
Sebagai salah satu jet tempur ringan terlaris saat ini, FA-50 Fighting Eagle mendapatkan beragam tawaran upgrade, terutama untuk memenuhi kebutuhan ekspor. Selain adopsi air refueling probe yang memungkinkan FA-50 melakukan pengisian bahan bakar di udara, jet tempur single engine tersebut juga tengah dipersiapkan untuk dipasangi jenis radar Active Electronically Scanned Array (AESA). (more…)

Dibeli dalam jumlah besar (48 unit) oleh salah satu negara anggota NATO yang wilayahnya bertetangga dengan area konflik, FA-50 Fighting Eagle yang dibeli Polandia mendapatkan peningkatan kemampuan yang belum pernah ada sebelumnya. Persisnya, FA-50 pesanan Polandia akan dilengkapi dengan pod intai dan penjejak sasaran dari jenis Sniper Advanced Targeting Pod. (more…)

Jet tempur ringan FA-50 Fighting Eagle, desain awalnya disiapkan untuk memenuhi kebutuhan Angkatan Udara Korea Selatan. Lantaran untuk pasar domestik, maka FA-50 sedari awal tidak disiapkan untuk memiliki kemampan pengisian bahan bakar di udara (air refueling), maklum ruang udara Korea Selatan tidak luas. Namun, atas permintaan pasar ekspor, Korea Aerospace Industries (KAI) telah membuat adaptasi pada FA-50. (more…)

Mendapat berkah kebanjiran order, Korea Aerospace Industries (KAI) telah memutuskan untuk melipatgandakan kapasitas produksi jet tempur ringan FA-50 Fighting Eagle. Bentuk dari peningkatan kapasitas produksi dengan membuka dua jalur produksi tambahan untuk FA-50 pada tahun 2024. (more…)