PT PAL Indonesia kembali menorehkan prestasi gemilang di panggung kancah maritim internasional dengan meraih penilaian “Very Satisfactory” dari Philippine Navy (Angkatan Laut Filipina). Penghargaan tertinggi ini diberikan atas keberhasilan galangan kapal pelat merah tersebut dalam menyelesaikan proyek Docking, Drydocking, Operational Readiness and Repair (DDORR) untuk kapal perang BRP Tarlac 601. (more…)
Kehadiran fregat terbaru TNI AL, KRI Prabu Siliwangi 321, di perairan Cebu, Filipina, dalam rangka pengamanan KTT ASEAN 2026 menarik perhatian publik. Sebuah video amatir yang viral memperlihatkan pemandangan tidak biasa di atas dek helikopter fregat canggih tersebut. (more…)
Militer Amerika Serikat baru saja mengukir sejarah baru dalam doktrin pertempuran di Pasifik dengan melaksanakan latihan serangan presisi jarak jauh pertama di dalam wilayah Rantai Pulau Pertama (First Island Chain). (more…)
Angkatan Laut Filipina (Philippine Navy) baru saja menandai tonggak sejarah baru dalam modernisasi armadanya dengan kedatangan BRP Rajah Sulayman (PS-20). Kapal ini merupakan unit pertama dari enam kapal Offshore Patrol Vessel (OPV) Rajah Sulayman class yang dipesan dari galangan kapal Korea Selatan, HD Hyundai Heavy Industries (HHI). (more…)
Dinamika pengadaan jet tempur di Asia Tenggara kembali memanas. Indonesia dikabarkan telah memulai negosiasi baru dengan Korea Selatan mengenai rencana akuisisi unit jet tempur generasi 4.5, KF-21 Boramae. Berdasarkan laporan dari Janes.com (8/1/2026), Jakarta berencana untuk memboyong sedikitnya 16 unit KF-21 varian Block 2 guna memperkuat armada TNI AU. (more…)
Angkatan Udara Filipina (PAF) dipastikan akan memiliki taring yang jauh lebih tajam dalam menjaga kedaulatan wilayah udaranya. Pada 12 Desember 2025, pemerintah Filipina secara resmi menandatangani kontrak strategis dengan Korea Aerospace Industries (KAI) untuk melakukan peningkatan kemampuan (upgrade) besar-besaran terhadap 11 unit jet tempur FA-50PH Fighting Eagle yang saat ini dioperasikan. (more…)
Indonesia dan Filipina punya tantangan serupa dalam menghadapi kelompok separatis bersenjata, dan kedua negara juga sama-sama mengoperasikan pesawat serang ringan bermesin turboprop A-29 (aka – EMB-314) Super Tucano, untuk misi Close Air Support (CAS). Meski pesawatnya sama, untuk bekal persenjataan ternyata berbeda. (more…)
Angkatan Bersenjata Filipina melalui Angkatan Udara Filipina (Philippine Air Force – PAF) telah mempertahankan keputusannya untuk membeli enam unit tambahan pesawat serang ringan A-29B Super Tucano buatan Embraer, di tengah pertanyaan keras yang diajukan oleh Senator Raffy Tulfo saat debat pleno anggaran Departemen Pertahanan Nasional pada 28 November 2025. (more…)
Dalam perkembangan yang menyoroti panasnya persaingan strategis di Laut Cina Selatan, Pemerintah Jepang secara resmi membantah adanya diskusi untuk mengekspor sistem rudal pertahanan udara (hanud) jarak sedang Type 03 (Type 03 Medium-Range Surface-to-Air Missile) kepada Filipina. Bantahan ini muncul tak lama setelah laporan informal mengenai rencana ekspor tersebut memicu kecaman keras dari Beijing. (more…)
Korps Marinir Amerika Serikat (U.S. Marine Corps/USMC) telah mengambil langkah signifikan dalam penguatan kerja sama pertahanan dengan Filipina melalui pengerahan aset udara nirawak canggih. Unit dari Marine Unmanned Aerial Vehicle Squadron (VMU)-1 telah dikerahkan untuk beroperasi dari Pangkalan Udara Basa di provinsi Pampanga, Filipina. Pengerahan ini, yang dilakukan atas permintaan Manila, secara eksplisit ditujukan untuk meningkatkan kapabilitas Intelijen, Pengawasan, dan Pengintaian (ISR) regional, khususnya di perairan sengketa Laut Cina Selatan (LCS), yang oleh Filipina disebut Laut Filipina Barat (West Philippine Sea).