8×8 besutan Ukraina ini menjadi tak jelas. Lima unit BTR-4M telah dikapalkan ke Indonesia untuk menjalani sesi uji fungsi, dan sedianya BTR-4M akan diakuisisi hingga jumlah 55 unit. Terlepas dari performa yang kurang optimal, tak lantas panser ini dianaktirikan, Komandan Korps Marinir (Dankormar) Mayjen TNI (Mar) Bambang Suswantono pada saat melakukan pengecekan BTR-4M di Kesatrian Marinir Hartono, Cilandak, Jakarta Selatan, Senin (17/4/2017), memerintahkan prajurit Resimen Kavaleri (Menkav) untuk senantiasa merawat kendaraan dan material tempur dengan baik. (more…)