
Ada kabar yang menarik perhatian pada aspek pertahanan di regional Asia Timur, yakni Angkatan Udara Amerika Serikat (USAF) dilaporkan akan menarik seluruh armada jet tempur F-15 yang berbasis Pangkalan Udara (Lanud) Kadena di Okinawa, Jepang, pada bulan depan. Lanud Kadena selama ini diketahui sebagai satu-satunya basis F-15 C/D Eagle di luar wilayah AS. (more…)

Gangguan berupa jamming pada pesawat militer sudah jamak terjadi, salah satu kasus yang banyak dialami adalah jamming pada sinyal GPS (Global Positioning System). Dengan jamming pada sinyal GPS, bukan saja panduan navigasi pesawat yang menjadi kacau, melainkan sistem senjata yang berpemandu akses GPS, seperti rudal jelajah udara ke permukaan juga bisa dibuat malfungsi, atau minimal presisinya pada sasaran akan menurun. (more…)

Belum lama ini, yakni pada 27 Juli 2022, F-15 Eagle telah mencapai 50 tahun usia pengabdian. Dan seperti telah banyak diulas, penempur twin engine itu dikenal sebagai air superiority fighter dengan prestasi gemilang, yakni dengan mengumumpulkan rekor 104 kali kemenangan dalam pertempuran udara, tanpa pernah ditembak jatuh oleh lawan. Dengan predikat battle proven, tentu ada serangkaian momen menarik yang menyertai perjalanan keluarga F-15 Eagle. (more…)

Meski belum menjadi keputusan, di Washigton kini tengah terjadi pembahasan serius, yaitu tentang upaya Amerika Serikat untuk bisa memasok jet tempur F-15EX ke Mesir. Seperti diketahui, Mesir bersama dengan Aljazair telah membatalkan pesanan atas jet tempur Sukhoi Su-35 dari Rusia, dan ada peluang bagi AS untuk menggantikan ‘posisi’ Su-35 dengan F-15. (more…)

Menjawab permintaan harga yang dilayangkan Pemerintah Indonesia, Amerika Serikat pada 10 Februari 2022 telah merilis paket penawaran untuk 36 unit F-15ID (varian F-15EX untuk Indonesia) senilai US$13,9 miliar. Atas tawaran tersebut, sejauh ini belum ada respon balik dari Pemerintah Indonesia, apakah melanjutkan pembelian atau mungkin membatalkan, semuanya bisa terjadi, mengingat belum ada kontrak yang ditandatangani. (more…)

Ibarat tak ingin ketinggalan momentum atas tercapainya kontrak antara Indonesia dan Perancis untuk pengadaan 42 unit Rafale senilai US$8,1 miliar, kubu Amerika Serikat di hari yang sama juga melancarkan ‘serangan’ penawaran ke Pemeritah Indonesia. Dan yang selama ini dinanti-nanti dirilis juga, yakni persetujuan penjualan jet tempur F-15EX untuk Indonesia senilai US$13,9 miliar. (more…)

Boeing F-15EX atau F-15 Eagle II yang dikenal sebagai salah satu jet tempur idaman TNI AU, diwartakan untuk pertama kalinya pada 25 Januari 2022 melakukan uji penembakan rudal udara ke udara (live fire) di atas Teluk Meksiko. Jenis rudal yang ditembakan oleh jet tempur terbaru Angkatan Udara AS ini adalah AIM-120D AMRAAM (Advanced Medium-Range Air-to-Air Missile). (more…)

Masih dalam momen yang sama, yaitu bincang media dan press tour di Lanud Halim Perdanakusuma pada Rabu, 22 Desember kemarin, KSAU Marsekal TNI Fadjar Prasetyo juga mengungkapkan seputar pengadaan jet tempur F-15EX. Selain telah disebutkan TNI AU akan mengakuisisi delapan unit penempur buatan Boeing tersebut, menjadi menarik adalah kapan jet tempur battle proven itu akan tiba di Indonesia. (more…)

Anda masih ingat dengan insiden lepasnya kaca kanopi pada jet tempur F-16 Fighting Falcon milik Angkatan Udara Taiwan pada 11 Agustus 2021. Nah, serupa tapi tidak sama, berulang lagi insiden lepasnya kaca kanopi pada jet tempur, tapi kali ini menimpa F-15E Strike Eagle milik Angkatan Udara AS saat berlatih di Yunani. (more…)

Amerika Serikat sepertinya sedang gandrung menguji coba bom udara, selain telah merampungkan sertifikasi desain pelepasan bom nuklir dari jet tempur stealth F-35A Lightning II, ada kabar bahwa Angkatan Udara Amerika Serikat (USAF) untuk pertama kalinya melakukan uji coba peluncuran bom anti bunker (bunker buster bomb) jenis baru, GBU-72 Advanced 5K (A5K) Penetrator dari jet tempur F-15E Strike Eagle. (more…)