Ada sisi yang menarik dari Angkatan Udara Jerman, salah satunya adalah sebagai satu-satunya operator pesawat turboprop OV-10 Bronco di Eropa. Persisnya saat masih menjadi Jerman Barat, Negeri Bavaria ini mengoperasikan varian OV-10B, yang dari kodenya menyiratkan varian Jerman lebih tua ketimbang OV-10F yang dioperasikan TNI AU. Nah, rupanya Jerman pernah membuat terobosan dengan memasang mesin turbojet di Bronco. (more…)
Ada kesamaan mendasar antara Angkatan Laut Indonesia (TNI AL) dan Angkatan Laut Peru (Peruvian Navy), yakni sama-sama pengguna kapal selam diesel listrik Type 209/1200 buatan Howaldtswerke Deutsche Werft (HDW) AG, Jerman. Type 209/1200 dikenal di Indonesia sebagai Cakra class, sementara di Peru kapal selam sejenis disebut Angamos class. (more…)
Amerika Serikat sangat berhutang budi pada Batalyon Malaysia (Malbatt) dalam pertempuran Mogadishu. Tanpa jasa pasukan Malaysia di bawah panji pasukan perdamaian PBB, maka Washington akan dipermalukan dengan besarnya korban pasukan elite AS yang terkepung saat pertempuran di ibu kota Somalia pada tahun 1993. (more…)
Tibanya kapal penyapu ranjau KRI Pulau Fani 731 dan KRI Pulau Fanildo 732 (Frankenthal class) dari Jerman, rupanya juga membawa jenis persenjataan baru bagi TNI AL, yakni kanon pada haluan yang mengadopsi Oerlikon Searanger 20 yang merupakan remote controlled gun station produksi Rheinmetall Defence. (more…)
Meski dengan bangga tengah menantikan penerbangan perdana jet tempur stealth KAAN pada 27 Desember mendatang, namun kekuatan udara Turki justru sedang dilanda kegalauan, yakni terkait program pengadaan jet tempur generasi keempat yang mendapat ‘ganjalan’ dari dua negara sekutunya dalam NATO, yakni Amerika Serikat dan Jerman. (more…)
Sebagai salah satu negara yang menjadi basis produksi Airbus Helicopters, Jerman telah memberi dukungan yang salah satunya diwujudkan dalam bentuk komitmen pesanan. Bukan pesanan ‘kaleng-kaleng,’ Airbus Helicopters telah mengumumkan pesanan terbesar sepanjang sejarah untuk helikopter serang multirole H145M, yang dikenal juga sebagai penerus helikopter legendaris BO-105. (more…)
Seperti Indonesia yang lebih dulu membangun frigat berdasarkan lisensi (Martadinata Class) di dalam negeri, maka dari Timur Tengah, ada kabar bahwa Mesir belum lama ini berhasil untuk pertama kalinya membangun dan meluncurkan kapal perang di kelas frigat untuk pertama kalinya. Sebagai bagian dari modernisasi Angkatan Lautnya, Alexandria Shipyard pada 4 Desember 2023 telah meluncurkan ENS Sajm Al Jabbar (FFG-910) . (more…)
Dengan bobot 11.000 ton, frigat F126 class nantinya akan menjadi kapal perang terbesar Jerman yang dibangun sejak Perang Dunia Kedua. Namun untuk saat ini, jenis kapal perang terbesar Angkatan Laut Jerman (Deutsche Marine) adalah Berlin class oiler, meski bukan dari jenis kapal kombatan, tapi kapal tanker dan logistik ini mendapat predikat kapal terbesar di arsenal Angkatan Laut Jerman dengan bobot 20.240 ton. (more…)
Angkatan Laut Jerman begitu kuat semasa Perang Dunia Kedua, bukan hanya armada kapal selam, aset kapal permukaannya pun sangat disegani sekutu, seperti halnya Bismarck class battleship yang bobotnya mencapai 50.000 ton. Namun begitu Jerman kalah perang, maka kekuatan ofensif armada perangnya diubah menjadi defensif dengan bobot kapal perang dan persenjataan yang dibatasi dalam struktur kerja sama NATO. (more…)
Sengkarut rencana pembelian 48 jet tempur Eurofighter Typhoon rupanya telah membuat gerah pemerintah Arab Saudi. Meski mendapat dukungan dari Inggris dan Spanyol, penjualan Typhoon ke Negeri Raja Salman tak bisa dilakukan akibat veto “Hak Asasi Manusia” dari Jerman. Dan kini ada kabar bahwa Arab Saudi tengah bernegosiasi dengan Dassault Aviation dari Perancis. (more…)