Sebuah pengakuan mengejutkan atas keberhasilan taktik perang udara konvensional kembali menyeruak ke ruang publik. Dalam sebuah wawancara eksklusif di stasiun televisi nasional Iran baru-baru ini, para pilot jet tempur Angkatan Udara Republik Islam Iran (IRIAF) secara terbuka menceritakan detail misi penyusupan udara berani mati yang mereka lakukan pada tanggal 1 Maret 2026 lalu. (more…)
Langkah modernisasi kekuatan udara Angkatan Udara Korea Selatan (ROKAF) kini memasuki fase krusial seiring dengan kesiapan operasional jet tempur generasi 4.5 buatan dalam negeri. Kepala Staf Angkatan Udara Korea Selatan, Jenderal Son Seok-rak, secara resmi mengumumkan bahwa pihak militer berencana untuk mempercepat masa pensiun seluruh armada jet tempur gaek F-5 Tiger II sebelum akhir tahun depan. (more…)
Desain legendaris jet tempur F-5 Tiger rupanya tak hanya ‘awet’ dikagumi oleh Iran, pasalnya perusahaan pertahanan asal India belum lama ini telah memperkenalkan apa yang disebut sebagai “Kaatil”, yakni drone kamikaze (loitering munition) bermesin jet pertama di India, yang desainnya mengingatkan pada keluarga F-5 Tiger. (more…)
Selain Iran, Korea Selatan, Spanyol, Thailand, Brasil, Tunisia, dan Maroko, Swiss adalah negara di Eropa yang masih eksis mengoperasikan jet tempur F-5 E/F Tiger II. Jika dibandingkan dengan Indonesia yang menerima batch perdana F-5 E/F pada tahun 1980, maka Angkatan Udara Swiss lebih senior, lantaran mulai mengoperasikan pesawat tempur produksi Northrop itu sejak tahun 1978. Meski berat untuk berpisah, ada kabar bahwa AU Swiss dan tim aerobatik “Patrouille Suisse” telah mengakhiri operasional jet tempur twin engine legendaris tersebut. (more…)
Meski berita pembelian jet tempur keluaran terbaru cukup semarak di banyak negara, tapi program upgrade jet tempur lawas tak berarti ditinggalkan. Terbukti dari pengumuman Elbit Systems, vendor elektronik pertahanan dari Israel yang menyebutkan per 22 Oktober 2014 telah memperoleh kontrak senilai US$85 juta untuk meng-upgrade armada jet tempur Northrop F-5 Tiger. Yang menarik, Elbit Systems juga menyebut kontrak upgrade tersebut berasal dari salah satu negara di Asia. (more…)
Sekitar 25 tahun lalu, jagad Dirgantara Indonesia pernah dibuat heboh dengan kehadiran jet F-16 A/B Fighting Falcon. Lepas dari kecanggihan teknologi avionik dan sistem senjatanya, F-16 A/B yang kemudian memperkuat Skadron Udara 3 ini punya kisah tersendiri, terutama dalam proses kedatagannya ke Indonesia yang dilakukan lewat proses penerbangan ferry yang dijalani oleh pilot asal AS dan TNI AU. Dan, sejarah tersebut kini seolah terulang kembali. Tepat pada 25 Juli 2014, TNI mulai kedatangan bertahap F-16 dengan tipe yang lebih baru, yakni F-16 C/D Block 52ID. Total TNI AU akan menerima 24 unit F-16 C/D yang akan didatangkan dengan cara ferry flight dari Negeri Om Sam. (more…)
Kamis pagi, 27 April 2000, dua F-5E Tiger TNI-AU segera mengudara setelah mendapat kode “scramble” dari menara pengawas. Dengan cepat kedua jet tempur itu melejit menuju area di sekitar pulau Roti, Timor Barat. Tak berapa lama, pada ketinggian 29 ribu kaki, mereka menemukan apa yang dicari, satu gugus terbang yang terdiri dari lima pesawat: Satu pesawat tanker udara, diikuti empat F/A-18 Hornett di belakangnya, milik angkatan udara Australia (RAAF) dari Skadron 75. Itu diketahui dari identitas di ekor pesawat. (more…)