Anda masih ingat senapan anti material NTW-20 yang digunakan pasukan elite Intai Amfibi (Taifib) Korps Marinir? Salah satu ke khasan senjata tersebut adalah mampu mengusung amunisi multi kaliber, dengan cara mengganti laras, maka proyektil yang diumbar senjata asal Afrika Selatan ini bisa berupa kaliber 20 mm NATO atau 14,5 mm (Rusia). Dengan semangat yang mirip-mirip, PAR MK3 senapan serbu lansiran Proarms Armory menawarkan multi calibre assault rifle. (more…)
Dalam meladeni peperangan modern, unit pasukan infanteri pun sudah harus mahfum dengan kemampuan drone/UAV (Unmanned Aerial Vehicle). Dan menunjang kebutuhan taktis infanteri di medan tempur, dikenal drone dengan ukuran mini untuk menunjang pengintaian. Karena digelar dalam operasi taktis, drone untuk infanteri ini dapat dikemas di dalam tas ransel, dan tentunya dapat di rakit dengan cepat bilamana dibutuhkan. (more…)
Sebelum era Marder 1A3 dari Jerman, di tahun 2010 tersiar kabar pengadaan IFV (Infantry Fighting Vehicle) K-21 dari Korea Selatan untuk kebutuhan TNI AD. Bahkan situs Yonhapnews.co.kr (11/11/2010) telah menyebut jumlah ranpur yang akan diakuisisi berjumlah 22 unit, dan akan dikirim ke Indonesia pada tahun 2013. Dan pada akhirnya pengadaan K-21 kandas, sebagai gantinya Marder 1A3 bekas pakai AD Jerman dipilih untuk memperkuat Satuan Infanteri Mekanis TNI AD. Tujuh tahun berlalu, baru-baru ini nama K-21 kembali disebut-sebut dalam bursa ranpur untuk memperkuat kebutuhan Kavaleri Korps Marinir TNI AL.
Selain rencana kehadiran helikopter serbu AH-64E Apache dan panser Pandur II 8×8, pada defile HUT TNI Ke-72 5 Oktober mendatang dijadwalkan juga penampilan truk ponton raksasa M3 Amphibious Rig. Hadirnya ransus (kendaraan khusus) berkemampuan amfibi ini bakal menjadi perangkat militer dengan dimensi terbesar dalam defile. Ini mengingatkan kemunculan truk bridgelayer MAN KAT1 8×8 LEGUAN milik Zeni Korps Marinir TNI AL saat HUT TNI Ke-50 tahun 1995, kala itu truk asal Jerman dengan jembatan lipat yang digotongnya menjadi alutsista terbesar dalam kemeriahan defile HUT Emas TNI. (more…)
Nasib ranpur (kendaraan tempur) ini tak semujur ‘saudaranya’ yang seumuran, yakni BTR-40. BTR-40 lewat program retrofit hingga kini masih dioperasikan oleh Kompi Kavaleri (Kikav) TNI AD dan Korps Brimob. Sementara BTR (Bronetransporter)-152 sudah redup usianya tak lama pasca peralihan dari Orde Lama ke Orde Baru. Karena alasan kelangkaan suku cadang plus biaya operasional yang tinggi, BTR-152 yang legendaris ini kiprahnya berakhir sebagai sejarah diantara ratusan ranpur lawas TNI. (more…)
Jagad alutsista nasional dipastikan bakal kembali ramai pada pertengahan tahun ini, pasalnya ranpur (kendaraan tempur) panser Pandur II 8×8 dari Republik Ceko akan tiba di Tanah Air pada bulan Juli 2017. Kedatangan unit Pandur II 8×8 dimaksudkan untuk menjalani sesi uji teknis dan uji fungsi guna memperoleh sertifikasi dari pihak TNI AD. Seperti sudah diinformasikan di artikel terdahulu, TNI AD telah memproyeksikan untuk mengakuisisi Pandur II 8×8 untuk melengkapi kebutuhan Satuan Kavaleri dan Satuan Infanteri Mekanis. (more…)
Pelontar granat menjadi perlengkapan tempur yang melekat pada gelaran pasukan infanteri TNI. Kemanapun pergerakan unit infanteri, keberadaan pelontar granat tak bisa dikesampingkan karena kemampuannya yang efektif menggebuk sasaran. Dalam unit infanteri reguler, populer digunakan pelontar granat single shot, umumnya terintegrasi dengan senapan serbu, seperti pelontar granat M-203 pada M16, dan SPG-1A pada senapan serbu Pindad SS-1. (more…)
Sosok Ford Ranger mungkin sudah tak asing lagi, kendaraan four wheel drive pelahap medan berat ini lumayan banyak wara wiri di jalanan kota besar. Namun boleh jadi perhatian Anda akan terbetot saat melihat Ford Ranger milik pasukan elite Taifib (Intai Amfibi) Korps Marinir TNI AL, Ford Ranger yang satu ini dibalut cat warna hitam dof, dilengkapi roll bar, footstep, plat baja anti peluru, dan mounting plus shield untuk SMB (Senapan Mesin Berat). (more…)
Para pemerhati alutsista nasional tentu mengenal sosok BTR-50P (Browne Transporter 50 Palawa). Ranpur yang masuk golongan tank APC (Armored Personnel Carrier) ini lebih kondang dikenal sebagai panser amfibi (pansam) oleh Korps Marinir TNI AL. Sebagai ranpur legendaris yang masih eksis dengan program retrofit, BTR-50P berdasarkan literature diketahui didatangkan ke Indonesia pada tahun 1962 dalam rangka persiapan Operasi Trikora. Namun dalam sebuah penulurusan, ada kemungkinan BTR-50P sudah hadir melengkapi kekuatan Marinir (d/h KKO AL) sejak era tahun 50-an. (more…)
Bentuknya mirip senjata laras panjang, namun dari segi ukuran yang satu ini jelas beda, sekilas banyak orang mengiranya sebagai senapan runduk anti material. Dan ini yang menjadikan satuan elite Taifib (Intai Amfibi) Korps Marinir TNI AL tampil beda. Mengemban tugas operasi di medan berat dan menantang, maka hadirnya grappling hook launcher menjadi sesuatu yang lumrah, urusan memanjat tebing, bangunan, sampai lambung kapal yang tinggi bisa dilakukan dengan perangkat pelontar tali dan proyektil (jangkar). (more…)