
Rencana TNI AL untuk membentuk Batalyon Sniper di lingkungan Korps Marinir memunculkan niat baik guna meningkatkan kemampuan tempur dan ketepatan operasi, mengingat tidak ada yang meragukan nilai seorang penembak runduk yang terlatih. Namun demikian, setiap pembentukan satuan baru harus mampu menjawab satu pertanyaan dasar mengenai tugas pokok yang melatarbelakanginya. (more…)

Indonesia sebagai negara dengan kekuatan militer terbesar di Asia Tenggara, sudah tentu beragam unit pasukan elitnya akrab dengan jenis senapan sniper atau senapan runduk, utamanya dari kaliber 7,62 mm. Nama-nama senjata sniper seperti Galil dari Israel, G-3 SG-1, AI Artic Warfare, Steyr SSG-69, hingga SPR-1 buatan Pindad, mungkin sudah akrab di telinga para pemerhati persenjataan nasional. Tapi senjata diatas disasar untuk membidik target berupa manusia. Lalu bagaimana dengan misi sniper yang lain, seperti menyasar target peralatan militer sekelas rantis, ranpur atau bahkan menembus ketebalan tembok? Mampukah tugas sniper yang gerak geriknya serba senyap menggasak sasaran yang tergolong high value tersebut? (more…)