
Seperti halnya Indonesia, Australia juga telah memproyeksikan untuk menggunakan rudal anti kapal NSM (Naval Strike Missile) produksi Kongsberg. Bagi Australia, NSM kelak akan dipasang pada armada kapal permukaan Angkatan Laut Australia (RAN), persisnya NSM dipersiapkan untuk menggantikan rudal Harpoon yang kini terpasang di frigat ANZAC Class dan kapal perusak Hobart Class. (more…)

Meski baru dalam tahap keinginan, ada kabar bahwa TNI AL tertarik untuk mengadopsi rudal jelajah anti kapal NSM (Naval Strike Missile) besutan Kongsberg Defence & Aerospace, Norwegia. Lebih lanjut pengadaan NSM secara spesifik ditujukan untuk melengkapi sistem senjata di Kapal Cepat Rudal (KCR) stealth trimaran KRI Golok 688 produksi PT Lundin Industry Invest yang belum lama ini resmi dioperasikan TNI AL. (more…)

Ada beragam fitur yang menjadikan KRI Rigel 933 dan KRI Spica 934 layak disebut sebagai kapal hidro oseanografi canggih, salah satunya berkat adanya drone bawah laut jenis Hugin 1000. Wahana yang masuk kategori AUV (Autonomous Underwater Vehicle) ini, menjadikan misi survei bawah laut mampu merekam data-data kelautan, bahkan sampai kedalaman 3.000 meter. Dan, ada kabar dari pihak pabrikan, yakni Kongsberg Maritime telah meluncurkan varian terbaru yang diberi label Hugin Endurance. (more…)

Punya keterbatasan teritorial, tapi diberkahi fulus yang serba lebih, itulah gambaran Negara Pulau Singapura. Seperti saat Polisi Penjaga Pantai Singapura – Singapore Police Coast Guard (SPCG) membutuhkan latihan menggunakan kapal patroli cepat hingga 50 knots, tentu bakal jadi tantangan di tengah padatnya lalu lintas di peraingan Singapura. Untuk menyiasatinya, Kementerian Dalam Negeri Singapura lantas mendatangkan simulator canggih untuk melatih awak kapal patroli. Tak ada risiko kecelakaan, tidak ada risiko kerusakan peralatan dan tentunya hemat biaya, inilah pentingnya kehadiran simulator. (more…)

Melanjutkan program pengadaan Kapal Motor Cepat (KMC), TNI AD dikabarkan akan kembali mendapatkan kapal patroli terbaru buatan PT Tesco Indomaritim. Hal tersebut terlampir dalam video di YouTube yang memperliatkan kegiatan sea trial dan firing test dari kapal yang disebut sebagai KMC 38M. Desain Kapal dengan nomer lambung AD-64 ini nampak tak beda jauh dengan kapal patroli peronda Lantamal yang dikenal sebagai KAL. Namun justru perhatian netizen pemerhati dunia alutsista tertarik pada sosok senjata yang disematkan persis di depan anjungan. (more…)

Publik pemerhati di Indonesia pastinya menantikan hadirnya sistem rudal hanud NASAMS (National Advanced Surface-to-Air Missile System). Dan sampai saat ini yang sudah jelas adalah kontrak pengadaan untuk peluncurnya, sementara untuk rudal yang menggunakan basis AIM-120 AMRAAM (Advanced Medium-Range Air-to-Air Missile) masih belum ada update lebih lanjut. Namun ada kabar baik datang dari Kongsberg dan Raytheon, pasalmya NASAMS kini dapat pula meluncurkan rudal selain AIM-120, persisnya sistem NASAMS kini dapat meluncurkan AIM-9X Sidewinder. (more…)

Kapal riset dan observasi bahwa air andalan TNI AL, KRI Spica 934, belum lama ini merilis informasi yang mengejutkan terkait gempa dan tsunami yang melanda Palu, Sulawesi Tengah pada 28 September 2018, disebutkan kapal canggih produksi OCEA, Perancis ini berhasil mendeteksi longsoran di dasar laut Teluk Palu. (more…)

Setelah melewati serangkaian uji pada beberapa RCWS (Remote Control Weapon System), akhirnya BUMN Strategis PT Pindad telah mengikat kerjasama dengan Kongsberg, manufaktur pertahanan dari Norwegia dalam rencana implementasi produksi RCWS di Indonesia. (more…)

Dibanding negara lain di Asia Tenggara, boleh dibilang militer Indonesia menjadi yang paling ‘kaya’ dalam keragaman rudal hanud (pertahanan udara). Sebut saja yang saat ini aktif ada RBS-70, SA-7 Strela, Grom, Mistral, QW-3, Chiron, dan Starstreak. Meski masing-masing punya sisi kehandalan tersendiri, namun kesemuanya masuk dalam kategori MANPADS (Man Portable Air Defence Sytem) VSHORAD (Very Short Air Defence). Soal keunggulann mobilitas dan perawatan, tentu tak usah diragukan. (more…)