
Terkenal serius dalam komitmen kerja sama industri pertahanan, ada kabar India kini tengah mengevaluasi jet tempur rancangan Korea Selatan-Indonesia, KF-21 Boramae, yakni untuk mengisi program Multi-Role Fighter Aircraft (MRFA). KF-21 dipandang sebagai platform yang kompetitif dari segi biaya dengan potensi pertumbuhan di masa depan dan kompatibilitas dengan kebijakan industri domestik India. (more…)

Kolonel Pnb Ferrel “Venom” Rigonald dinobatkan sebagai pilot TNI AU pertama yang kali menerbangkan jet tempur KF-21 Boramae, yakni dalam penerbangan uji pada 27 Juni 2025 di Pangkalan Udara Sacheon di Korea Selatan. Ferrel Rigonald dalam penerbangan ini berada di kursi depan (front seat). (more…)

Korea Aerospace Industries (KAI) telah mendapatkan kontrak produksi kedua untuk jet tempur KF-21 Boramae yang dikembangkan di dalam negeri. Dalam siaran pers yang dikeluarkan pada 26 Juni 2025, KAI mengumumkan telah menandatangani perjanjian senilai 2,39 triliun won ($1,76 miliar) dengan Defense Acquisition Program Administration (DAPA) untuk membangun 20 jet KF-21 tambahan. (more…)

Sebagai sekutu ring satu AS di Indo Pasifik, Korea Selatan mendapatkan perlakuan khusus untuk mengembangkan dan memanfaatkan mesin General Electric F414-GE-400K untuk jet temput KF-21 Boramae, bahkan lewat Hanwha Aerospace, Korea Selatan mendapatkan akses untuk merakit dan memproduksi lisensi mesin tersebut. Meski begitu, ada ketidaknyamanan yang dialami industri pertahanan Negeri Ginseng. (more…)

Sejak kick-off produksi massal KF-21Boramae Block 1 pada 10 Juli 2024, banyak netizen yang menanyakan sampai sejauh mana pencapaian dari proses produksi jet tempur twin engine rancangan Korea Selatan dan Indonesia tersebut. (more…)

Korea Selatan jelas tidak ingin KF-21 Boramae saat resmi dioperasikan oleh Angkatan Udara-nya (RoKAF) menjadi jet tempur ‘macan ompong’. Dirancang untuk bertempur di medan perang yang sesungguhnya, Defense Acquisition Program Administration (DAPA) belum lama ini dikabarkan telah menandatangani kesepakatan pembelian rudal udara ke udara jarak jauh Meteor produksi MBDA Missile Systems. (more…)

Mengambil lokasi di markas Korea Aerospace Industries (KAI), pada 24-27 Oktober 2024 digelar Sacheon Airshow 2024 di Bandara Sacheon, Provinsi Gyeongsang Selatan. Ada yang menarik dari pameran dirgantara ini, yaitu untuk pertama kalinya diperlihatkan model skala penuh (full scale) rudal jelajah udara ke permukaan supersonik bermesin ramjet yang nantinya akan mempersenjatai jet tempur KF-21 Boramae dan FA-50 Fighting Eagle Block 20. (more…)

Belum juga tuntas mengenai isu pencurian data penting KF-21 Boramae yang diduga melibatkan insinyur Warga Negara Indonesia (WNI) yang bekerja di fasilitas Korea Aerospace Industries (KAI), kini ada kabar lain yang terkait bocornya informasi penting KF-21 di salah satu channel di aplikasi Telegram. (more…)

Dengan kondisi Indonesia yang ‘kesulitan’ untuk membayar sisa angsuran biaya pengembangan, maka Korea Selatan tidak dapat berharap banyak bahwa pesanan produksi KF-21 Boramae dapat dijalankan sesuai porsi Indonesia (48 unit KF-21) untuk kebutuhan TNI AU. Untuk itu Korea Selatan harus mengupayakan ekspor KF-21, yang salah satunya tengah serius ditawarkan ke Filipina. (more…)

Kilas balik ke bulan Mei lalu, saat itu diberitakan pemerintah Indonesia meminta adanya pengurangan sisa angsuran pembayaran pada proyek jet tempur KF-21 Boramae, dengan pengurangan tersebut, maka Indonesia memaklumi bila nilai alih teknologi yang akan didapatkan juga akan dipangkas. Nah, belum lama ini ada kabar lanjutan dari Korea Selatan, yakni Seoul telah menerima usulan Indonesia tersebut. (more…)